Organisasi sebagai dasar menunjukan adanya pembagian tugas antara individu di dalam organisasi itu dan diklasifikasikan sebagai tenaga pimpinan dan yang dipimpin. Untuk mengawasi proses dalam pelaksanaan tujuan yang ingin dicapai, manager atau administrator membuat peraturan sedemikian rupa sehingga ia tidak perlu berkomunikasi satu per satu dengan seluruh
karyawan. Manager membuat kelompok-kelompok menurut jenis
pekerjaannya dan mengangkat seseorang sebagai penanggung
jawab utama. Sehingga pimpinan cukup berkomunikasi dengan
para penanggung jawab kelompok. Untuk pengaturan dalam sistem komunikasi internal, maka terdapat 2 jenis alur komunikasi, yaitu (Onong Uchjana, 2011:122) :
a. Komunikasi Vertikal
Komunikasi vertical adalah komunikasi yang memiliki arah dari atas ke bawah (downward communication) dan dari bawah ke atas (upward communication). Dalam komunikasi vertical downward, pimpinan memberikan instruksi, petunjuk, informasi, penjelasan, dan lain-lainnya kepada bawahannya.
Dalam komunikasi upward, bawahan memberikan laporan, saran, pengaduan, dan sebagainya kepada pemimpin. Komunikasi vertikal dapat dilakukan secara langsung antara pimpinan tertinggi dengan seluruh karyawan, bisa juga
bertahap melalui divisi-divisi yang banyaknya bergantung pada besarnya organisasi. Komunikasi vertikal yang lancar, terbuka, dan saling mengisi merupakan pencerminan sikap kepemimpinan yang demokratis, yakni jenis kepemimpinan yang paling baik di antara jenis-jenis kepemimpinan lainnya.
b. Komunikasi Horizontal
Komunikasi horizontal ialah komunikasi secara mendatar, antara anggota staf dengan anggota staf, karyawan sesama karyawan, dan sebagainya. Berbeda dengan komunikasi vertikal yang sifatnya lebih formal, komunikasi horizontal
berlangsung tidak formal. Mereka berkomunikasi satu sama lain bukan pada waktu mereka bekerja, melainkan saat istirahat, rekreasi, atau pada waktu pulang kerja. Dalam situasi komunikasi yang seperti ini, desas-desus cepat sekali menyebar yang sering kali mengenai hal-hal yang menyangkut
pekerjaan atau tindakan pimpinan yang merugikan mereka. Menurut Robbins dan Coulter (2007: 322), komunikasi organisasi dapat mengarah kebawah, keatas, lateral atau diagonal.
a. Komunikasi ke bawah
Komunikasi yang mengalir ke bawah dari pemimpin perusahaan ke para karyawan adalah komunikasi ke bawah. Komunikasi ke bawah digunakan untuk memberitahu, mengarahkan, mengoordinasikan, dan mengevaluasi karyawan.
b. Komunikasi ke atas
Komunikasi ke atas adalah komunikasi yang mengarah
dari ke atas dari karyawan ke manajerial yang lebih
tinggi. Para manajer bergantung kepada para karyawannya
untuk mendapatkan informasi. Laporan yang diberikan
kepada para atasan bertujuan untuk memberitahu mereka
tentang perkembangan semua masalah terkini yang terjadi
dalam perusahaan maupun seputar tugas pekerjaan.
c. Komunikasi lateral
Komunikasi lateral adalah komunikasi yang terjadi diantara semua karyawan pada tingkatan organisasi yang sama. Dalam lingkungan sekarang yang mengalami perubahan yang cepat, komunikasi horizontal sering digunakan untuk menghemat waktu dan memudahkan koordinasi.
d. Komunikasi diagonal
Komunikasi diagonal adalah komunkasi yang memotong atau menyamping, baik dalam bidang kerja maupun tingkat organisasi. Contohnya melakukan komunikasi dengan karyawan maupun pemimpin di bagian atau divisi
yang berbeda.
Menurut peneliti, komunikasi dalam organisasi dapat terjadi secara keatas, kebawah, menyamping, dan sesama. Semua kegiatan ini pasti terjadi dan dialami oleh setiap perusahaan, karena dalam suatu perusahaan memerlukan arah komunikasi yang jelas untuk kepentingan pekerjaan masing-masing.
Fungsi Komunikasi Organisasi (skripsi dan tesis)
Fungsi Komunikasi Organisasi (Sasa Djuarsa Senjaya, 2007 : 4.8)
a. Fungsi Informatif
Organisasi sebagai suatu sistem pemrosesan informasi.
Artinya, seluruh anggota dalam organisasi tersebut
memperoleh informasi yang lebih banyak, lebih baik dan
tepat waktu. Informasi yang didapat memungkinkan setiap
anggota organisasi melaksanakan tugasnya secara lebih
pasti. Informasi pada dasarnya diperlukan sebagai arahan
oleh semua individu yang mempunyai perbedaan
kedudukan dalam suatu organisasi. Anggota organisasi
dalam tatanan manajemen membutuhkan informasi untuk
membuat suatu kebijakan organisasi atau untuk mengatasi
konflik yang terjadi di dalam organisasi, sedangkan
anggota organisasi dalam tatanan karyawan (bawahan)
membutuhkan informasi sebagai arahan untuk
melaksanakan pekerjaan.
b. Fungsi Regulatif
Fungsi regulatif berkaitan dengan peraturan-peraturan
yang berlaku dalam organisasi. Pengaruh dari fungsi ini
terhadap organisasi adalah, pertama, atasan dalam tatanan
manajemen (yaitu yang memiliki kewenangan untuk
mengendalikan semua informasi yang disampaikan)
memiliki kewenangan untuk memberi instruksi atau
perintah, sehingga dalam struktur organisasi kemungkinan
mereka ditempatkan pada bagian atas supaya perintah
dilaksanakan sebagaimana mestinya. Kedua, berkaitan
dengan pesan. Pesan regulatif didasarkan oleh orientasi
pada saat kerja. Artinya, bawahan membutuhkan
kepastian peraturan tentang pekerjaan (yang boleh/tidak
boleh dikerjakan).
c. Fungsi Persuasif
Banyak pimpinan yang lebih memilih untuk mempersuasi
bawahannya daripada memberi perintah, karena dalam
mengatur organisasi, kekuasaan dan kewenangan tidak
akan selalu membawa hasil sesuai dengan yang
diharapkan. Pekerjaan yang dilakukan secara sukarela oleh
karyawan akan menghasilkan kepedulian yang lebih besar
dibandingkan apabila pemimpin sering menggunakan
kekuasaan dan kewenangannya terhadap karyawan.
d. Fungsi Integratif
Setiap organisasi berusaha menyediakan saluran
komunikasi yang memungkinkan karyawan dapat
melakukan pekerjaan dengan baik. Terdapat dua saluran
yaitu saluran komunikasi formal (news letter, bulletin,
email) dan saluran komunikasi informal (perbincangan
antar pribadi, masa istirahat kerja, dll).
Menurut Robbins (2003: 4), komunikasi organisasi menjalankan
empat fungsi utama,yaitu : kendali atau pengawasan, motivasi,
pengungkapan emosional dan informasi. Setiap organisasi
mempunyai hierarki atau tatanan atas wewenang dan garis panduan
resmi yang harus dipatuhi oleh karyawan. Komunikasi membantu
perkembangan dalam motivasi dengan memberi arahan kepada para
karyawan apa yang harus dilakukan, seberapa baik kinerja karyawan,
dan apa yang dapat dilakukan untuk memajukan kinerja yang
dibawah standar.
Menurut peneliti, empat fungsi dalam komunikasi organisasi di atas
selalu ada dan terjadi pada setiap organisasi yang berjalan. Fungsifungsi diatas akan sangat dibutuhkan dalam organisasi untuk
kegiatan-kegiatan tertentu yang membutuhkan koordinasi yang besar,
misalnya dalam menggelar event.
Komunikasi Organisasi (skripsi dan tesis)
Definisi komunikasi organisasi adalah suatu sistem yang mapan dari
individu-individu yang bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan bersama,
melalui tatanan jenjang kepangkatan dan pembagian tugas. Organisasi juga
dipandang sebagai suatu struktur yang menjalankan proses pencapaian tujuan yang teratur dimana operasi dan interaksi di antara individu yang satu dengan yang lainnya berjalan secara harmonis, dinamis, dan pasti (Onong Uchjana Effendy, 2011 : 114).
Komunikasi organisasi merupakan arus informasi, pertukaran informasi
dan pemindahan arti di dalam suatu organisasi (Dr. Arni Muhammad, 2009 :
65),. Menurut Katz dan Kahn organisasi adalah sebagai suatu sistem terbuka
yang menerima energi dari lingkungannya dan mengubah energi ini menjadi
produk atau servis dari sistem dan mengeluarkan produk atau servis ini kepada lingkungan.
Menurut peneliti berdasarkan pengertian-pengertian yang telah ada
mengenai komunikasi organisasi, definisi komunikasi organisasi adalah suatu
proses pertukaran informasi dan makna untuk pencapaian tujuan bersama melalui tatanan struktur kewenangan yang berlaku. Terdapat juga peran lingkungan dan budaya yang berpengaruh dalam proses komunikasi organisasi. Seluruh proses komunikasi ini bersifat terikat dan saling ketergantungan. Dalam melaksanakan event diperlukan kekompakan dalam suatu organisasi, karena dengan melakukan komunikasi organisasi yang baik, maka proses perencanaan dan pelaksanaan event dapat berjalan sesuai harapan.
Teknik Komunikasi (skripsi dan tesis)
Teknik komunikasi ialah cara yang dianggap tepat
untuk mengerjakan sesuatu dan merupakan kecakapan yang
dimiliki oleh orang yang memiliki keahlian tertentu.Teknik
komunikasi merupakan keahlian yang dimiliki oleh
seseorang dalam menyampaikan informasi kepada pihak lain
sehingga informasi yang disampaikan dapat diterima dengan
cepat dan tepat oleh penerima informasi. Secara singkat
bahwa teknik komunikasi adalah kecakapan dalam
berkomunikasi.
Beberapa teknik komunikasi,yaitu (1) teknik
kepercayaan, (2) teknik perhubungan, (3) teknik kepuasan,
(4) teknik kejelasan, (5) teknik kesinambungan dan
konsistensi, (6) teknik persesuaian, dan (7) teknik
penggunaan saluran yang tepat.14
1) Teknik Kepercayaan (credibility technique)
berarti antara komunikator dengan komunikan harus
saling mempercayai. Tidak adanya saling percaya akan
menghambat komunikasi.
2) Teknik Perhubungan (context technique)
berarti informasi yang disampaikan harus saling
berhubungan. Antara informasi yangbarudisampaikan
tidak bertentangan dengan informasi yang
terdahulu.Apabila hal ini terjadi harus segera diberi
penjelasan mengapa hal tersebut dapat terjadi.
3) Teknik Kepuasan (content technique)
bahwa komunikasi harus memberikan kepuasan kepada
kedua belah pihak. Hal ini akan terjadi apabila
komunikasi berlangsung secara timbal-balik (dua arah).
4) Teknik Kejelasan (clarity technique)
bahwa informasi yang disampaikan harus jelas.
Kejelasan ini meliputi kejelasan akan isi informasi yang
disampaikan, kejelasan akan tujuan yang akan dicapai,
kejelasan bahasa yang dipergunakan.
5)Teknik Kesinambungan dan Konsistensi (continuity and
consistency technique)
berarti komunikasi hendaknya dilakukan secara terus
menerus dan diusahakan agar informasi yang baru tidak
bertentangan dengan informasi yang terdahulu.
6) Teknik Persesuaian (concord technique)
berarti pengiriman berita harus disesuaikan dengan
kemampuan dan pengetahuan yang pihak penerima
berita, sebaiknya mempergunakan istilah-istilah yang
mudah dimengerti oleh pihak penerima
berita.Pengiriman informasi juga harus disesuaikan
dengan situasi dan kondisi yang memungkinkan
informasi itu dapat diterima dengan baik oleh
komunikan. Dalam hal ini dapat kita ambil contoh
misalnyya seorang bawahan akan mengajukan suatu
program kepada pimpinan. Apabila program itu
diajukan pada saat pimpinan sedang menghadapi
persoalan yang berat, sudah tentu program tersebut
tidak akan diterima. Kemungkinan besar program itu
akan diterima apabila diajukan pada saat pimpinan
sedang santai, pada waktu istirahat, makan bersama dan
sebagainya.
7) Teknik Penggunaan Saluran Yang Tepat(channels of
distribution technique)
berarti bahwa dalam penyampaian informasi
hendaknya dipakai saluran-saluran komunikasi yang
sudah biasa dipergunakan dan sudah dikenal oleh para
pegawai. Saluran komunikasi yang dipergunakan
hendaknya juga disesuaikan dengan jenis dan sifat
informasi yang akan disampaikan. Informasi yang
sangat penting dan bersifat rahasia lebih tepat apabila
disampaikan secara lisan (melalui telepon, atau
melalui tatap muka)
Tahapan Dalam Komunikasi (skripsi dan tesis)
Komunikasi dikatakan berhasil apabila penerima pesan memahami pesan sebagaimana yang dimaksudkan oleh pengirim pesan. Menurut Bovee dan Thill dalam buku Business Communication Today, mengatakan bahwa proses
komunikasi terdiri dari atas enam tahap, yaitu:
1. Tahap Pertama: Pengirim memiliki suatu ide atau gagasan
Sebelum proses penyampaian pesan dapat dilakukan, pengirim pesan harus menyiapkan ide atau gagasan yang ingin disampaikan kepada pihak lainatau
audiens. Ide satu orang dengan orang yang akan
disampaikan mungkin akan berbeda, bahkan seseorang
yang mengalami pengalaman yang sama terhadap suatu
hal, akan memiliki kesan yang tidak serupa.
2. Tahap Kedua: Pengirim merubah ide menjadi suatu pesan
Dalam suatu proses komunikasi, tidak semua ide
dapat diterima atau dimengerti secara sempurna. Proses
komunikasi dimulai dengan adanya ide dalam pikiran,
lalu diubah ke dalam bentuk pesan-pesan seperti dalam
bentuk kata-kata, ekspresi wajah, dan sejenisnya untuk
kemudian disampaikan kepada orang lain.
3. Tahap Ketiga: Pengirim menyampaikan pesan
Setelah mngubah ide ke dalam suatu pesan, tahap
berikutnya adalah menyampaikan pesan melalui berbagai
saluran yang ada kepada si penerima pesan. Saluran
komunikasi yang digunakan untuk menyampaikan pesan
terkadang relatif pendek, tetapi ada juga yang cukup
panjang. Panjang pendeknya saluran komunikasi yang
digunakan akan berpengaruh terhadap efektivitas
penyampaian pesan.
4. Tahap Keempat: Penerima pesan menerima pesan
Komunikasi antara seseorang dengan orang lain
akan terjadi, bila pengirim mengirimkan suatu pesan dan
penerima pesan menerima pesan tersebut. Sebagai contoh
jika seseorang mengitrim sepucuk surat, komunikasi baru
bisa terjalin bila penerima surat telah membaca dan
memahami isinya. Dan jika seseorang menyampaikan
pidato di hadapan umum, para pendengar sebagai audiens
harus dapat mendengar apa yang dikatakan dan
memahami pesan-pesan yang ingin disampaikan.
5. Tahap Kelima: Penerima menafsirkan pesan
Setelah penerima menerima pesan, tahap
berikutnya adalah bagaimana ia dapat menafsirkan pesan
tersebut. Suatu pesan yang dikirimkan harus mudah
dimengerti dan tersimpan dibenak pikiran si penerima.
