Yoga secara teratur dapat menstimulasi saraf tulang punggung. Menstabilkan fungsi kerja tubuh, meningkatkan rasa nyaman, tentram dan bebas stres, memperhalus perasaan, memperbaiki sikap dan perilaku, meningkatkan rasa percaya diri, pola pikir yang lebih positif dan penghargaan terhadap diri sendiri, memperlambat proses penuaan diri, meningkatkan daya ingat, fokus terhadap satu masalah dan meningkatkan kesehatan secara menyeluruh (holistik), keseimbangan kondisi fisik dan kejiwaan seseorang (Muchtar, 2010 dalam Wiria, 2015). Selain dari penjelasan di atas, ada banyak sekali manfaat yang didapatkan dari yoga, beberapa diantaranya adalah: a. Memperbaiki postur tubuh, postur tubuh yang awalnya buruk menjadi lebih baik. Karena tubuh perlu keseimbangan pada tulang punggung dan otot-otot punggung sebagai penyangga tubuh (Stefanus, 2010 dalam Wiria, 2015). b. Mencegah osteoporosis, dengan melakukan pose downward atau upward facing dog dapat membantu untuk menguatkan tulang lengan yang rentan mengalami osteoporosis (Stefanus, 2010 dalam Wiria 2015). c. Latihan yoga memiliki manfaat yang baik bagi tubuh terutama dalam menurunkan tekanan darah, maka senam yoga sangat direkomendasikan pada penderita tekanan darah tinggi. Yoga memiliki efek fisiologis pada kekuatan otot, peningkatan beberapa asanas (posisi tubuh) yang dipercaya dapat mempengaruhi sistem saraf otonom dan kelenjar endokrin yang mengatur fungsi internal termasuk detak jantung dan produksi hormon (Windo, 2015). Ketika seseorang melakukan senam, maka endorphin akan keluar dan ditangkap oleh reseptor di dalam hipothalamus dan sistem limbik yang berfungsi untuk mengatur emosi. Peningkatan endorphin terbukti berhubungan erat dengan penurunan rasa nyeri, peningkatan daya ingat, memperbaiki nafsu makan, kemampuan seksual, tekanan darah dan pernafasan (Sindhu, 2006 dalam Wiria, 2015). d. Selain itu, senam yoga juga dapat melancarkan aliran oksigen di dalam tubuh (Johan, 2011)
