Irving and Mann (1979) membagi pengambilan keputusan dalam 3 hal, yaitu pertama kemampuan menghadapi tantangan yaitu kemampuan untuk menghadapi suatu yang mengganggu atau menarik perhatian untuk mencapai situasi yang ingin dicapai, kedua adalah kemampuan mempertimbangkan beberapa alternatif dan ketiga adalah kemampuan menerima risiko dan melaksanakan keputusan yang diambil. Siagian (1991) dalam Kuntadi, (2004) menyatakan bahwa ada aspek-aspek tertentu bersifat internal dan eksternal yang dapat mempengaruhi proses pengambilan keputusan. Adapun aspek internal tersebut antara lain:
- Pengetahuan: Pengetahuan yang dimiliki oleh seseorang secara langsung maupun tidak langsung akan berpengaruh terhadap pengambilan keputusan. Biasanya semakin luas pengetahuan seseorang semakin mempermudah pengambilan keputusan.
- Aspek kepribadian: Aspek kepribadian ini tidak nampak oleh mata tetapi besar peranannya bagi pengambilan keputusan. Aspek eksternal dalam pengambilan keputusan, antara lain: 1) Kultur: kultur yang dianut oleh individu bagaikan kerangka bagi perbuatan individu. Hal ini berpengaruh terhadap proses pengambilan keputusan. 2) Orang lain: orang lain dalam hal ini menunjuk pada bagaimana individu melihat contoh atau cara orang lain (terutama orang dekat) dalam melakukan pengambilan keputusan. Sedikit banyak perilaku orang lain dalam mengambil keputusan pada gilirannya juga berpengaruh pada perilkau individu dalam mengambil keputusan.
Berdasarkan penjelasan singkat di atas diketahui bahwa proses pengambilan keputusan itu diawali ketika seseorang berada dalam situasi pengambilan keputusan. Pengambilan keputusan antar individu bisa berlainan, karena pilihan atau alternatif yang dihadapi individu juga berlainan. Hal ini akan mempengaruhi proses pengambilan keputusan. Penanganan yang tepat terhadap situasi pengambilan keputusan juga akan menentukan keberhasilan suatu proses pengambilan keputusan. Situasi pengambilan keputusan terjadi atau muncul dalam diri seseorang ketika dihadapkan dengan permasalahan dan beberapa alternatif atau pilihan sebagai jawaban dari permasalahannya. Berdasarkan beberapa alternatif jawaban, mulai mempertimbangkan, berpikir, menaksir, memprediksi dan menentukan pilihan. Tahap menentukan pilihan terhadap alternatif yang ada merupakan tahap penting dalam proses pengambilan keputusan.
Demikian juga pada remaja yang mengalami kehamilan tidak diinginkan ketika mengambil keputusan untuk mengakhiri ataukah melanjutkan kehamilannya, mulai mempertimbangkan dengan orang yang terdekat denganya seperti orang tua atau pasangannya, kemudian berfikir, menaksir dan memprediksi dan menentukan pilihannya. Pada remaja yang mengalami KTD alternatif penentuan pilihan untuk mengakkhiri ataukah meneruskan kehamilannya akan dipengaruhi oleh kekuatan resiliensinya saat itu.