Selanjutnya, suatu pesan baru dapat ditafsirkan secara
benar bila penerima pesan telah memahami isi pesan
sebagaimana yang dimaksudkan oleh si pengirim.
Menafsirkan pesan (to interpret) berarti menguraikan
atau memahami suatu pesan dengan cara tertentu.
6. Tahap keenam: Penerima memberi tanggapan dan umpan
balik Umpan balik atau feedback adalah penghubung
akhir dalam suatu mata rantai komunikasi. Umpan balik
itu merupakan suatu tanggapan penerima pesan yang
memungkinkan pengirim untuk menilai efektivitas suatu
pesan. Feedback ini bisa berupa suatu sinyal yang
bentuknya dapat berupa senyuman, tertawa, sikap
murung, atau bahkan memberi komentar. Adanya umpan
balik akan dapat menunjukkan adanya faktor-faktor
penghambat komuniukasi, misalnya perbedaan latar
belakang, perbedaan penafsiran kata, dan perbedaan
reaksi secara emosional.
Elemen Dalam Komunikasi (skripsi dan tesis)
Terdapat beberapa elemen-elemen dalam komunikasi, diantaranya sebagai berikut:
1. Source (sumber)
Source atau sumber adalah seseorang yang membuat keputusan untuk berkomunikasi.Sering disebut juga dengan pengirim (sender), penyandi (encoder), komunikator, pembicara (speaker).
2. The message (pesan)
Pesan adalah apa yang dikomunikasikan oleh sumber kepada penerima. Pesan merupakan seperangkat simbol verbal maupun nonverbal yang berisi ide, sikap dan nilai komunikator.Pesan memiliki tiga komponen yaitu; (1) makna, (2) simbol yang digunakan untuk menyampaikan makna, (3) bentuk atau organisasi pesan.
3. The cannel (saluran)
Saluran adalah alat atau wahana yang digunakan sumber untuk menyampaikan pesannya kepada penerima.
4. The receiver (penerima)
Adalah orang yang menerima pesan.Penerima sering disebut juga dengan sasaran/ tujuan (destinationion), penyandi balik (decoder), khalayak
(audience), pendengar (listener), atau penafsir (interpreter).
5. Barriers (hambatan)
Hambatan adalah faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kesalahan pemaknaan pesan yang komunikator sampaikan kepada penerima.Hambatan ini bisa berasal dari pesan, saluran, dan pendengar.
6. Feedback (umpan balik)
Adalah reaksi dan respon pendengar atas komunikasi yang komunikator lakukan.Feedback bisa dalam bentuk komentar atau tertulis, surat.
7. The situation (situasi)
Adalah salah satu elemen yang paling penting dalam proses komunikasi. Situasi atau keadaan selama komunikasi berlangsung berpengaruh terhadap mood pembicara maupun pendengar, saluran/ media yang dipakai, dan feedback audience
Tujuan Komunikasi (skripsi dan tesis)
Menurut Widjaya pada umumnya komunikasi memiliki beberapa tujuan, antara lain :
a. Supaya pesan yang disampaikan dapat dimengerti, maka komunikator harus menjelaskan kepada komunikan (penerima) dengan sebaik-baiknya dan tuntas sehingga mereka dapat mengerti dan mengikuti apa yang kita maksudkan.
b. Memahami orang lain, komunikator harus mengerti benar aspirasi masyarakat tentang apa yang diinginkan mereka.
c. Supaya gagasan dapat diterima orang lain, maka komunikator harus berusaha agar gagasan kita dapat diterima orang lain dengan pendekatan persuasif bukan memaksakan kehendak.
d. Untuk dapat menggerakkan orang lain dalam melakukan sesuatu.
Komunikasi yang dilakukan dalam berorganisasi tentunya memiliki tujuan yang ingin dicapai. Krizan menyatakan bahwa setidak-tidaknya terdapat empat tujuan komunikasi yaitu:
1. Penerima pesan dapat memahami pesan yang disampaikan oleh pengirim. Agar diperoleh pemahaman atas pesan yang disampaikan, pesan tersebut haruslah jelas dan baik. Pengirim maupun penerima harus memiliki makna yang sama terhadap pesan yang disampaikan.
2. Penerima pesan memberikan tanggapan terhadap pesan yang disampaikan (respon penerima). Tujuan selanjutnya dari komunikasi yang dilakukan oleh menajer adalah agar pihak yang diajak berkomunikasi memberikan tanggapan
atas pesan yang disampaikan. Tanggapan itu bisa berupa tanggapan positif, negatif, maupun netral.
3. Membangun hubungan saling menguntungkan (favorable relationship). Tujuan ini dimaksudkan agar terciptanya hubungan saling menguntungkan antara pihak-pihak yang terlibat dalam komunikasi.
4. Membangun nama baik organisasi (organizational Goodwill). Dengan komunikasi yang baik kepada internal stakeholders maupun external holders, organisasi dapat membangun nama baik organisasi itu.
Jadi secara singkat dapat dikatan bahwa komunikasiitu bertujuan memperoleh pengertian, dukungan, gagasan, dan tindakan. Setiap kali kita bermaksud mengadakan komunikasi maka kita perlu meneliti apa yang menjadi tujuan kita. Selain dari pada itu, komunikasi juga menyertakan bahasa yang
komunikatif.
Pengertian Komunikasi (skripsi dan tesis)
Istilah komunikasi dalam bahasa Inggris communication mempunyai banyak arti. Menurut asal katanya (etimologi), istilah komunikasi berasal dari bahasa
latin, yaitu communis, yang berarti sama (common). Dari kata communisberubah menjadi kata kerja communicare, yang berarti menyebarkan atau memberitahukan informasi kepada pihak lain guna mendapatkan pengertian yang sama.
Dalam kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) “komunikasi adalah pengiriman dan penerimaan pesan dan berita antara dua orang atau lebih sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami”.
Gerald R. Miller yang dikutip oleh Deddy Mulyana menjelaskan pengertian komunikasi sebagai berikut “komunikasi terjadi jika suatu sumber menyampaikan suatu pesan kepada penerima dengan niat yang disadari
untuk mempengaruhi perilaku penerima”.
Sedangkan menurut Stoner, Freeman, dan Gilbert (1995) mendefinisikan komunikasi sebagai the process by which people attempt to share meaning via the transmission of symbolic messages. Komunikasi adalah proses dimana seseorang berusaha untuk memberikan pengertian atau pesan kepada orang lain melalui pesan simbolis. Komunikasi bisa dilakukan secara langsung
maupun tidak langsung, dengan menggunakan berbagai media komunikasi yang tersedia.Komunikasi langsung berarti komunikasi disampaikan tanpa penggunaan mediator atau perantara, sedangkan komunikasi tidak
langsung berarti sebaliknya. Senada dengan itu, Everest M. Rogers menyatakan bahwa “komunikasi adalah proses dimana suatu ide dialihkan dari sumber kepada satu penerima atau lebih dengan maksud mengubah tingkah laku mereka. Sedangkan menurut Anwar Arifin komunikasi berarti suatu
upaya bersama-sama orang lain, atau membangun kebersamaan dengan orang lain dengan membentuk perhubungan.
Dari definisi-definisi diatas dapat disimpulkan
bahwa komunikasi adalah proses penyampaian informasi
dan pengertian dari seorang kepada orang lain, baik verbal
maupun non verbal melalui simbol-simbol ataupun isyaratisyarat asalkan komunikasi itu dapat dipahami dan
dimengerti oleh kedua belah pihak. Dalam keadaan seperti
inilah baru dapat dikatakan komunikasi telah berhasil baik
(komunikatif). Jadi, komunikasi adalah pernyataan
manusia, sedangkan pernyataan itu dapat dilakukan dengan
kata-kata tertulis ataupun lisan, disamping itu dapat
dilakukan juga dengan isyarat-isyarat atau simbol-simbol.
Komunikasi Interpersonal/Antar Personal (skripsi dan tesis)
Menurut Carl I. Hovland, ilmu komunikasi adalah upaya yang sistematis
untuk merumuskan secara tegas asas-asas penyampaian informasi serta
pembentukan pendapat dan sikap. Secara garis besar dapat disimpulkan bahwa komunikasi adalah penyampaian informasi dan pengertian seseorang terhadap orang lain (Effendy, 2007:9).
R. Wayne Pace mengemukakan bahwa komunikasi antarpribadi atau
communication interpersonal merupakan proses komunikasi yang berlangsung antara dua orang atau lebih secara tatap muka dimana pengirim dapat menyampaikan pesan secara langsung dan penerima pesan dapat menerima dan menanggapi secara langsung.11 Komunikasi interpersonal merupakan komunikasi yang pesannya dikemas dalam bentuk verbal atau nonverbal, seperti komunikasi pada umumnya komunikasi interpersonal selalu mencakup dua unsur pokok yaitu isi pesan dan bagaimana isi pesan dikatakan atau dilakukan secara verbal atau nonverbal. Dua unsur tersebut sebaiknya diperhatikan dan dilakukan berdasarkan pertimbangan situasi, kondisi, dan keadaan penerima pesan.
Komunikasi interpersonal merupakan kegiatan aktif bukan pasif.
Komunikasi interpersonal bukan hanya komunikasi dari pengirim pada penerima pesan, begitupula sebaliknya, melainkan komunikasi timbal balik antara pengirim dan penerima pesan. Komunikasi interpersonal bukan sekedar serangkaian rangsangan-tanggapan, stimulus-respon, akan tetapi serangkaian proses saling menerima, penyeraan dan penyampaian tanggapan yang telah diolah oleh masingmasing pihak. Komunikasi Interpersonal juga berperan untuk saling mengubah dan mengembangkan. Dan perubahan tersebut melalui interaksi dalam komunikasi, pihak-pihak yang terlibat untuk memberi inspirasi, semangat, dan dorongan agar dapat merubah pemikiran, perasaan, dan sikap sesuai dengan topik yang dikaji bersama. Komunikasi interpersonal atau komunikasi antar pribadi adalah proses pertukaran informasi serta pemindahan pengertian antara dua orang atau lebih di dari suatu kelompok manusia kecil dengan berbagai efek dan umpan balik Agar komunikasi interpersonal yang dilakukan menghasilkan hubungan interpersonal yang efektif dan kerjasama bisa ditingkatkan maka kita perlu bersikap terbuka, sikap percaya, sikap mendukung, dan terbuka yang mendorong timbulnya sikap yang paling memahami, menghargai, dan saling mengembangkan kualitas. Hubungan interpersonal perlu ditumbuhkan dan ditingkatkan dengan memperbaiki hubungan dan kerjasama antara berbagai pihak. Komunikasi interpersonal dinyatakan efektif bila pertemuan komunikasi merupakan hal yang menyenangkan bagi komunikan.
Kajian Budaya (skripsi dan tesis)
Menurut Koentjaraningrat memberikan definisi budaya sebagai sistem
gagasan, tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar (Koentjaraningrat, 1990: 180). Dan, James Spradley nampaknya hampir sependapat dengan Koentjaraningrat. Ia mengatakan budaya merupakan sistem pengetahuan yang diperoleh manusia melalui proses belajar, yang kemudian mereka gunakan untuk menginterpretasikan dunia sekelilingnya, sekaligus untuk menyusun strategi perilaku dalam menghadapi dunia sekitar.
Kajian budaya di Indonesia di pelopori oleh jurnal Kalam (pertama terbit
1994) yang menyegarkan peneliti kebudayaan. Kalam menunjukkan bahwa
kebudayaan itu bisa diselidiki dengan cara yang berbeda yang ditunjukkan oleh prisma (jurnal berpengaruh tahun 70-an dan 80-an). Kalam muncul ketika masih hangat-hangatnya perdebatan tentang pascamodernisme. Berbeda dengan prisma, penelitian kebudayaan yang dimuat di Kalam itu lebih sadar akan pluralisme kebudayaan dan keterkaitan antara kekuasaan dengan kebudayaan. Jurnal-jurnal lain yang juga turut merintis penelitian kebudayaan di Indonesia adalah :
a. Horison (terbit pertama 1966)
b. Ulumul Qur‟an (sudah tidak terbit)
c. Basis
d.Jurnal Seni Pertunjukkan
e. Jurnal Perempuan
Disamping jurnal-jurnal tersebut ada juga pendorong tumbuhnya kajian budaya di Indonesia melalui beberapa diskusi, debat, seminar ataupun konferensi misalnya perdebatan sastra kontekstual pada pertengahan tahun ‟80-an. Dalam terminologi disiplin Kajian Budaya (Cultural Studies) menyajikan
bentuk kritis atas definisi budaya yang mengarah pada “the complex everyday
world we all encounter and through which all move”.9 Budaya secara luas adalah proses kehidupan sehari-hari manusia dalam skala umum, mulai dari tindakan hingga cara berpikir, sebagaimana konsep budaya yang dijabarkan oleh Kluckhohn. Pengertian ini didukung juga oleh Clifford Geertz, kebudayaan
didefinisikan serangkaian aturan-aturan, resep-resep, rencana-rencana dan
petunjuk-petunjuk yang digunakan manusia untuk mengatur tingkah lakunya.
Menurut Barker, inti kajian budaya bisa dipahami sebagai kajian tentang
budaya sebagai praktik- praktik pemaknaan dari representasi. Kajian budaya bersandar pada asumsi bahwa konsumsi menentukan produksi daripada cara lain disekitarnya. Sehingga, „gaya hidup‟ masyarakat (yang menjadi cara lain dalam menunjukkan komoditas yang mereka konsumsi dan bagaimana mereka mengkonsumsinya) dianggap lebih penting, dalam hal ini, daripada hubungan tenaga kerja yang harus mereka masuki sebagai kondisi awal yang dibutuhkan pada proses konsumsi. Pendapat semacam ini menyimpulkan bahwa penanda dan keyakinan yang menempatkan seseorang dalam budaya sebagai pria dan wanita, orang kulit hitam, bangsa Latin, homo, dan lain-lainnya merupakan faktor yang lebih penting yang menunjukkan identitas mereka
Bahasa Verbal dan Non Verbal Dalam Komunikasi (skripsi dan tesis)
Dalam kebanyakan peristiwa komunikasi yang berlangsung, hampir
selalu melibatkan penggunaan lambang-lambang verbal dan non verbal secara
bersama-sama. Dalam banyak tindakan komunikasi, bahasa nonverbal menjadi komplemen atau pelengkap bahasa verbal. Lambang-lambang nonverbal juga dapat berfungsi kontradiktif, pengulangan, bahkan pengganti ungkapan-ungkapan verbal, misalnya ketika seseorang mengatakan terima kasih (bahasa verbal) maka orang tersebut akan melengkapinya dengan tersenyum (bahasa non verbal). Maka komunikasi tersebut merupakan contoh bahwa perilaku verbal dan perilaku nonverbal bekerja bersama-sama dalam menciptakan makna suatu perilaku komunikasi.
a) Bahasa Verbal
Bahasa dan kata-kata merupakan bagian penting dalam cara
pengemasan pesan-pesan. Salah satu fenomena yang mempengaruhi
proses komunikasi antar budaya adalah proses komunikasi verbal. Pada
dasarnya, bahasa verbal dan nonverbal tidak terlepas dari konteks
budaya. Tidak mungkin bahasa terpisah dari budaya. Setiap budaya
mempunyai system bahasa yang memungkinkan orang untuk
berkomunikasi dengan orang lain. Budaya dibentuk secara kultural, dan
karena itu dia merefleksikan nilai-nilai dari budaya.
b) Bahasa Non Verbal
Manusia dipersepsikan tidak hanya melalui bahasa verbalnya,
bagaimana bahasanya (halus, kasar, intelektual, mampu berbahasa asing
dan sebagainya), namun juga melalui perilaku nonverbalnya. Lewat
perilaku nonverbalnya, kita dapat mengetahui suasana emosional
seseorang, apakah ia sedang bahagia, bingung atau sedih. Kesan awal
kita pada seseorang sering didasarkan pada perilaku nonverbalnya yang
mendorong kita untuk mengenalnya lebih jauh. Secara sederhana, pesan nonverbal adalah semua isyarat yang bukan kata-kata. Istilah nonverbal biasanya digunakan untuk melukiskan semua peristiwa komunikasi di luar kata-kata terucap dan tertulis. Pada saat yang sama kita harus menyadari bahwa banyak peristiwa dan perilaku nonverbal ini ditafsirkan melalui simbol-simbol verbal. Dalam pengertian ini, peristiwa dan perilaku nonverbal itu tidak
sungguh-sungguh bersifat nonverbal. Bahasa verbal dan nonverbal dalam kenyataannya jalin menjalin dalam suatu aktivitas komunikasi tatap muka. Keduanya dapat berlangsung spontan dan serempak.
