Pelaksanaan Komunikasi Terapeutik (skripsi, tesis, disertasi)

Melihat kecemasan pada ibu yang akan melahirkan dan juga pada suami/keluarganya yang menungguinya, maka orientasi tidak hanya ditujukan pada ibu tapi juga sekaligus pada keluarganya. Bidan memainkan peran advokasinya sebagai pemberi support bagi pasien dan keluarganya. Pemberian informasi menyangkut proses persalinan seperti mengorientasikan ruang untuk bersalin, mengkomunikasikan kemajuan persalinan, mengajarkan tehnik relaksasi sehingga dapat membantu ibu yang akan menghadapi proses persalinan.

Ibu dianjurkan untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang menunjang proses kelahiran bayinya, sang suami juga harus dibesarkan hatinya, dan dijelaskan apa yang terjadi pada istrinya sehingga suamipun tenang dalam memberikan dukungan pada istrinya yang akan melahirkan.

Pelaksanaan komunikasi terapeutik ini termasuk konfrontasi, kesegaran, pengungkapan diri Bidan, katarsis emosional, dan bermain peran (Stuart dan Sundeen, 1995, h.23). Pelaksanaan komunikasi terapeutik ini harus diimplementasikan dalam konteks kehangatan, penerimaan, dan pengertian yang dibentuk oleh dimensi responsif.

Pengekspresian Bidan terhadap perbedaan pada perilaku klien yang bermanfaat untuk memperluas kesadaran diri klien. Carkhoff (dikutip oleh Stuart dan Sundeen, 1998) mengidentifikasi tiga kategori konfrontasi yaitu:

  1. Ketidaksesuaian antara konsep diri klien (ekspresi klien tentang dirinya) dan ideal diri (cita-cita/keinginan klien)
  2. Ketidaksesuaian antara ekspresi non verbal dan perilaku klien
  3. Ketidaksesuaian antara pengalaman klien dan Bidan

Konfrontasi seharusnya dilakukan secara asertif bukan agresif/marah. Oleh  karena itu sebelum melakukan konfrontasi Bidan perlu mengkaji antara lain: tingkat hubungan saling percaya dengan klien, waktu yang tepat, tingkat kecemasan dan kekuatan koping klien. Konfrontasi sangat berguna untuk klien yang telah mempunyai kesadaran diri tetapi perilakunya belum berubah.

  • Kesegeraan

Terjadi jika interaksi Bidan-klien difokuskan pada dan digunakan untuk mempelajari fungsi klien dalam hubungan interpersonal lainnya. Bidan harus sensitif terhadap perasaan klien dan berkeinginan membantu dengan segera.

  • Keterbukaan bidan

Tampak ketika Bidan memberikan informasi tentang diri, ide, nilai, perasaan dan sikapnya sendiri untuk memfasilitasi kerjasama, proses belajar, katarsis, atau dukungan klien. Melalui penelitian yang dilakukan oleh Johnson (dikutip oleh Stuart dan Sundeen, 1987, h.134) ditemukan bahwa peningkatan keterbukaan antara Bidan-klien menurunkan tingkat kecemasan Bidan klien

  • Katarsis emosional

Klien didorong untuk membicarakan hal-hal yang sangat mengganggunya untuk mendapatkan efek terapeutik. Dalam hal ini Bidan harus dapat mengkajikesiapan klien untuk mendiskusikan maslahnya. Jika klien mengalami kesulitan mengekspresikan perasaanya, Bidan dapat membantu dengan mengekspresikan perasaannya jika berada pada situasi klien.

  • Bermain peran

Membangkitkan situasi tertentu untuk meningkatkan penghayatan klien kedalamhubungan antara manusia dan memperdalam kemampuannya untuk melihat situasi dari sudut pandang lain; juga memperkenankan klien untuk mencobakan situasi yang baru dalam lingkungan yang aman.