Tingkat Kecemasan (skripsi dan tesis)

 

Cemas sangat berkaitan dengan perasaan tidak pasti dan tidak berdaya. Keadaan emosi ini tidak memiliki objek yang spesifik. Kondisi dialami secara subjektif dan dikomunikasikan dalam hubungan interpersonal. Cemas berbeda dengan rasa takut, yang merupakan penilaian intelektual terhadap sesuatu yang berbahaya. Kapasitas untuk menjadi cemas  diperlukan untuk bertahan hidup, tetapi tingkat cemas yang parah tidak sejalan dengan kehidupan. Rentang respon kecemasan menggambarkan suatu derajat perjalanan cemas yang dialami individu Tingkat Kecemasan adalah suatu rentang respon yang membagi individu
apakah termasuk cemas ringan, sedang, berat atau bahkan panik. Beberapa
kategori kecemasan menurut Stuart (2007):
a. Kecemasan ringan
Kecemasan ringan berhubungan dengan ketegangan yang
menyebabkan individu menjadi waspada dan meningkatkan lapang
persepsinya. Kecemasan ini dapat memotivasi belajar dan
menghasilkan pertumbuhan serta kreativitas.
b. Kecemasan sedang
Kecemasan ini memungkinkan individu untuk berfokus pada hal yang
penting dan mengesampingkan yang lain. Kecemasan sedang ini
mempersempit lapang persepsi individu. Dengan demikian, individu
mengalami tidak perhatian yang selektif namun dapat berfokus pada
lebih banyak area jika diarahkan untuk melakukannya.
c. Kecemasan berat
Pada tingkat kecemasan ini sangat mengurangi lapang persepsi
individu. Individu cenderung berfokus pada sesuatu yang rinci dan
spesifik serta tidak berpikir tentang hal lain. Semua perilaku ditujukan
untuk mengurangi ketegangan. Individu tersebut memerlukan banyak
arahan untuk berfokus pada area lain.
d. Tingkat Panik pada Kecemasan
Tingkat paling atas ini berhubungan dengan terperangah, ketakutan,
dan teror. Hal yang rinci terpecah dari proporsinya. Karena mengalami
kehilangan kendali, individu yang mengalami panik tidak mampu
melalukan sesuatu walaupun dengan arahan. Panik mencakup
disorganisasi kepribadian dan menimbulkan peningkatan aktivitas
motorik, menurunnya kemampuan untuk berhubungan dengan orang
lain, persepsi yang menyimpang, dan kehilangan pemikiran yang
rasional. Tingkat kecemasan ini tidak sejalan dengan kehidupan, jika
berlangsung terus dalam waktu yang lama, dapat terjadi kelelahan dan
kematian.
Serangan panik merupakan periode tersendiri dari kecemasan yang
intens, seseorang dikatakan panik bila memilki sedikitnya empat
gejala berikut yang berkembang cepat dan mencapai puncaknya dalam
10 menit (Stuart, 2007). Terdapat banyak gejala yang menandai
serangan panik yang terjadi pada individu, seperti: Palpitasi, jantung
berdenyut keras dengan frekuensi cepat, dapat pula terjadi keluar
keringat yang berlebihan, gemetar, sesak nafas atau seperti tercekik.
Gejala lain yang dapat terjadi ialah merasa tersedak, nyeri dada, mual
atau distress abdomen, pusing dan ingin pingsan, derealisasi (merasa
tidak nyata) atau depersonalisasi (merasa terasing dari diri sendiri),
takut kehilangan kendali atau menjadi gila, takut mati, parestesia.