Menurut Samovar, pesan-pesan nonverbal dibagi menjadi dua kategori
besar, yakni: pertama, perilaku yang terdiri dari penampilan, gerakan dan postur tubuh, ekspresi wajah, kontak mata, sentuhan, bau-bauan dan parabahasa. Kedua, ruang, waktu, dan diam. Sebagaimana bahasa verbal yang tidak terlepas dari budaya, begitu pula dengan bahasa nonverbal. Perilaku nonverbal seseorang adalah akar budaya seseorang tersebut. 7 Oleh karena itu, posisi komunikasi nonverbal memainkan bagian yang penting dan sangat dibutuhkan dalam interaksi komunikatif di antara orang dari budaya yang berbeda.
Hubungan antara komunikasi verbal dengan kebudayaan jelas adanya,
apabila diingat bahwa keduanya dipelajari, diwariskan dan melibatkan pengertianpengertian yang harus dimiliki bersama. Dilihat dari ini, dapat dimengerti mengapa komunikasi nonverbal dan kebudayaan tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Sebagaimana aspek verbal, komunikasi nonverbal juga tergantung atau ditentukan oleh kebudayaan, dimana kebudayaan menentukan perilaku-perilaku nonverbal yang mewakili atau melambangkan pemikiran, perasaan, keadaan tertentu dari komunikator dan kebudayaan menentukan kapan waktu yang tepat atau layak untuk mengkomunikasikan pemikiran, perassan, keadaan internal. Oleh karena itu, meskipun perilaku-perilaku yang memperlihatkan emosi ini banyak yang bersifat universal, tetapi ada perbedaan-perbedaan kebudayaan dalam menentukan bilamana oleh siapa dan dimana emosi-emosi itu dapat diperlihatkan
Pola Komunikasi (skripsi dan tesis)
Dalam melakukan komunikasi, diperlukan suatu proses yang
memungkinkannya untuk melakukan komunikasi secara efektif. Proses
komunikasi inilah membuat komunikasi berjalan dengan baik untuk mencapai
tujuannya. Adanya proses komunikasi, berarti terdapat suatu alat yang digunakan sebagai cara dalam berkomunikasi.
Pengertian dari pola komunikasi adalah proses yang dirancang untuk
mewakili kenyataan keterpautannya unsur-unsur yang di cakup beserta
keberlangsunganya. Hal ini untuk memudahkan pemikiran secara sistematik dan logis. Komunikasi adalah salah satu bagian dari hubungan antar manusia baik individu maupun kelompok dalam kehidupan sehari-hari dari pengertian ini jelas bahwa komunikasi melibatkan sejumlah orang dimana seorang menyatakan sesuatu kepada orang lain, jadi yang terlibat dalam komunikasi itu adalah manusia itu juga.
Komunikasi berawal dari gagasan yang ada pada seseorang, gagasan itu
diolahnya menjadi pesan dan dikirimkan melalui media tertentu kepada orang lain sebagai penerima. Kegiatan berkomunikasi juga memiliki polanya sendiri. Pola komunikasi terdiri atas beberapa macam, antara lain;5
1) Pola Komunikasi Primer
Pola komunikasi primer adalah proses penyampaian pikiran dan atau
perasaan seseorang kepada orang lain dengan menggunakan lambang
(symbol) sebagai media. Lambang sebagai media primer dalam proses
komunikasi seperti bahasa, isyarat, gambar, warna, dan lain sebagainya.
Simbol ini secara langsung mampu menyampaikan pikiran atau perasaan
komunikator kepada komunikan.
2) Pola Komunikasi Sekunder
Pola komunikasi sekunder adalah proses penyampaian pesan oleh
seseorang kepada orang lain dengan menggunakan alat atau sarana sebagai
media kedua setelah memakai lambang sebagai media pertama. Proses
komunikasi sekunder merupakan sambungan dari komunikasi primer
untuk menembus dimensi ruang dan waktu. Surat, telepon, surat, majalah,
radio, televisi, film, internet, dan lain-lain adalah media kedua yang sering
digunakan dalam komunikasi. Media kedua ini akan memudahkan proses komunikasi dengan meminimalisir berbagai keterbatasan manusia
mengenai jarak, ruang, dan waktu.
3) Pola Komunikasi Linear
Linear di sini mengandung makna yang berarti perjalanan dari
satu titik ke titik yang lain secara lurus, berarti penyampaian pesan oleh
komunikator kepada komunikan sebagai titik terminal. Oleh karena itu,
dalam proses komunikasi ini biasanya terjadi dalam komunikasi tatap
muka (face to face), tetapi juga adakalanya komunikasi bermedia. Pada
proses komunikasi ini, pesan yang disampaikan akan efektif apabila ada
perencanaan sebelum melaksanakan komunikasi.
4) Pola Komunikasi Sirkular
Sirkular secara harfiah berati bulat, bundar, atau keliling. Dalam
proses sirkular itu terjadinya feedback atau umpan balik, yaitu terjadinya
arus dari komunikan kekomunikator, sebagai penentu utama keberhasilan
komunikasi. Dalam pola komunikasi seperti ini, proses komunikasi
berjalan terus yaitu adanya umpan balik antara komunikator dan
komunikan.
Teori Komunikasi (skripsi dan tesis)
Istilah “komunikasi” berasal dari bahasa latin “communicatus” atau
communicatio atau communicare yang berarti “berbagi” atau “menjadi milik
bersama”. Sedangkan menurut kamus bahasa Indonesia, kata komunikasi
mengacu pada suatu upaya yang bertujuan untuk mencapai kebersamaan. Menurut Webster New Collogiate Dictionary komunikasi adalah suatu proses pertukaran informasi di antara individu melalui sistem lambang-lambang, tanda-tanda atau tingkah laku.
Para ahli mendefinisikan komunikasi menurut sudut pandang mereka
masing-masing. Ingat bahwa sejarah ilmu komunikasi, ia dikembangkan dari
ilmuwan berasal dari berbagai disiplin ilmu. Berikut ini adalah beberapa definisi
tentang komunikasi yang dikemukakan oleh para ahli sebagai berikut:2
1) Carl Hovland, Janis dan Kelley mengartikan komunikasi adalah
suatu proses melalui dimana seseorang yaitu komunikator
menyampaikan stimulus biasanya dalam bentuk kata-kata dengan
tujuan mengubah atau membentuk perilaku khalayak.
2) Bernard Berelson dan Gary A. Steiner mengemukakan bahwa
komunikasi adalah proses penyampaian informasi, gagasan, emosi, dan lain-lain melalui penggunaan simbol-simbol seperti kata-kata,
gambar, angka-angka, dan lainnya.
3) Menurut Gode, komunikasi adalah suatu proses yang membuat
sesuatu dari semula yang dimiliki oleh seseorang (monopoli
sesorang) menjadi dimiliki oleh dua orang atau lebih.
Berdasarkan pendapat dari para ahli di atas, maka dapat disimpulkan
bahwa ilmu komunikasi adalah ilmu yang mempelajari usaha manusia dalam
menyampaikan isi pernyataan kepada manusia lainnya. Selanjutnya, unsur-unsur dalam proses komunikasi antara lain meliputi :
1) Komunikator-Isi pernyataan-Komunikan
Komunikator menyampaikan isi pernyataaan (pesan) kepada komunikan.
Sementara itu, komunikan menerima isi pernyataan dari komunikator. Isi
pernyataan yang disampaikan komunikator mempunyai daya pengaruh
terhadap komunikan. Daya pengaruh tersebut ditentukan oleh penguasan
ruang dan waktu serta kecepatan sampainya isi pesan dari komunikator
kepada komunikan.
2) Tindak Komunikasi
Tindak komunikasi adalah penyampaian isi pernyataan dari komunikator
kepada komunikan.
3) Saluran Komunikasi
Saluran komunikasi adalah jalan yang dilalui isi pernyataan komunikator
kepada komunikan atau jalan yang dilalui feedback (umpan balik)
komunikan kepada komunikator.
4) Peralatan Tubuh Manusia
Dalam diri manusia, komunikator menggunakan peralatan rohaniah seperti
hati nurani, akal, budi, serta naluri. Sedangkan peralatan jasmaniah seperti
mulut, telingga, kaki, tangan, mata, dan sebagainya. Baik komunikator
maupun komunikan adalah manusia. Sebab itu baik komunikator maupun
komunikan menggunakan peralatan jasmaniah dan peralatan rohaniah
dalam proses komunukasi.
Model Framing Menurut Zhongdang Pan dan Kosicki (skripsi dan tesis)
Menurut Zhongdang Pan dan Kosicki, Framing adalah strategi
konstruksi dan memproses berita. Perangkat kognisi yang digunakan
dalam mengkode informasi, menafsirkan peristiwa, dan dihubungkan
dengan rutinitas dan konvensi pembentukan makna.29 Dalam model
analisis Pan dan Kosicki terdapat dua konsepsi dari framing yang
saling berkaitan yaitu konsepsi psikologis dan sosiologis. Dalam
konsepsi psikologis, framing berkaitan dengan struktur dan proses
kognitif karena lebih menekankan bagaimana seseorang memproses
informasi dari dalam dirinya, sedangkan konsepsi sosiologis, frame
berfungsi membuat suatu realitas menjadi teridentifikasi, dipahami dan
dapat dimengerti karena sudah di labeli dengan label tertentu.30
Model analisis framing milik Zhongdang Pan dan Kosicki adalah
salah satu model yang paling populer dan banyak dipakai untuk
menganalisa sebuah media dalam mengkonstruksi suatu teks berita.
Model ini dipilih oleh peneliti karena pengutipan sumber berita
menjadi salah satu aspek penting untuk dikupas dan diteliti, hal ini
karena pengutipan sumber turut menentukan objektivitas berita.
Sementara itu, dalam pemberitan media asing online CNN.com
mengenai peristiwa serangan di Jakarta beberapa teks berita
menampilkan kutipan dari pihak tertentu yang mana hal tersebut dapat
berdampak mempengaruhi masyarakat global, terlebih lagi masyarakat
dunia. Secara umum situs media online dapat dicakup atau diakses
oleh khalayak luas. Selain itu peneliti memilih model Zhongdang Pan dan Kosicki dibandingkan model framing lain karena model ini
memiliki pisau analisis yang paling tajam dan rinci untuk membedah
framing dalam suatu pemberitaan.
Analisis framing model Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki
memiliki empat struktur besar, diantaranya: Pertama, struktur
sintaksis. Sintaksis berhubungan dengan bagaimana wartawan
menyusun peristiwa dalam bentuk susunan umum berita. Dapat
diamati di bagian bagan berita (headline, lead, latar informasi, kutipan
sumber, pernyataan, penutup). Kedua, struktur skrip. Skrip
berhubungan dengan bagaimana mengisahkan atau menceritakan
peristiwa ke dalam bentuk berita. Ketiga, struktur tematik. Tematik
berhubungan dengan bagaimana wartawan mengungkapkan pandangan
atas peristiwa ke dalam proposis, kalimat atau hubungan antar kalimat
yang membentuk teks secara keseluruhan. Keempat, struktur retoris.
Retoris berhubungan dengan bagaimana wartawan menekankan arti
tertentu ke dalam berita. Struktur ini melihat bagaimana wartawan
memakai pilihan kata, idiom, grafik dan gambar yang dipakai bukan
hanya mendukung tulisan, melainkan juga menekankan arti tertentu
kepada pembaca
Analisis Framing (skripsi dan tesis)
Framing didefinisikan sebagai proses membuat suatu pesan lebih
menonjol, menempatkan informasi lebih daripada yang lain sehingga
khalayak lebih tertuju pada pesan tersebut. Konsep framing telah
digunakan secara luas dalam literatur ilmu komunikasi untuk
menggambarkan proses penyeleksian dan penyorotan aspek-aspek
khusus sebuah realita oleh media. Dalam ranah studi komunikasi,
analisis framing mewakili tradisi yang mengedepankan pendekatan
atau perspektif multidisipliner untuk menganalisis fenomena atau
aktivitas komunikasi. Analisis framing digunakan untuk membedah
cara-cara atau ideologi media saat mengkonstruksikan fakta. Analisis
ini mencermati strategi seleksi, penonjolan, dan tautan fakta ke dalam
berita agar lebih bermakna, lebih menarik, lebih berarti atau lebih
diingat, untuk menggiring interpretasi khalayak sesuai perspektifnya.
Pada dasarnya analisis framing merupakan versi terbaru dari
pendekatan analisis wacana, khususnya untuk menganalisis teks
media. Gagasan framing pertama kali dilontarkan oleh Baterson tahun
1955. Mulanya frame dimaknai sebagai struktur konseptual atau
kepercayaan yang mengorganisir pandangan politik, kebijakan, dan
wacanan serta yang menyediakan kategori-kategori standar untuk mengapresiasi realitas. Konsep ini kemudian dikembangkan lebih jauh
oleh Goffman pada 1974, yang mengandalkan frame sebagai kepingkepingan perilaku (strips of behavior) yang membimbing individu
dalam membaca realitas.26
Dalam perspekif komunikasi, analisis framing dipakai untuk
membedah cara-cara atau ideologi media saat mengkonstruksi fakta.
Dengan kata lain framing adalah pendekatan untuk mengetahui
bagaimana perspektif atau cara pandang yang digunakan oleh
wartawan ketika menyeleksi isu dan menulis berita.27 Pembingkaian
berita juga memiliki pengaruh-pengaruh yang sulit dipahami dan
sangat kuat daripada prasangka dalam berita. Pembaca ataupun
khalayak penerima isi berita mungkin bisa mengetahui bahwa sebuah
cerita berprasangka terhadap seorang calon politik tertentu. Tetapi
mereka tidak bisa mengetahui dengan mudah karena kejadian berita itu
dikemas dalam jenis cerita tertentu.
Analisis Isi (skripsi dan tesis)
Menurut Eriyanto (2013: 15) Analisis isi didefinisikan sebagai suatu teknik penelitian ilmiah yang ditujukan untuk mengetahui gambaran karakteristik isi dan menarik inferensi dari isi, serta ditujukan untuk mengidentifikasi secara sistematis isi komunikasi yang tampak.
