Imunisasi campak diberikan untuk mendapatkan kekebalan secara aktif terhadap penyakit campak. Vaksin campak merupakan vaksin virus hidup yang dilemahkan. Setiap dosis (0,5 ml) mengandung tidak kurang dari 1000 infectif unit virus strain CAM 70 dan tidak lebih dari 100 mcg residu kanamycin dan 30 mcg residu erythromycin. (Depkes RI Jakarta, 2005)
Vaksin campak di Indonesia berbentuk beku kering jenis life attenuated measles vaccine cam 70 produksi PT Biofarma dan sebelum digunakan vaksin campak terlebih dahulu harus dilarutkan dengan pelarut steril yang telah tersedia, yang berisi 5 ml cairan pelarut. Pelarut harus didinginkan pada suhu 2-8˚C minimal 12 jam sebelum dipakai. Setelah dilarutkan vaksin hanya bertahan 6 jam. (Dep Kes RI, 2009) Dosis pemberian 0,5 ml disuntikan secara subkutan pada lengan kiri atas, pada usia 9 bulan dan ulangan (booster) pada usia 6-7 tahun (kelas 1 SD) pada program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS). (Direktorat Surveilans, 2008)
Vaksin campak harus didinginkan pada suhu yang sesuai yaitu 2-8˚C karena sinar matahari atau panas dapat membunuh virus vaksin campak. Bila virus vaksin mati sebelum disuntikkan, vaksin tersebut tidak akan mampu menginduksi respon imun. Banyak kegagalan vaksinasi akibat kesalahan penyimpanan. (Wahab, 2002)
Efek samping pemberian imunisasi campak biasanya mengalami demam ringan dan kemerahan selama 3 hari yang dapat terjadi 8-12 hari setelah vaksinasi. Kontra indikasi pemberian imunisasi campak adalah individu yang mengidap penyakit immune deficiency atau individu yang menderita gangguan respon imun berat misal karena leukemia, \lymphoma. (Depkes RI, 2005) Meskipun demikian, vaksin campak terbukti aman untuk penderita Human Immunodeficiency Virus (HIV) positif dan Aquired Imunodeficiency Syndrome (AIDS). (Wahab, 2002)