Menurut Holsti (dalam Eriyanto,2013: 33) terdapat 4 (empat) desain analisis isi yang umumnya dipakai untuk :Pertama, analisis isi yang dipakai untuk menggambarkan pesan dari sumber yang sama tetapi dalam waktu yang berbeda. Biasanya dipakai untuk mengetahui kecenderungan tren dari suatu pesan komunikasi dengan perbandingan waktu. Contoh, mengetahui tren iklan di televisi anak-anak dari decade ke decade, seperti yang dilakukan Alexander et al (1998). Kedua, analisis isi dipakai untuk melihat pesan pada situasi yang berbeda. Situasi yang berbeda dapat diartikan sebagai perbedaan konteks budaya, sosial dan politik. Secara singkat, Analisis isi yang mendapat sumber data (pesan) yang sama, akan tetapi dalam konteks yang berbeda. Dalam karakteristik kali ini, penelitian biasanya melakukan perbandingan isi pesan dari konteks-konteks tersebut. Contoh, penelitian dari Ji and McNeal (2001) tentang iklan anak-anak di Amerika dan Cina. Ketiga, analisis Isi dipakai untuk melihat pesan pada khalayak yang berbeda. Pengertian khalayak di sini dapat diartikan sebagai pembaca atau penonton media yang mempunyai karakter berbeda. Desain memasukan pesan dari sumber yang sama (satu), akan tetapi untuk pemirsa yang berbeda. Contoh, penelitian Kolbe dan Albanese (1996) tentang bagaimana tampilan iklan laki-laki dalam majalah dengan segmen yang berbeda. Keempat, analisis isi dipakai untuk melihat pesan dari komunikator yang berbeda. Penelitian disain ini ingin melihat kasus yang sama dan bagaimana komunikator yang berbeda akan menghasilkan isi (konten) yang berbeda dari kasus yang sama akan tetapi hal yang paling penting dalam analisis isi adalah mengetahui pendekatan yang digunakan.
Asal Berita (skripsi dan tesis)
Asal berita menurut Eriyanto (2013: 226), merujuk kepada dari mana berita ini didapat oleh wartawan, apakah dari liputan lagsung ataukah dari sumber lain. Penjelasanya sebagai berikut :
1. Liputan wartawan surat kabar. Berita didapatkan dari liputan langsung wartawan (liputan, wawancara)
2. Kantor berita Indonesia. Berita didapatkan dari Kantor berita Indonesia.
3. Kantor berita Asing. Berita didapatkan dari kantor berita luar negeri.
4. Mengutip media dari Indonesia. Berita mengutip dari berita lain, baik surat kabar, radio, televisi ataupun dotcom.
5. Mengutip media Asing. Berita mengutip berita dari media lain,baik surat kabar, radio, televise ataupun dotcom.
6. Lainnya. Asal berita tidak dapat diidentifikasikan secara jelas, atau diluar yang telah disebut diatas.
Narasumber Berita (skripsi dan tesis)
Bagian terpenting dari wawancara adalah narasumber. Narasumber yang paling baik adalah seorang yang
berpengetahuan dalam sesuatu bidang dan yang mengetahui apa yang sedang terjadi sebenarnya.Macam-macam narasumber menurut (Kusumaningrat, 2006: 250) yaitu :
1. Ilmuwan. Ilmuwan dianggap sebagai narasumber paling sensitif diantara narasumber lainnya dalam hal memberikan keterangan kepada pihak-pihak lain di luar disiplin ilmunya. Para ilmuwan, sama seperti juga wartawan, sama mengejar kebenaran. Ilmuwan mengejar kebenaran baru, yang belum ditemukan, dan mempunyai kepentingan dalam menyampaikan kebenaran baru yang ditemukan dengan sikap sangat saksama dana korek.
2. Birokrat. Dari sudut pandang wartawan, seorang birokrat adalah orang yang untuk melaksanakan tugas-tgasnya harus memperoleh kerjasama dari publik dalam hal ini memperoleh kerjasama dari publik dan dalam hal ini memperoleh kerjasama melalui media. Yang termasuk dalam kelompok ini adalah mereka yang menjadi bagian sebuah institusi dan memiliki kompetensi untuk menjelaskan apa yang tengah terjadi terkait hal yang dinaungi oleh institusi tersebut seperti Dinas Pendapatan Pajak untuk soal pajak, atau pemerintah daerah dalam soal pemilihan kepala daerah.
3. Politisi. Politisi memiliki motivasi yang sedikit berbeda dalam mencari perhatian publik melalui media. Seorang politisi adalah seorang yang berusaha meniti tangga kepemimpinan institusi sosial atau mengubah institusi. Politisi berusaha “menggerakan” segala
sesuatu (birokrat berusaha melaksanakan sesuatu yang sudah tetap).
4. Anggota yang tidak puas. Anggota yang tidak puas dalam sebuah organisasi merupakan narasumber yang seringkali digunakan dalam reportase investigatif. Tetapi, sumber-sumber semacam itu penting juga dalam reportase interpretatif karena mereka memberikan pandangan tentang kelemahan-kelemahan institusi yang tidak mungkin diperoleh dengan cara lain.
5. Pengejar Publisitas. ementara narasumber juga bisa jadi merupakan pengejar publisitas – publicity seeker. Mereka seringkali memburu ruangan-ruangan redaksi suratkabar. Mereka jarang memberikan sumbangan pada interpretasi yang tajam tentang suatu isu , tetapi informasinya bermanfaat.
6. Pejabat Humas. Bagi seorang wartawan interpretatif, sumber resmi yang bernama pejabat humas (hubungan masyarakat) amat penting. Pejabat humas merupakan narasumber yang dapat membawa kenarasumber-narasumber lain. Ia juga dapat memberikan informasi serta merespon interpretasi tentang isu-isu tertentu dengan pemahaman mendalam.
Penempatan Berita (skripsi dan tesis)
Penempatan berita menurut Eriyanto (2013: 226), didefinisikan sebagai dimana letak berita dalam halaman surat kabar yaitu:
1. Headline/Berita Utama. Posisi atau letak berita berada di halaman depan dan berada di posisi utama (headline). Headline umumnya ditulis dengan huruf lebih besar di bagian depan surat kabar dan panjang berita lebih besar.
2. Halaman Depan, tidak headline. Posisi atau letak berita di halaman depan tetapi tidak berada di posisi berita utama (headline)
3. Halaman Belakang. Berita ditempatkan di halaman belakang surat kabar. Misalnya, jika surat kabar terdiri dari 24 halaman, beita ditempatkan di halaman
4. Halaman Dalam. Posisi/letak berita di halaman dalam surat surat kabar (di luar halaman 1 dan halaman belakang surat kabar)
5. Halaman Khusus (Suplemen). Posisi/letak berita di halaman khusus (Suplemen) surat kabar. Ini adalah halaman khusus yang disediakan oleh surat kabar dalam liputan
Nilai Berita (skripsi dan tesis)
Hikmat Kusumaningrat dan Purnama Kusumaningrat dalam buku ”Jurnalistik teori dan Praktek” menyebutkan bahwa nilai berita antara lain :
1. Aktualitas (Timeliness). Semakin aktual berita, artinya semakin baru peristiwanya terjadi, semakin tinggi nilai beritanya. Tetapi adakalanya juga penemuan suatu peristiwa penting atau menarik yang usianya sudah bertahun-tahun dapat langsung menjadi berita utama. Dalam hal seperti ini kecepatan adalah dalam hal penyingkapannya.
2. Kedekatan (Proximity). Peristiwa yang mengandung unsur kedekatan dengan pembaca, akan menarik perhatian. Kian dekat dengan pembaca, kian menarik berita itu.
3. Keterkenalan (Prominence). Kejadian yang menyangkut tokoh terkenal akan menarik banyak pembaca. Nama-nama terkenal ini tidak harus diartikan orang saja. Tempat-tempat terkenal dan situasi-situasi terkenal juga memiliki nilai berita yang tinggi.
4. Dampak (Consequence). Peristiwa yang memiliki dampak luas terhadap masyarakat, misalnya pengumuman kenaikan harga BBM atau ilmuwan yang mengembangkan suatu vaksin baru, memiliki nilai berita tinggi.
5. Human Interest. Berita yang memiliki daya tarik secara universal yang menarik minat orang memiliki nilai berita tinggi. Beberapa unsur human interest misalnya ketegangan, ketidaklaziman, minat pribadi, konflik, simpati, kemajuan, seks, usia, hewan, dan humor.
Definisi Berita (skripsi dan tesis)
Berita berasal dari bahasa Sangsekerta, yakni Vrit yang dalam bahasa Inggris disebut Write, arti sebenarnya ialah ada atau terjadi. Menurut Kamus Bahasa Indonesia, “berita” berarti kabar atau warta,
sedangkan dalam kamus besar bahasa Indonesia diperjelas menjadi “laporan mengenai kejadian atau peristiwa yang hangat”. Jadi berita dapat dikaitkan dengan kejadian atau peristiwa yang terjadi.
Definisi berita menurut The New Grolier Wbester International Dictionary yang dikutip kembali oleh Hikmat Kusumaningrat dan Purnama Kusumaningrat dalam buku ”Jurnalistik teori dan Praktek” menyebutkan bahwa berita adalah :
”(1) Current informatiom about something that has taken place, or obout something not known before; (2) News is information as presented by a news media such as paper, radio, or television; (3) News is anything or anyone regarded by a news media as a subject woethy of treatment. ( (1) Informasi hangat tentang sesuatu yang telah terjadi, atau tentang sesuatu yang belum diketahui sebelumnya; (2) Berita adalah informasi seperti yang disajikan oleh media semisal surat kabar, radio, atau televisi; (3) Berita adalah sesuatu atau seseorang yang dipandang oleh media merupakan subjek yang layak untuk diberitakan.” (Kusumaningrat, 2006:39).
Tidak semua peristiwa layak dijadikan berita atau layak untuk di jadikan sebuah konsumsi publik ada indikator-indikator dimana sebuah peristiwa layak untuk di beritakan, kelayakan sebuah peristiwa menjadi sebuah berita disebut (news worthiness). Sedangkan indikator-indikator untuk mengukur kelayakan sebuah peristiwa menjadi sebuah berita disebut nilai berita (news value
Keberpihakan Media (skripsi dan tesis)
Keberpihakan media dalam memberitakan suatu kasus yang mencerminkan konflik merupakan hal yang perlu dihindari. Keberpihakan yang paling mendasar terhadap suatu objek adalah :
1. Perasaan mendukung (favourable) ataupun perasaan tidak mendukung (unfavourable) seperti yang diungkapkan Berkowitz (Rahayu, 2006:134). Lebih spesifik lagi adalah sikap berpihak sebagai derajat afeksi positif atau afeksi negatif terhadap objek psikologis (Rahayu,2006:134)
2. Dalam kegiatan jurnalistik keberpihakan media akan tampak untuk berpihak pada kecenderungan berafeksi positif, netral, dan negatif (Rahayu,2006:134). Keberpihakan positif berarti media memilih sikap mendukug (favourable). Sedangkan sikap negatif mencerminkan sikap tidak mendukung (unfavourable).
3. Berdasarkan gagasan jurnalisme profesional dalam pemberitaan konflik, media dituntut berada dalam situasi tengah antara pihak-pihak terlibat
konflik. Jelasnya, media dalam menjalankan peran idealnya terutama jurnalis dalam memberitakan konflik harus menjalankan tugas sesuai dengan pedoman profesional. Seperti yang diungkap Burns (Rahayu,2006:132) yaitu agar dapat menjaga sikap objektif, berimbang, akurat, dan benar sehingga dalam posisi independen.
Media massa sebagai penyampai pesan-pesan komunikasi biasa disebut dengan pers. Pers dalam arti sempit yaitu kegiatan komunikasi yang hanya dilakukan dengan perantaraan barang cetakan. Sedangkan pers dalam arti kata luas adalah kegiatan komunikasi yang hanya dilakukan dengan media cetak maupun media elektronik. (Kusumaningrat, 2006:17).
Semua peristiwa dan permasalahan dapat menjadi berita setelah berita tersebut diangkat, diolah dan disajikan sebagai berita dalam media. Sedangkan berita dalam arti teknis jurnalistik adalah: “laporan tentang fakta atau ide yang termasa, yang dipilih oleh staf redaksi suatu harian untuk disiarkan, yang dapat menarik perhatian pembaca, entah karena ia luar biasa,entah karena pentingnya, atau akibatnya, entah pula karena ia mencakup segi-segi human interest seperti humor, emosi, dan ketegangan (Assegaf, 1982:24).
Majalah Sebagai Media Massa (skripsi dan tesis)
Majalah merupakan media massa yang dipakai untuk
menyalurkan dan memperlancar dan sampailah pesan komunikasi
kepada komunikasi khalayak dan majalah termasuk penerbitan berkala
yang menggunakan kertas sampul, memuat bermacam-macam teladan
yang dihiasi ilustrasi maupun foto-foto. Dalam hal ini, media cetak majalah sebagai jembatan komunikasi yang mampu menerjemahkan pesan komunikasi yang dimaksud komunikator kedalam pesan komunikasi yang bisa dipahami komunikannya. Islam dalam menyebarkan agamanya (berdakwah),
juga membutuhkan media massa yang dipakai masyarakat Islam.
Untuk itu, yang menjadi ciri khas dari media massa Islam dan
membedakan dengan media massa lainnya adalah media massa Islam
berkarakteristik religius (Islami), berorientasi, berwawasan, berpijak
dan bernafaskan ajaran agama Islam. Sebagai massa religius (Islami),
Kurniawan Djunaedi, Ensiklopedi Pers Indonesia, (Jakarta: PT Gramedia
niscaya media massa Islam memegang peranan penting dalam
kehidupan beragam, bermasyarakat terutama masyarakat Islam.7
Majalah adalah suatu majalah penerbitan berkala yang
menyajikan liputan jurnalistik dan artikel berisi informasi dan opini
yang membahas berbagi aspek kehidupan.8
Kurnia Junaedhie dalam
bukunya “rahasia dapur majalah Indonesia” memberikan batasan
pengertian bahwa yang disebut majalah adalah:
1. Media cetak yang terbit secara berkala, tapi bukan yang tebit setiap
hari.
2. Media cetak itu bersampul, setidak-tidaknya punya wajah dan
dirancang secara khusus.
3. Media cetak itu dijilid atau sekurang-kurangnya memiliki sejumlah
halaman.
4. Madia cetak itu, harus berformat tabloid atau saku atau formal
konvensional sebagai format majalah yang kita kenal selama ini.
Sedangkan Totok Djuroto memberikan definisi majalah yaitu:
kumpulan berita, artikel, cerita, iklan dan lain sebagainya yang dicetak
dalam lembaran kertas ukuran kuarto atau folio, dijilid dalam bentuk
buku, majalah biasanya terbit teratur seminggu sekali, dua minggu
sekali, ataus satu bulan sekali.
Misi Media Massa (skripsi dan tesis)
Kehidupan masyarakat tidak dapat terlepas dari adanya fenomena-fenomena atau sosial yang senantiasa melingkupinya. Gejala sosial atau fenomena sosial tersebut meliputi berbagai sendi kehiddupan, seperti sendi ekonomi, budaya, kesehatan, pendidikan amaupun politik. Guna mengekspos atau mengover informasi yang berkaitan dengan barbagai dinamika kehidupan masyarakat tersebut, maka media massa sebagai salah satu media yang cukup efektif dalam upaya mendidik, mengarahkan, membentuk pola kepribadian dan cara pandang masyarakat dalam menyikapi fenomena yang terjadi dalam lingkungan sosialnya maupun memberikan ideal, yakni terciptanya ketenangan, kesusahan, pencerahan dan berbagai implikasi positif lainnya. Media massa terkait erat dengan misi pers sebagai sebuah institusi yang memprodulsi keberadaannya, dengan kata lain misi media massa senantiasa sejalan dengan misi pers. Karena produk dari pers yang bergerak dibidang pengumpulan dan penyebaran informasi media massa dituntut senantiasa tampil dalam upaya mencerdaskan masyarakat, menegakkan keadilan dan memberantas kebatilan. Selama melaksanakan tugasnya, pers terkait erat dengan tata nilai sosial yang berlaku dalam masyarakat. 12 Dalam kehidupan sosial, masyarakat mempunyai hak untuk mengetahui segala hal yang berkaitan dengan hajat hidup mereka.5 Untuk itulah media massa sebagai produk dari pers senantiasa memainkan peranan yang sangat signifikan dalm kancah kehidupan manusia di muka bumi ini dengan barusaha menyajikan berbagai informasi yang positif dengan landasan sifat pers yang telah di sepakati dan ditetapkan bersama.
Pengertian Media Massa (skripsi dan tesis)
Media massa merupakan alat Bantu utama dalam proses
komunikasi massa. Sebab komunikasi massa sendiri secara sederhana
adalah suatu alat transmisi informasi seperti koran, majalah, buku,
film, radio dan televisi atau suatu kombinasi bentuk dari bentuk-bentuk
media. Merujuk pada penjelasan mengenai media komunikasi massa
adalah media komunikasi massa yang merupakan produk dari pers
yang menyajikan berbagai informasi kepada masyarakat mengenai
fenomena-fenomena atau gejalah-gejalah sosial yang terjadi ditengahtengah kehidupan masyarakat..
Secara umum fungsi media massa yaitu mensyiarkan informasi,
mendidik, menghibur. Untuk memainkan fungsinya media massa cetak
memiliki strategi komunikasi pendekatan yang berbeda dengan media
massa elektronik. Karena penyusunan pesan-pesan yang akan
disampaikan kepada khalayak.Merujuk pada penjelasan mengenai media massa, pers dan komunikasi diatas, dapat disimpulkan bahwa media massa adalah media komunikasi massa yang merupakan produk dari pers yang
menyajikan berbagai informasi kepada masyarakat mengenai fenomena-fenomena atau gejala-gejala sosial yang terjadi di tengah-tengah
kehidupan masyarakat sendiri, baik yang menyangkut masalah sosial,
ekonomi, budaya, politik maupun berbagai sektor kehidupan
masyarakat lainnya. Sedangkan pers merupakan sebutan atau nama
dari lembaga yang memproduksi media massa. Selanjutnya media
massa dan pers merupakan media (perantara) terjadinya proses
komunikasi massa. Jadi meskipun secara arti termitologi
(istilah)tersebut mempunyai perbedaan yang cukup mendasar, tetapi
pada hakikatnya ketiga istilah itu merupakan suatu kesatuan yang
saling terkait. Sehingga tidak heran apabila terdapat literature yang
mengkaji salah satu istilah tersebut, baik media massa, pers, maupun
komunikasi massa. Karena sering dalam pembahasannya senantiasa
mengikut sertakan kedua istilah yang lainnya
Instagram (skripsi dan tesis)
Instagram adalah sebuah aplikasi berbagi foto yang memungkinkan
pengguna mengambil foto, menerapkan filter digital, dan membagikannya ke
berbagai layanan jejaring sosial, termasuk milik Instagram sendiri. Satu fitur yang unik di Instagram adalah memotong foto menjadi bentuk persegi, sehingga terlihat seperti hasil kamera Kodak Instamatic dan Polaroid. Hal ini berbeda dengan rasio aspek 4:3 yang umum digunakan oleh kamera pada peralatan bergerak.
Instagram dapat digunakan di iPhone, iPad atau iPod Touch versi apapun
dengan sistem operasi iOS 3.1.2 atau yang terbaru dantelepon kamera Android apapun dengan sistem operasi 2.2 (Froyo) atau yang terbaru. Aplikasi ini tersebar melalui Apple App Storedan Google Play.
Nama Instagram sendiri berasal dari pengertian dari keseluruhan fungsi
aplikasi ini. Kata “insta” berasal dari kata “instan”, seperti kamera polaroid yang pada masanya lebih dikenal dengan sebutan “foto instan”. Instagram juga dapat menampilkan foto-foto secara instan, seperti polaroid di dalam tampilannya. Sedangkan untuk kata “gram” berasal dari kata “telegram”, dimana cara kerja telegram sendiri adalah untuk mengirimkan informasi kepada orang lain dengan cepat. Sama halnya dengan Instagram yang dapat mengunggah foto dengan menggunakan jaringan internet, sehingga informasi yang ingin disampaikan dapat diterima dengan cepat. Oleh karena itulah Instagram berasal dari instan-telegram.
Pada tanggal 9 April 2012, diumumkan bahwa Instagram akan diambil alih
oleh Facebook senilai hampir $1 miliar dalam bentuk tunai dan saham.
Sistem sosial di dalam Instagram adalah dengan menjadi mengikuti akun
pengguna lainnya, atau memiliki pengikut Instagram. Dengan demikian
komunikasi antara sesama pengguna Instagram sendiri dapat terjalin dengan
memberikan tanda suka dan juga mengomentari foto-foto yang telah diunggah oleh pengguna lainnya. Pengikut juga menjadi salah satu unsur yang penting, dimana jumlah tanda suka dari para pengikut sangat mempengaruhi apakah foto tersebut dapat menjadi sebuah foto yang populer atau tidak. Untuk menemukan temanteman yang ada di dalam Instagram. Juga dapat menggunakan teman-teman mereka yang juga menggunakan Instagram melalui jejaring sosial seperti Twitter dan juga Facebook.
Kegunaan utama dari Instagram adalah sebagai tempat untuk mengunggah
dan berbagi foto-foto kepada pengguna lainnya. Foto yang hendak ingin diunggah dapat diperoleh melalui kamera iDevice ataupun foto-foto yang ada di album foto di iDevice tersebut
New Media (skripsi dan tesis)
Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi, khususnya teknologi
komunikasi yang telah mengimbangi kehebatan media massa yang selama ini
menjadi primadona di antara media lainnya sebagai media penyampai dan
pertukaran pesan. Kehadiran internt di tengah-tengah kehidupan masyarakat
merupakan awal munculnya Media Baru (New Media).
Internet menjadi sebuah revolusi dari komunikasi yang sangat luas dan
mendalam serta memberikan banyak kemudahan bagi individu maupun organisasi dalam menyampaikan dan menerima informasi dalam waktu yang lebih singkat dan memiliki jangkauan luas.
Pakar media baru Pavlik dan McIntosh dalam Cutlip, Center & Broom
pada buku Effective Public Relations mengatakan tentang konvergensi media yaitu:
“Menyatukan telekomunikasi, komputer dan media dalam
lingkungan digital. Konvergensi dan perubahan yang dihasilkan
telah mengubah banyak aspek dasar dari media massa dan
komuikasi.” (2007:287)
Dari pengertian di atas dikatakan bahwa media baru adalah perpaduan
anatara telekomunikasi, kompter dan media dalam bentuk digital. Perpaduan unsurunsur tersebut telah mengubah banyak aspek dasar dari media massa dan komunikasi. Jika dikatakan dengan media massa pesan akan bisa disampaikan secara luas, maka media baru bisa menyiarkan secara lebih luas lagi hingga mampu menembus ruang dan waktu dan tidak hanya sekedar aspek penyiaran yang akan dihasilkan tetapi media baru mampu membentuk sebuah jaringan. LittleJhon dan Foss dalam bukunya Teori Komunikasi; The Teories of Human Communicatio menyebutkan bahwa media baru sebagai “media kedua” dan media yang sebelumnya atau media massa adalah sebagai “media pertama” Perbedaan paling dominan antara kedua media tersebut ia membandingkan diantara keduanya dengan memberikan gambaran sebagai berikut :
Era media pertama digambarkan oleh (1) Sentralisasi Produksi
( satu menjadi banyak); (2) Komunikasi Satu Arah; (3) Kendali
Situasi, untuk sebagian besar; (4) Reproduksi Stratifikasi Sosial
dan Perbedaan melalui Media; (5) Audien Massa yang
Terpecah; (6) Pembentukan Kesadaran Sosial. Era media kedua
sebaliknya, dapat digambarkan sebagai : (1) Desentralisasi; (2)
Dua Arah; (3) Diluar Kendali situasi; (4) Demokratisasi; (5)
Mengangkat Kesadaran Individu; (6) Orientasi Individu.
(2009:413)
Dari rincian di atas dapat disimpulkan bahwa media baru bersifat lebih bebas
dibandingkan dengan media sebelumnya dan adanya komunikasi dua arah
(interaktif) merupakan hal yang tidak dapat dikendalikan dengan mudah, karena siapa saja bisa masuk menjadi pelaku komunikasi dan antar pelaku komunikasi satu sama lain saling mempengaruhi.
Pertumbuhan Media Sosial (skripsi dan tesis)
Pesatnya perkembangan media sosial kini dikarenakan semua orang seperti
bisa memiliki media sendiri. Jika untuk memiliki media tradisional seperti televisi, radio, atau koran dibutuhkan modal yang besar dan tenaga kerja yang banyak, maka lain halnya dengan media. Seorang pengguna media sosial bisa mengakses menggunakan media sosial dengan jaringan internet bahkan yang aksesnya lambat sekalipun, tanpa biaya besar, tanpa alat mahal dan dilakukan sendiri tanpa karyawan. Pengguna media sosial dengan bebas bisa mengedit, menambahkan, memodifikasi baik tulisan, gambar, video, grafis, dan berbagai model content lainnya.
Menurut Antony Mayfield dari iCrossing, media sosial adalah mengenai menjadi manusia biasa. Manusia biasa yang saling membagi ide, bekerjasama, dan berkolaborasi untuk menciptakan kreasi, berfikir, berdebat, menemukan orang yang bisa menjadi teman baik, menemukan pasangan, dan membangun sebuah komunitas. Intinya, menggunakan media sosial menjadikan kita sebagai diri sendiri. Selain kecepatan informasi yang bisa diakses dalam hitungan detik, menjadi diri sendiri dalam media sosial adalah alasan mengapa media sosial berkembang pesat.
Tak terkecuali, keinginan untuk aktualisasi diri dan kebutuhan menciptakan
personal branding. Media Social juga kini mejadi sarana atau aktivitas digital
marketing, seperti Social Media maintenance, Social Media Endorsment dan Social Media Activation. Oleh karena itu, Media Sosial kini menjadi salah sau servis yang diawarkan oleh adigital Agency
Perkembangan Media Social (skripsi dan tesis)
Perkembangan dari Media Sosial itu sendiri sebagai berikut:
1. 1978 Awal dari penemuan Sistem papan buletin yang memungkinkan untuk
dapat berhubungan dengan orang lain menggunakan surat elektronik ,
ataupun mengunggah dan mengunduh Perangkat lunak , semua ini
dilakukan masih dengan menggunakan saluran telepon yang terhubung
dengaan modem
2. 1995 Kelahiran dari situs GeoCities, situs ini melayani Web Hosting yaitu
layanan penyewaan penyimpanan data – data website agar halaman website
tersebut bisa di akses dari mana saja, dan kemunculan GeoCities ini menjadi
tonggak dari berdirinya website – website lain.
3. 1997 Muncul situs jejaring sosial pertama yaitu Sixdegree.com walaupun
sebenarnya pada tahun 1995 terdapat situs Classmates.com yang juga
merupakan situs jejaring sosial namun, Sixdegree.com di anggap lebih
menawarkan sebuah situs jejaring sosial di banding Classmates.com
4. 1999 Muncul situs untuk membuat blog pribadi, yaitu Blogger. situs ini
menawarkan penggunanya untuk bisa membuat halaman situsnya sendiri.
sehingga pengguna dari Blogger ini bisa memuat hal tentang apapun.
termasuk hal pribadi ataupun untuk mengkritisi pemerintah. sehingga bisa
di katakan blogger ini menjadi tonggak berkembangnya sebuah Media
sosial.
5. 2002 Berdirinya Friendster, situs jejaring sosial yang pada saat itu menjadi
booming, dan keberadaan sebuah media sosial menjadi fenomenal.
6. 2003 Berdirinya LinkedIn, tak hanya berguna untuk bersosial, LinkedIn
juga berguna untuk mencari pekerjaan, sehingga fungsi dari sebuah Media
Sosial makin berkembang.
7. 2003 Berdirinya MySpace, MySpace menawarkan kemudahan dalam
menggunakannya,sehingga myspace di katakan situs jejaring sosial yang
user friendly.
8. 2004 Lahirnya Facebook, situs jejaring sosial yang terkenal hingga sampai
saat ini, merupakan salah satu situs jejaring sosial yang memiliki anggota
terbanyak.
9. 2006 Lahirnya Twitter, situs jejaring sosial yang berbeda dengan yang
lainnya, karena pengguna dari Twitter hanya bisa mengupdate status atau
yang bernama Tweet ini yang hanya di batasi 140 karakter.
10. 2007 Lahirnya Wiser, situs jejaring social pertama sekali diluncurkan
bertepatan dengan peringatan Hari Bumi (22 April) 2007. Situs ini
diharapkan bisa menjadi sebuah direktori online organisasi lingkungan
seluruh dunia termasuk pergerakan lingkungan baik dilakukan individu
maupun kelompok.
11. 2011 Lahirnya Google+, google meluncurkan situs jejaring sosialnya yang
bernama google+, namun pada awal peluncuran. google+ hanya sebatas
pada orang yang telah di invite oleh google. Setelah itu google+ di
luncurkan secara umum.
Ciri Ciri Media Sosial (skripsi dan tesis)
Media sosial mempunyai ciri – ciri sebagai berikut :
1. Pesan yang di sampaikan tidak hanya untuk satu orang saja namun bisa
keberbagai banyak orang contohnya pesan melalui SMS ataupun internet
2. Pesan yang di sampaikan bebas, tanpa harus melalui suatu Gatekeeper
3. Pesan yang di sampaikan cenderung lebih cepat di banding media lainnya
4. Penerima pesan yang menentukan waktu interaksi
Media Sosial (skripsi dan tesis)
Media sosial adalah salah satu produk dari kemunculan new media. Didalam
media sosial individu-individu maupun kelompok saling berinteraksi secara online melalui jaringan internet. Semenjak kemunculannya, media sosial tidak hanya digunakan oleh individu tetapi juga dimulai digunakana oleh organisasi atau perusahaan-perusahaan besar maupun kecil untuk melakukan komunikasi dengan publiknya. Lattimore dalam buku Public Relations Profesi dan Praktik berpendapat bahwa: Media sosial yang terkadang diidentifikasi dengan Web 2.0, merupakan istilah yang mengacu pada media baru yang menggunakan teknologi dalam menciptakan interaksi, partisipasi, dan kolaborasi terbuka dimana setiap orang mempunyai kesempatan untuk menyuarakan ide, pendapat, dan pengalaman mereka melalui media online dalam bentuk kata-kata atau materi visual. (2010:207)
Dari pendapat diatas, bahwa media sosial digunakan dengan cara
memanfaatkan teknologi dalam berkomunikasi. Teknologi yang dimaksud disini adalah internet. Sifatnya yang terbuka membuat siapa saja bisa masuk di dalamnya.
Jika dikaitkan dengan kegiatan eksistensi diri di dalam dunia maya dalam
hal ini jejaring sosial, orang-orang dapat mengkomunikasikan apapun aktivitas
yang mereka lakukan sepanjang hari, karena di dalam media sosial siapa saja boleh menuangkan idenya dalam bentuk tulilsan atau visual. Lebih lanjut lagi Dave Evan dalam bukunya yang berjudul Social Media Marketing One Hour a Day, menjelaskan media sosial sebagai berikut:
Social media is the democratization of information, transforming people from conten reader into content publisher. Is is shift from broadcast mechanismto a many-tomany model, rootedin conversations between authors, people, and peers. Social media uses the “wisdoms of crowds” to connect information in a collaborative manner. (media sosial ada demokratisasi informasi, mengubah
orang dari pembaca konten menjadi penerbit konten. Hal ini adalah pergeseran dari mekanisme siaran menjadi model banyak ke banyak saluran, yang berakar dari percakapan antara penulis, orang dan rekan-rekan. Media
sosial menggunakan “konsep orang banyak” agar dapat terhubung dengan informasi secara bersama-sama. (2008:33)
Dari penjelasan diatas dapat kita ketahui bahwa kehadiran media sosial di istilahkan sebagai bentuk demokratisasi informasi, orang yang terlibat di media sosial bukan hanya berperan sebagai pembaca tapi juga penerbit konten. Perubahan salurannya menjadi model banyak ke banyak, otomatis akan membuat informasi semakin cepat tersebar
Public Relations dan Media (skripsi dan tesis)
Ruang lingkup Public Relations yang cukup luas dengan jenis publik yang
beragam, menuntut Public Relations untuk menggunakan strategi agar mampu untuk menjalan kan tugas dan fungsinya serta menjangkau publiknya yang luas. Salah satu cara yang dilakukan dalam menjalankan tugas Public Relations yaitu dengan memanfaatkan media. Media merupakan unsur penting yang juga ikut mempengaruhi kesuksesan seorang Public Relations dalam menjalankan tugas-tugasnya. Media menurut Mulyana dalam bukunya yang berjudul Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar, mendefinisikan bahwa:
“Sarana atau media, yakni lat atau wahan yang digunakan sumber untuk menyampaikan pesannya kepada penerima” (2007:70).
Dari definisi tersebut dapat diaktakan bahwa bahwa media adalah alat yang
digunakan oleh sumber, sumber dalam hal ini adalah Public Relations dan penerima dari pesan adalah publik atau khalayak dari Public Relations tersebut. Selain itu, Denis McQuall dalam Littlejohn & Foss dalam buku Teori
Komunikasi Theories of Human Communication mengartikan dealapan aspek
media dalam berbagai metafora, yaitu: Media merupakan jendela (windows) yang memungkinkan kita untuk melihat lingkungan yang lebih jauh, penafsir
(interpreters) yang membatu kita memahami pengalaman, landasan (platforms) atau pembawa yang menyampaikan komunikasi interaktif (interactive communication) yang meliputi opini audience, penanda (signpost) yang memberi kita intruksi dan petunjuk, penyaring (filters) yang membagi pengalaman dan fokus pada orang lain, cermin (mirrors) yang merefleksikan diri kita, dan penghalang (barriers) yang menutupi kebenaran. (2009:407) Berdasarkan penjelasan diatas, dapat dikatakan bahwa media bukan sekedar alat untuk menyampaikan pesan, akan tetapi juga terdiri dari delapan aspek diadalamnya, diantaranya adalah sebagai jendela (windows), penafsir (interpreters), pengalaman, landasan (platforms), komunikasi interaktif (interactive communication), penanda (signpost), penyaring (filters), cermin (mirrors), dan penghalang (barriers).
Jika dikaitkan antara aspek media dengan fungsi Public Relations hal
tersebut begitu ideal. Media sebagai jendela dimana Public Relations bisa
melihatnya dari jendela tersebut dan publik bisa mengetahui informasi-informasi yang diberikan Public Relations tentang berbagai hal melalui jendela tersebut. Media pun sebagai penafsir yang akan membantu Public Relations untuk memahami publiknya sehingga ia bisa mengetahui pesan apa yang akan
disampaikan sehinggap pemahaman yang baik bisa diterima oleh publik melalui media pula
Tujuan Public Relations (skripsi dan tesis)
Pada umumnya tujuan Public Relations di dalam sebuah organisasi adalah
sebagai berikut:
1. Membina hubungan ke dalam (Public internal)
Praktisi Public Relations yang baik akan mengetahui dan
mengidentifikasi bagaimana membina hubungan yang baik di dalam
suatu organisasi tempat ia bernaung, dengan hal tersebut ia dapat
mengenali situasi yang ada di dalam organisasinya.
2. Membina hubungan keluar (Public external)
Praktisi Public Relations akan mencari tahu bagaimana cara membina
hubungan yang baik dengan masyarakat luas sebagai khalayaknya,
dengan cara mengetahui apa yang diinginkan dan juga kritik negatif apa
yang ingin masyarakat tujukan kepada organisasinya.
Tugas dan Fungsi Public Relations (skripsi dan tesis)
Tugas Public Relations menurut Frank Jefkins dalam bukunya Public
Relations edisi kelima yang dikutip Seidel menjabarkannya sebagai berikut:
1. Menciptakan dan memelihara suatu citra yang
baik dan tepat atas perusahaan atau organisasinya, baik
yang berkenaan dengan kebijakan-kebijakan, produk,
jasa maupun dengan para personelnya.
2. Memantau pendapat eksternal mengenai segala
sesuatu yang berkaitan dengan citra, kegiatan, reputasi
maupun kepentingan-kepentingan organisasi/perusahaan,
dan menyampaikan setiap informasi yang penting
langsung kepada pihak manajemen atu pimpinan puncak
untuk segera ditanggapi atau ditindak lanjuti.
3. Memberi nasihat atau masukan kepada pihak
manajemen mengenai berbagai masalah komunikasi yang
penting, berikut teknik-teknik untuk mengatasinya.
4. Menyediakan berbagai informasi kepada khalayak
perihal kebijakan organisasi, kegiatan, prodik, jasa, dan
personalia selangkap mungkin demi menciptakan suatu
pengetahuan yang maksimal dalam rangka menjangkau
pengertian khalayak. (2004:33)
Dozier dan Broom yang dikutip Ruslan dalam buku Manajemen Public
Relations dan Media Komunikasi mengatakan bahwa fungsi Public Relations,
yaitu :
1. Penasehat Ahli (Expert Presciber)
Seorang praktisi pakar Public Relations yang
berpengalaman dan memiliki kemampuan tinggi dapat
membantu mencarikan solusi dalam penyelesaian masalah
hubungan dengan publiknya (public relationship).
2. Fasilitator Komunikasi (Communication fasilitator)
Dalam hal ini praktisi Public Relations bertindak sebagai
komunikator datau mediator untuk membantu pihak
manajemen dalam hal mendengarkan apa yang
diharapkan oleh publiknya.
3. Fasilitator Proses Pemecahan Masalah (Problem solving
process fasilitator)
Peranan praktisi Public Relations dalam hal pemecahan
masalah merupakan bagian dari tim manajemen, hal ini
dimaksudkan untuk membantu pimpinan organisasi baik
sebagai penasihat (adviser) hingga mengambil keputusan
dalam menghadapi krisis secara rasional dan profesional.
4. Teknisi Komunikasi (Communication technician)
Perbedaan dengan ketiga hal diatas yaitu, praktisi Public
Relations sebagai journalist in resident yang hanya
menyediakan layanan teknis komunikasi saja. (2007:21)
Definisi tesebut mengandung arti fungsi Public Relations selain sebagai
praktisi Public Relations yang bekerja secara profesional juga harus menjadi
penasehat yang memberikan saran, menjadi fasilitator untuk berkomunikasi sebagai pemecah masalah, memberikan saran dan juga masukan serta menjadi penyedia layanan teknis komunikasi. Bernay yang dikutip Ruslan dalam buku Manajemen Public Relations dan Media Komunikasi, tiga fungsi utama Public Relations, yaitu :
1. Memberikan penerangan kepada masyarakat.
2.Melakukan persuasi untuk mengubah sikap dan
perbuatan masyarakat secara langsung.
3.Berupaya untuk menginterpretasikan, sikap dan suatu
badan lembaga sesuai dengan sikap dan perbuatan
masyarakat atau sebaliknya. (2005:18)
mematuhi kebijakan tersebut, dikarenakan lewat peran Public Relations yang
memberi penerangan kepada masyarakat luas. Disini fungsi Public Relations adalah memberikan informasi kepada masyarakat luas dengan harapan dapat merubah pandangan, sikap dan perilaku mereka agar sesuai dengan apa yang diharapkan oleh organisasi atau pemerintahan yang diwakilinya
Pengertian Public Relations (skripsi dan tesis)
Tidak bisa dipungkiri zaman sekarang ini public relations masih sering
diperdebatkan oleh para ahli tentang definisi yang pasti. Ketidakpastian tersebut dikarenakan banyaknya definisi public relations yang dirumuskan oleh para ahli maupun profesional public relations atau humas yang berdasarkan perbedaan sudut pandang mereka terhadap pengertian humas atau public relations tersebut.
Selanjutnya perbedaan latar belakang misalnya definisi yang dilontarkan oleh
kalangan praktisi (public relations practicioner). Adanya indikasi baik teoritis
maupun praktis bahwa kegiatan public relations atau kehumasan bersifat dinamis dan fleksibel terhadap perkembangan dinamika kehidupan masyarakat yang mengikuti kemajuan zaman, khususnya memasuki era globalisasi saat ini.
Memahami pengertian public relations melalui salah satu atau dua definisi
tidaklah mudah, karena semua definisi yang ada mungkin tidak mampu
menggambarkan kegiatan public relations sesungguhnya. Akan tetapi, jika
diperhatikan lebih jauh sejumlah definisi mempunyai persamaan satu sama lain hanya cara pengungkapannya saja yang berbeda.
Salah satu definisi Public Relations menurut Jefkins dalam bukunya
“Public Relations” mendefinisikan Public Relations dalam hubungan pers adalah sebagai berikut :
Usaha untuk mencapai publikasi atan penyiaran yang
maksimum atas suatu pesan atau informasi Public
Relations dalam rangka menciptakan pengetahuan dan
pemahaman bagi khalayak dan organisasi perusahaan
yang bersangkutan. (2003:113)
Definisi tersebut sangat berkaitan dengan bagaimana membina hubungan
antara media dan juga kepentingan proses publikasi tentang berbagai program kerja serta penginformasian pengetahuan kepada khalayak luas, karena fungsi Public Relations harus menginformasikan setiap kebijakan atau pemberitaan yang ada agar diketahui oleh masyarakat luas dan lewat bantuan media lah para praktisi Public Relations dapat mengabarkan informasi tersebut kepada khalayak luas. Menurut The British Institute of Public Relations dalam buku Public Relations karangan Jefkins adalah sebagai berikut:
Public Relations adalah keseluruhan upaya yang
dilakukan secara terencana dan berkesinambungan dalam
rangka menciptakan dan memelihara niat baik (good will)
dan saling pengertian antara satu organisasi dengan
segenap khalayaknya. (2007:18)
Definisi di atas berarti Public Relations adalah suatu cara yang dilakukan
agar mencapai suatu tujuan baik lewat upaya-upaya yang berkesinambungan dan terorganisasi dengan benar antara organisasi dan juga khalayaknya.
Agustus 1978 di Mexico city ada pertemuan yang dihadiri oleh para pakar
Public Relations menyimpulkan bahwa definisi Public Relations adalah :
Praktik Public Relations adalah seni dan ilmu pengetahuan
sosial yang dapat dipergunakan untuk menganalisis
kecenderungan, memprediksi konsekuensi-konsekuensinya,
menasehati para pemimpin organisasi dan rnelaksanakan
program terencana mengenai kegiatan-kegiatan yang
melayani, baik untuk kepentingan organisasi maupun
kepentingan public atau umum. (2007:17)
Definisi tersebut sangat menjelaskan bahwa Public Relations berguna
sebagai penganalisis kecenderungan yang terjadi dalarn suatu organisasi,
bagairnana menyampaikan informasi yang benar terhadap khalayak dengan baik dan berbagai kepentingan yang ada yang harus disampaikan oleh Public Relations dalam suatu organisasi.
Soemirat mengutip Fraser P. Seitel dalam bukunya Dasar – Dasar Public
Relations mengemukakan bahwa pada tahun 1975 Yayasan Pendidikan dan
Penelitian Public Relations menganalisa 472 definisi dan merangkumnya menjadi satu paragraf yaitu:
Public Relations is a distinctive management function which
help established and maintain mutual line of communication
understanding, acceptance and cooperation between and
organization and its publics, involves the management of
problem or issues, helps management to keep informed on
and responsive to public opinion, defines emphasiszesteh
responsibility of management to serve the public interest
helps management keep abreast of and effectively utilize,
serving as and early warning System to help anticipate trend,
and uses research and sound and ethical communication
techniques as its principles tools. (2004:13)
Dapat kita lihat bahwa Public Relations sangat menunjang dalam
pelaksanaan suatu kegiatan di pemerintahan. Tidak hanya bertugas untuk
memelihara keharmonisan tetapi juga berfungsi sebagai alat manajernen yang
mernbantu dalarn penyempaian informasi dan juga harus tanggap terhadap
permasalahan yang terjadi.
Sifat-Sifat komunikasi (skripsi dan tesis)
Sifat-sifat komuniksi menurut Effendy dalam bukunya yang berjudul Ilmu
Komunikasi, Teori dan Praktek adalah sebagai berikut:
1. Tatap Muka (face to face)
Komunikasi yang dilakukan dengan cara bertemu
langsung dengan teman bicara dimana dalam kegiatan
komunikasi ini komunikan dan komunikator sling bertatap
muka. Contoh dari konteks komunikasi tatap muka ini
adalah komunikasi antar personal, komunikasi kelompok
dan komunikasi organisasi.
2. Bermedia (mediate)
Komunikasi yang dilakukan dengan cara menggunakan
suatu media dimana berkaitan erat dengan penguasaan
pengetahuan dan pengguanaan teknologi komunikasi.
Contoh dari konteks komunikasi bermedia ini adalah
komunikasi masa dan komunikasi media. (2001:32)
Dari penjelasan diatas kita mengetahui bahwa banyak sifat-sifat
komunikasi. Melihat berkembangnya zaman, setiap individu memiliki caranya
tersendiri untuk berkomunikasi tergantung pada situasi dan kondisinya.
Unsur-Unsur Komunikasi (skripsi dan tesis)
Lasswell menjelaskan komunikasi seperti yang dikutip oleh Mulyana
dalam buku Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar, yaitu “Komunikasi pada dasarnya merupakan suatu proses yang menjelaskan siapa, mengatakan apa, dengan saluran apa, kepada siapa? Dengan akibat dan atau hasil apa? (who? Says what? In which chanel? To whom? With what effect?)”
(2007:69)
Penjelasan diatas sudah menjelaskan unsur-unsur yang ada pada komuniksi.
Berikut adalah uraian unsur-unsur komunikasi menurut Lasswell dalam bukunya yang berjudul Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar ada 5 unsur, yaitu :
1. Sumber (source)
Nama lain dari sumber adalah sender, communicator,
speaker, encoder atau originator. Merupaka pihak yang
berinisiatif atau mempunyai kebutuhan untuk
berkomunikasi. Sumber bisa saj berupa individu,
kelompok, organisai, perusahaan bahkan negara.
2. Pesan (message)
Merupakan seperangkat symbol verbal atau nonverbal
yang mewakili perasaan, nilai, gagsan atau maksud dari
sumber (source)
3. Saluran (channel, media)
Merupakan alat atau wahana yang digunakan sumber
(source) untuk menyampaikan pesannya kepada
penerima. Saluran pun merujuk pada bentuk pesan dan
cara penyajian pesan.
4. Penerima (receive)
Nama lain dari penerima adalah destination, communicate,
decoder, audience, listener, dan interpreter dimana
penerima meruoakan orang yang menerima pesan.
5. Efek (effect)
Merupakan apa yang terjadi pada penerima setelah ia
menerima pesan tersebut. (2007:72)
Jadi, setiap unsur memiliki peranan yang sangat penting dalam membangun
proses komunikasi. Bahkan kelima unsur ini saling bergantung satu sama lain.
Artinya tanpa keikutsertaan satu unsure akan member pengaruh pada jalannya komunikasi.
Pengertian Komunikasi (skrispi dan tesis)
Kehidupan sehari-hari kita menemukan peristiwa komunikasi dimanamana. Komunikasi adalah suatu kebutuhan yang fundamental bagi seseorang dalam
hidup bermasyarakat, kebutuhan untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya dan kebutuhan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya.
Pengertian komunikasi secara etimologis berasal dari perkataan latin
“communication’ istilah ini bersumber dari perkataan “communis” yang berarti
sama, sama disini maksudnya sama makna atau sama arti. Jadi komunikasi terjadi apabila terdapat kesamaan makna mengenai suatu pesan yang disampaikan oleh komunikator dan diterima oleh komunikan.
Komunikasi menurut rogers dan D. Lawrence Kincaid yang dikutip oleng
Cangara dalam bukunya Pengantar Ilmu Komunikasi berpendapat bahwa :
“Komunikasi adalah suatu proses dimana dua orang atau
lebih membunuk atau melakukan pertukaran informasi
dengan satu sama lainnya, yang pada gilirannya akan tiba
pada saling pengertian yang mendalam.” (1998:20)
Dari penjelasan diatas, menjelaskan bahwa komunikasi terjadi antarua dua
orang atau lebih. Proses komunikasi merupakan bentuk dan kegiatan pertukaran pesan atau informasi antara pengirim pesan dan penerima pesan. Pesan yang disampaikan dapat diterima maksud dan tujuannya, sehingga terbentuk adanya keamaan makna dan pengertian dari pesan yang disampaikan. Dalam proses komunikasi tidak hanya secara satu arah melainkan secara dua arah, yaitu pesan yang disampaikan kepada penerima pesan dapat diterima dan memberikan feedback dari pesan yang disampaikan kepada pengirim pesan.
Komunikasi memiliki peranan yang sangat penting dalam kehidupan
manusia diseluruh dunia, karena dengan berkomunikasi segala maksud dan tujuan seseorang bisa tercapai. Komunikasi tidak hanya menggunakan kata-kata dari mulut saja namun komunikasi pun bisa dilakukan dengan media dan aspek-aspek lain di luar penggunaan kata-kata yang dihasilkan oleh mulut manusia.
Manusia berkomunikasi untuk membagi pengetahuan dan pengalaman.
Melalui komunikasi, sikap dan perasaan seseorang atau kelompok dapat dipahami oleh pihak lain. Akan tetapi komunikasi akan efektif apabila pesan yang disampaikan dapat ditafsirkan sam dengan baiknya oleh pihak lain atau penerima pesan tersebut.
Menurut Little Jhon yang diikuti oleh Bungin dalam buku Sosiologi
Komunikasi, sebagai salah satu ilmu pengetahuan sosial, ilmu komunikasi adalah Communication as a social science, communication involves
understanding how people behave in creating, excanging
and interpreting message, Consequently, communication
inquiry combines both scientific and humanistic methods
(2007:239)
Jadi, komunikasi adalah suatu ilmu pengetahuna sosial yang memiliki ciri-ciri
berkenaan dengan pemahaman bagaimana orang berperilaku dalam menciptakan,
mempertukarkan serta menginterprestasikan pesan-pesan
Intensitas Penggunaan Media Facebook (skripsi dan tesis)
Facebook merupakan aplikasi jejaring sosial online yang membuat penggunanya dapat menampilkan diri mereka dalam profil online, menambah “teman” yang dapat mem posting komentar serta saling melihat profil satu sama lain (Ellison, Steinfeld, et al, 2007). Para anggotanya juga dapat bergabung dengan grup virtual berbasis kesamaan minat, seperti kelas, hobi, minat, selera musik dan status hubungan romantis melalui profil mereka. Di Facebook, tingkat visibilitas untuk melihat profil pengguna lainnya cukup tinggi. Para pengguna yang merupakan bagian dari jaringan yang sama dapat bebas melihat profil satu sama lain, kecuali jika si pemilik profil memutuskan untuk menutup profil mereka, membatasi hanya dapat dilihat oleh lingkaran teman terdekat saja.
Seperti yang dikutip dalam Ellison, Steinfeld & Lampe (2007), sebagian besar riset awalmengenai komunitas online berasumsi bahwa individu menggunakan situs jejaring sosial untuk berhubungan dengan orang lain di luar kelompok sosial dan lokasi tempat mereka berada. Media jejaring sosial membebaskan penggunanya untuk membentuk komunitas dalam berbagikesamaan minat, berbagi lokasi geografis (Wellman, Salaff, Dimitrova, Garton, Gulia, dan Haythornthwaite, 1996). Pengukuran mengenai penggunaan Internet yang diadaptasi dari LaRose, Lai, Lange, Love, danWu (2005) dalam Ellison, Steinfeld & Lampe (2007) yang diaplikasikan dalam penelitian inidiantaranya meliputi: (1) intensitas penggunaan, seperti durasi/frekuensi, jumlah waktu yangdihabiskan serta berapa jumlah teman yang dimiliki, (2) alasan/motivasi penggunaan (mis.apakah untuk bertemu orang baru, atau memperkuat hubungan), serta (3) preferensi dan fungsi dari situs jejaring sosial tersebut
Beberapa konsep awal dari pendekatan ini adalah apa yang dikemukakan oleh Blumler (1979)dalam mengidentifikasi makna konsep “aktivitas” dapat dilihat dari sejumlah faktor, yaitu: (1) utility (kegunaan), (2) intentionality (motivasi/tujuan penggunaan, (3) selectivity (pemilihan dan minat), (4) imperviousness to influence (penolakan terhadap pengaruh). McQuail, Blumler dan Brown (1972) mengemukakan bahwa beberapa kategori “uses of themedia” adalah: (1) sexual arousal (membangkitkan seks), (2) emotional release (pelepasan emosi), (3) filling time (pengisi waktu), (4) getting intrinsic culture/aesthetic enjoyment (menikmati budaya), (5) relaxing (relaksasi), (6) escaping from problems (pelepasan diri dari masalah) dan (7)having a substitute for real-life companinionship (pengganti/substitusi pertemanan di dunia nyata) (Baran, 2000).
Computer Mediated Communication (skripsi dan tesis)
Dengan diperkenalkan teknologi jaringan komputer pribadi (personal computer) memudahkan terjadinya kontak komunikasi antar manusia yang menjaga hubungan interpersonal dengan rekan, teman, keluarga, kekasih dan lainnya. Ruang obrol dan kelompok diskusi memberi ketersediaan ruang terhadap orang asing dan mengembangkan hubungan interpersonal baru. Oleh karenanya computer-mediated communication (CMC) mewujudkan dua tujuan komunikasi interpersonal yaitu menjalin kontak dengan orang asing dan akhirnya tercipta hubungan interpersonal baru dan mempertahankan (memelihara) hubungan lama yang telah terbentuk sebelumnya. (Beebe, 2005:359)
Dalam upaya untuk memajukan teori pengembangan hubungan dalam konteks virtual, banyak peneliti mengaplikasikan teori tradisional tatap muka (FTF) dalam usaha untuk memahami bagaimana lingkungan media komputer mempengaruhi hubungan diantara variabel yang telah ditemukan untuk kemudian menjadi lebih bisa untuk diprediksi dalam konteks hubungan tatap muka (Walther dalam Craig. etc,. 2007 : 2).
Dengan diperkenalkan teknologi jaringan komputer pribadi (personal computer) memudahkan terjadinya kontak komunikasi antar manusia yang menjaga hubungan interpersonal dengan rekan, teman, keluarga, kekasih dan lainnya. Ruang obrol dan kelompok diskusi memberi ketersediaan ruang terhadap orang asing dan mengembangkan hubungan interpersonal baru. Oleh karenanya computer-mediated communication (CMC) mewujudkan dua tujuan komunikasi interpersonal yaitu menjalin kontak dengan orang asing dan akhirnya tercipta hubungan interpersonal baru dan mempertahankan (memelihara) hubungan lama yang telah terbentuk sebelumnya. (Beebe, 2005:359) Dalam upaya untuk memajukan teori pengembangan hubungan dalam konteks virtual, banyak peneliti mengaplikasikan teori tradisional tatap muka (FTF) dalam usaha untuk memahami bagaimana lingkungan media komputer mempengaruhi hubungan diantara variabel yang telah ditemukan untuk kemudian menjadi lebih bisa untuk diprediksi dalam konteks hubungan tatap muka (Walther dalam Craig. etc,. 2007 : 2).
Melalui facebook, terciptalah sebuah komunikasi antarpribadi dengan para pemilik akun Facebook yang telah “berteman”. Komunikasi antarpribadi tersebut berupa sebuah interaksi sosial yang terjalin antar pengguna Facebook. Dalam kasus situs jaringan sosial, interaksi sosial dapat dilakukan dalam berbagai bentuk; misalnya, timbal balik dapat terjadi ketika seseorang memberi pengungkapan dengan posting foto atau profilnya. Hal ini dapat mendorong orang lain melakukan pengungkapan dengan komentar di posting tersebut terhadap foto atau tulisan-tulisan yang diposting, dan pada gilirannya terjadi komunikasi yang lebih intens dan kembali mendorong orang pertama untuk lebih terbuka dalam pengungkapan dirinya.
Dengan mempresentasikan gambar yang diinginkan pengguna dapat meningkatkan kenyamanan psikologis dan mencapai tujuan relasional. Kegiatan pengelolaan kesan dengan tujuan menciptakan dan mempertahankan kesan stabil dan menguntungkan diri telah digunakan oleh individu untuk berusaha mengendalikan persepsi orang lain baik dalam interaksi tatap muka (FTF) maupun pada tataran (CMC).
Tahapan dan Peran PR dalam Krisis Komunikasi (skripsi dan tesis)
Peran PR dalam menangani krisis komunikasi sangat berkaitan dengan mengidentifikasi tahapan dalam krisis komunikasi itu sendiri. Dengan demikian antara tahapan dan peran PR sesungguhnya menjadi satu pembahasan yang tidak bisa saling dipisahkan. Peran lain yang harus dilakukan PR dalam menangani krisis komunikasi adalah mengidentifikasi pihak mana yang haru menpatkan perhatian penting. Dengan demikian PR kemudian membentuk suatu tim manajemen krisis yang permanen dan ramping, agar mereka dapat secara mudah berkomunikasi dan memberikan garis perintah dengan jelas. Bila terjadi krisis, tim ini harus mengambil inisiatif dan memberikan respon pertama untuk menjelaskan kepada publik, jangan sampai tim merespon akibat pertanyaan pers. Upaya menutup-nutupi krisis bisa berakibat fatal, misalnya pers semakin aktif menurunkan tim investigasinya untuk mengorek krisis lebih dalam (Steven Fink dalam Rhenald Kasali 2006:225)..
Tugas utama yang harus dilakukan oleh tim krisis adalah melakukan identifikasi krisis dan menentukan langkah-langkah apa yang harus dilakukan. Semua tim harus bisa menjelaskan pesan-pesan komunikasi yang sudah disepakati. Tim manajemen krisis harus menghindari pernyataan off the record, karena dia benar-benar menguasai masalahnya. Baik sekali kalau diterbitkan buku petunjuk penanggulangan krisis.
Untuk mengidentifikasi tahapan dalam krisis komunikasi di dasarkan pada bagaimana krisis komunikasi telah menunjukkan suatu permasalahan yang dapat mengancam eksistensi perusahaan itu sendiri. Secara khusu maka menurut Peter M Sandman (2006), terdapat 4 (empat) tahapan yang dilalui suatu krisis, yaitu:
- Tahap Prodromal.
Krisis pada tahap ini sering dilupakan orang karena perusahaan masih bisa bergerak dengan lincah. Pada tahap ini, bukan pada tahap krisis sudah kronis (meledak), krisis sudah mulai muncul. Tahap prodromal sering disebut pula warning stage karena ia memberi sirene tanda bahaya mengenai simtom-simtom yang harus segera diatasi.
Mengacu pada defenisi krisis, tahap ini juga merupakan bagian dari turning point. Bila manajer gagal mengartikan atau menangkap sinyal ini, krisis akan bergeser ke tahap yang lebih serius yaitu tahapa akut.
Sering pula eksekutif menyebut tahap prodromal sebagai taha sebelum krisis (precrisis). Tetapi sebutan ini hanya dapat dipakai untuk melihat krisis secara keseluruhan dan disebut demikian setelah krisis memasuki tahap akut sebagai retrospeksi.
Tahap prodromal biasanya muncul dalam salah satu dari 3 bentuk ini:
- Jelas sekali, dimana gejala-gejala awal kelihtan jelas sekali.
- Samar-samar, yaitu gejala yang muncul tampak samar-samar karena sulit menginterpretasikan dan menduga luasnya suatu kejadian. Perusahaan atau organisasi memerlukan bantuan para analis untuk menganalisis hal-hal yang samar-samar itu sebelum tergulung oleh ombak krisis.
- Sama sekai tidak kelihatan, gejala-gejala krisis bisa tak terlihat sama sekali. Perusahaan tidak dapat membaca gejala ini karena kelihatannya segalanya oke-oke saja.
Para ahi krisis umumnya sependapat bahwa sekalipun krisis pada tahap ini sangat ringan, pemecahan dini secara tuntas sangat penting. Alasanya adalah karena masih mudah untuk ditangani sebelum ia memasuki tahap akut, sebelum ia meledak dan sebelum menimbulkan komplikasi.
- Tahap Akut.
Inilah tahap ketika orang mengatakan : “telah terjadi krisis”. Meski bukan di sini awal mulanya krisis, orang menganggap suatu krisis dimulai dari sini karena gejala yang samar-samar atau sama sekali tidak jelas itu mulai kelihatan jelas.
Dalam banyak hal, krisis yang akut sering disebut sebagai the point of no return. Artinya, sekali sinyal-sinyal yang muncul pada tahap peringatan (prodromal stage) tidak digubris, ia akan masuk ke tahap akut dan tidak bisa kembali lagi. Kerusakan sudah mulai bermunculan, reaksi mulai berdatangan, isu menyebar luas. Namun, berapa besar kerugian lain yang akan muncul amat tergantung dari para aktor yang mengendalikan krisis.
Salah satu kesulitan besar dalam menghadapi krisis pada tahap akut, sekalipun Saudara sangat siap, adalah intensitas dan kecepatan serangan yang datang dari berbagai pihak yang menyertai tahap ini. Kecepatan ditentukan oleh jenis krisis yang menimpa perusahaan, sedangkan intensitas ditentukan oleh kompleksnya permasalahan.
Tahap akut adalah tahap antara, yang paling pendek waktunya bila dibandingkan dengan tahap-tahap lainnya. Bila ia lewat, maka umumnya akan segera memasuki tahap kronis.
3.Tahap Kronik.
Badai mulai reda, yang tersisa adalah reruntuhan bangunan dan sejumlah bangkai, korban dari sebuah krisis. Berakhirnya tahap akut dinyatakan dengan langkah-langkah pembersihan.
Tahap ini sering juga disebut sebagai the clean up phase atau the post mortem. Sering pula tahap ini disebut sebagai tahap recovery atau self analysis. Di dalam perusahaan, tahap ini ditandai dengan perubahan struktural. Mungkin penggantian manajemen, mungkin penggantian pemilik, mungkin masuk nama-nama baru sebagai pemilik atau mungkin pula bangkrut dan perusahaan dilikuidasi.
Seorang crisis manager harus bisa memperpendek tahap ini karena semua orang sudah sangat letih. Juga pers sudah mulai bosan memberitakan kasus ini. Namun yang paling penting adalah perusahaan harus memutuskan mau hidup terus atau tidak. Kalau ingin hidup terus tentu ia harus sehat dan mempunyai reputasi yang baik.
Tahap kronis adalah tahap yang terenyuh. Kadang-kadang dengan bantuan seorang crisis manager yang handal, perusahaan akan memasuki keadaan yang lebih baik, sehingga pujian-pujian berdatangan dan penyembuhan (resolution) mulai berlangsung.
- Tahap Resolusi (penyembuhan).
Tahap ini adalah tahap penyembuhan (pulih kembali) dan tahap terakhir dari 4 tahap krisis. Meski bencana besar dianggap sudah berlalu, crisis manager tetap perlu berhati-hati, karena riset dalam kasus-kasus krisis menunjukkan bahwa krisis tidak akan berhenti begitu saja pada tahap ini. Krisis umumnya berbentuk siklus yang akan membawa kembali keadaan semula (prodromal stage).
Untuk mengidentifikasi peran PR maka dapat dilakukan dengan mengidentifikasi pihak mana yang harus mendapatkan perhatian PR. Dengan demikian PR dapat berperan sebagai penarik dan penilai kesimpulan atas opini, sikap serta aspirasi dari berbagai kelompok masyarakat (internal dan eksternal) yang terkena dampak kegiatan PR. Selain itu, PR dapat juga mengajukan usul atau saran kebijakan atau etika perilaku tertentu yang akan menyelaraskan kepentingan klien dengan kelompok masyarakat tertentu. Juga, PR dapat merencanakan dan melaksanakan rencana janga pendek, menengah, dan panjang untuk menciptakan dan meningkatkan pengertian dan pemahanan terhadap objek, kegiatan, metode dan masalah yang dihadapi.
Menurut Siti Komsiah (2009; 2) ada beberapa pihak terkait yang harus diperhatikan oleh PR apabila sedang menangani PR. Pihak ini merupakan pihak terkiat yang memegang informasi kunci dan mempunyai kemampuan untuk menentukan informasi tersebut menjadi mempengaruhi citra perusahaan. Berikut merupakan pihak-pihak yang harsu diperhatikan dalam menangani krisis komunikasi yaitu:
- Pers
Hal penting yang diingat oleh praktisi PR, soal pers, dalam situasi krisis, yaitu pers beranggapan bahwa berita buruk adalah berita yang baik bagi pers dan akan mencecar korban dengan pertanyaan-pertanyaan yang bisa memojokkan. Dalam konteks tersebut, penting untuk diketahui bagaimana strategi berhubungan dengan media yang baik. Karena hal demikian akan menjadi salah satu kunci penting, bagaimana PR dapat mengambil peranannya dengan baik.
- Pihak Terkait
Pihak terkait yang dimaksud adalah pihak tokoh masyarakat, para pengamat, LSM, karyawan berpengaruh, dapat menjadi pihak ketiga yang penting untuk memuluskan program PR, baik sebagai nara sumber pers, atau pun menjelaskan kepada publik mengenai masalah yang terjadi. Disinilah peranan lobbying yang seharusnya selalu dilakukan oleh PR menjadi sangat berarti. Melalui peran lobbying ini maka PR dapat menggunakan pihak terkiat sebagai pihak ketiga ini bisa perorangan maupun organisasi yang dianggap bisa memberikan opini yang independen, namun menguntungkan.
Untuk membedakan suatu krisis komunikasi maka juga dapat dibedakan berdasarkan dimensi dalam komunikasi organisasi itu sendiri. Menurut Djoko Purwanto (2006: 35), dimensi dalam komunikasi organisasi dibedakan berdasarkan unsur yang ada dalam organisasi tersebut. Unsur yang dimaksud adalah unusr yang ada lingkungan dalam organisasi maupun yang berasal lingkungan eksternal organisasi. Secara lebih terperinci akan diuraikan sebagai berikut:
- Hubungan eksternal, digunakan anggota organisasi untuk interaksi dengan individu di luar organisasi. Komunikasi eksternal membawa pesan organisasi dan lingkungan organisasi yang relevan. Sistim pesan eksternal digunakan untuk menyampaikan informasi dari lingkungan organisasi dan untuk memberikan lingkungan informasi dari organisasi.
- Hubungan internal, ialah pola pesan yang dibagi (share) antara anggota organisasi, interaksi manusia yang terjadi dalam organisasi dan antar anggota organisasi. Saat organisasi tumbuh pada ukuran atau kompleksitas atau menyebar keluar area dan zona waktu, ini memerlukan program komunikasi internal yang membantu membangun tim.
Dengan demikian berdasarkan uraian di atas dapat diketahui bahwa peran PR yang dapat dilakukan dalam menangani suatu krisis adalah; Pertama mengidentifikasi tahapan dalam krisis itu sendiri yaitu: Tahap Prodromal, Tahap Akut, Tahap Kronik dan Tahap Resolusi (penyembuhan). Identifikasi tahapan dalam krisis komunikasi di dasarkan pada gejala-gejala bagaimana suatu krisis dapat mengancam eksistensi perusahaan itu sendiri. Kedua, mengidentifikasi pihak mana yang harus mendaptkan perhatian penting yaitu: pihak pers serta pihak terkiat. Ketiga mengidentifikasi dimensi yang dilibatkan sebagai sumber krisis yaitu Komunikasi eksternal, digunakan anggota organisasi untuk interaksi dengan individu di luar organisasi.Komunikasi internal, ialah pola pesan yang dibagi (share) antara anggota organisasi, interaksi manusia yang terjadi dalam organisasi dan antar anggota organisasi. Dengan demikian PR dapat penarik dan penilai kesimpulan atas opini, sikap serta aspirasi dari berbagai kelompok masyarakat (internal dan eksternal) yang terkena dampak kegiatan PR.
Rahim (skripsi dan tesis)
Rahim (uterus) adalah organ berdinding tebal, muskular, pipih, cekung yang tampak mirip buah pir terbalik (Bobak, 2004). Uterus terdiri dari tiga bagian, yaitu fundus yang merupakan tonjolan bulat di bagian atas dan terletak di atas insersi tuba falopi, korpus yang merupakan bagian utama yang mengelilingi kavum uteri berbentuk segitiga, dan isthmus yakni bagian sedikit konstriksi berbentuk silinder yang menghubungkan korpus dengan serviks. Besarnya uterus berbeda-beda, bergantung pada usia dan pernah melahirkan anak atau belum. Ukuran uterus kira-kira sebesar telur ayam kampung. Ukuran uterus pada nulipara adalah 5,5-8 cm x 3,5-4 cm x 2-2,5 cm dengan berat 40-50 gram, sedangkan ukuran uterus pada multipara adalah 9-9,5 cm x 5,5-6 cm x 3-3,5 cm dengan berat 60-70 gram. Letak rahim yang normal adalah anteversiofleksi (Rustam, 1998).
Dinding uterus terdiri dari tiga lapisan, yaitu endometrium, miometrium, dan peritoneum. Endometrium ialah suatu lapisan membran mukosa yang mengandung banyak pembuluh darah. Miometrium tersusun atas lapisan-lapisan serabut otot polos yang terbentang ketiga arah (longitudinal, transversal, dan oblique). Peritoneum merupakan membran serosa yang melapisi seluruh korpus uterus, kecuali seperempat permukaan anterior bagian bawah dimana terdapat kandung kemih dan serviks (Bobak,2004).
Bagian bawah uterus adalah serviks atau leher rahim. Tempat perlekatan serviks uteri dengan vagina. Panjang serviks sekitar 2,5 sampai 3cm, 1cm menonjol ke dalam vagina pada wanita tidak hamil. Serviks terutama disusun oleh jaringan ikat fibrosa serta jumlah kecil serabut otot dan jaringan elastic. Muara sempit antara kavum uteri dan kanal endoserviks (kanal di dalam serviks yang menghubungkan kavum uteri dengan vagina), disebut ostium interna. Muara sempit antara endoserviks dan vagina disebut ostium eksterna.
Fungsi utama uterus adalah sebagai tempat bertumbuh dan berkembangnya janin. Namun, uterus juga memiliki fungsi lain diantaranya pada siklus menstruasi uterus berperan dengan peremajaan endometrium, berkontraksi terutama pada proses persalinan dan setelah persalinan (Rustam, 1998).
Gambar 1.
Sistem Reproduksi Wanita (ADAM,2012)
Manfaat Pemberian ASI (skripsi dan tesis)
Komposisi ASI yang begitu lengkap memberikan manfaat yang sangat besar bagi bayi yang disusui dengan ASI, diantaranya adalah :
- ASI mengandung semua zat gizi untuk membangun dan penyediaan energi dalam susunan yang diperlukan serta menghasilkan pertumbuhan fisik yang optimum terutama pada bulan-bulan pertama. Seorang ibu yang sedang dalam periode laktasi dan dalam status gizi yang baik, maka ia akan mampu memproduksi ± 800 ml/hari, yang sama dengan memberikan energi kepada bayi sebesar 67 ka1/100 ml atau = 8 X 67 = ± 540 kal/hari dan ini cukup untuk menumbuhkan seorang bayi sampai dengan berat badannya mencapai ± 5 kg ialah bayi umur 3 bulan. Jadi ASI sebagai makanan tunggal “mampu” menumbuhkan seorang bayi dengan baik hanya sampai umur 3 bulan saja. Dalam kenyataan, bayi sejak umur 2 bulan sudah diberi pisang, biskuit dan air buah lainnya sehingga ASI ditambah makanan selingan tersebut mampu menumbuhkan bayi sampai umur 4 bulan dengan berat badan hampir 6 kg (Almatsier, 2002).
- Zat anti infeksi yang terdapat dalam ASI dapat melindungi mukosa usus terhadap penetrasi, mengubah lingkungan lumen usus untuk menekan pertumbuhan beberapa mikroorganisme patogen sambil berusaha membunuh bakteri patogen lainnya, serta menstimulasi kematangan sel-sel dan mendorong produksi enzim pencernaan, sehingga tidak mudah terserang penyakit infeksi terutama diare (Almatsier, 2002). Dengan demikian zat-zat gizi yang diperoleh bayi akan diserap dengan baik oleh usus dan digunakan untuk pertumbuhannya.
- ASI selalu segar dan bebas pencemaran kuman, hingga mengurangi kemungkinan timbulnya gangguan saluran pencernaan (seperti berak-berak, muntah-muntah, sakit perut) (Hegar dan Sahetapy, 2008).
Di samping manfaat bagi bayi, ibu yang menyusui bayinya dengan ASI juga memperoleh keuntungan diantaranya :
- Si ibu kemungkinan kecil mendapat resiko perdarahan postpartum oleh karena uterusnya akan segera mengadakan kontraksi berkat hormon oksitosin yang dikeluarkan oleh kelenjar hipofise akibat rangsangan mulut bayi pada areola Hal ini dirasakan oleh si ibu dengan rasa mules. Kontraksi uterus ini akan mengembalikan secepatnya bentuk uterus ke keadaan sebelum hamil (Tridjaja dan Marzuki, 2008).
- Terdapatnya lactational infertility sehingga memperpanjang child spacing. Hormon prolaktin yang cukup banyak dalam darah, karena proses isapan mulut bayi pada puting payudara ibu, akan menghambat aksi dari Folicle Stimulating Hormon (FSH), suatu hormon yang memacu masaknya sel telur (folicle). Dengan demikian pemasakan sel telur selalu dihambat sehingga resiko terjadinya konsepsi secara teoritis, tidak terjadi (Tridjaja dan Marzuki, 2008).
- Secara ekonomis tidak memberatkan perekonomian keluarga. Menyusukan bayi adalah pekerjaan yang sangat mudah dan praktis (Gunawan, 2008).
- Bayi ASI mendapatkan belaian kasih sayang dan kehangatan ibu lebih banyak sehingga bayi akan merasa senang dan akan memacu nafsu makan dan minumnya dan akan memperkuat ikatan batin antara ibu dan bayinya (Gunawan, 2008).
Pengertian ASI Ekslusif (skripsi dan tesis)
Pengertian ASI eksklusif adalah bayi hanya diberikan ASI tanpa diberi tambahan tambahan makanan padat seperti pisang, pepaya, bubur susu. Pemberian ASI secara eksklusif ini dianjurkan untuk jangka waktu setidaknya selama 4 bulan, tetapi bila mungkin sampai 6 bulan (Roesli, 2005). Sedangkan menurut Depkes (2003) ASI ekslusif adalah memberikan ASI saja tanpa makanan dan minuman lain kepada bayi sejak lahir sampai usia 6 bulan. Pada tahun 2002 World Health Organization menyatakan bahwa ASI eksklusif selama 6 bulan pertama hidup bayi adalah yang terbaik. Dengan demikian ketentuan sebelumnya (bahwa ASI eksklusif itu cukup 4 bulan) sudah tidak berlaku lagi.
Penyusuan bayi sebaiknya dimulai sesegera mungkin setelah kelahiran bayi, tetapi hal ini tergantung pada kemampuan bayi untuk mentoleransi nutrisi yang diterima. Sebagian besar bayi dapat mulai menyusu ASI segera setelah lahir, dan hampir selalu dalam 4-6 hari. Karena itu para ibu yang mau mengawali pemberian ASI di ruang persalinan dan terus melakukannya setelah itu sesuai kebutuhan bayi seharusnya didukung dalam melakukan itu. Akan tetapi, jika terjadi masalah yang terkait dengan toleransi bayi terhadap pemberian ASI, penyusuan itu harus ditahan sampai bayi dievaluasi secara hati-hati. Kalau penyusuan itu harus ditahan selama beberapa jam, cairan parenteral harus digunakan. Penyusuan ini bukan hanya mempertahankan metabolisme normal selama transisi dari janin menuju kehidupan di luar rahim, melainkan juga meningkatkan ikatan ibu-bayi (Behrman dkk, 2004).
Di samping itu, Inisiasi Menyusui Dini dalam satu jam pertama setelah kelahiran merupakan salah satu langkah menuju masa penyusuan yang sukses. Menyusui bayi sejak awal juga memberikan efek fisiologis pada uterus, berupa kontraksi. Sehingga dapat mengurangi resiko pendarahan pasca kelahiran. Dengan mempertimbangkan hal tesebut, maka memulai menyusui dalam satu jam pertama setelah melahirkan merupakan langkah vital pertama demi keberhasilan pemberian ASI eksklusif (Gupta, 2007).
Pengertian Motivasi (skripsi dan tesis)
Motivasi adalah energi psikologis yang bersifat abstrak, wujudnya hanya diamati dalam bentuk menifestasi tingkah laku yang ditampilkannya. Motivasi sebagai proses psikologis adalah refleksi kekuatan interaksi antara kognisi, pengalaman dan kebutuhan. Motivasi menurut Ghufron (2010) “keadaan dalam pribadi seseorang yang mendorong keinginan individu untuk melakukan kegiatan-kegiatan tertentu guna mencapai suatu tujuan”. Motivasi yang ada pada seseorang akan mewujudkan suatu perilaku yang diarahkan pada tujuan mencapai sasaran kepuasan. Pengertian lain yang berkaitan dengan motivasi dari beberapa ahli dalam Husdarta (2000) yaitu “proses aktualisasi generator penggerak internal di dalam diri individu untuk menimbulkan aktivitas, menjamin kelangsungannya dan menentukan arah atau haluan aktivitas terhadap pencapaian tujuan yang telah ditetapkan”.
Berbagai pendapat ahli memberikan gambaran mengenai pengertian motivasi berdasarkan sumber dan penyebab motivasi itu sendiri, namun untuk memudahkan penelitian maka peneliti hanya menguraikan teori motivasi yang terkait, yaitu: (1) Teori McClelland. Menurut McCleland yang dikutip dan diterjemahkan oleh Asnawi(2002), mengatakan bahwa dalam diri manusia ada dua motivasi yaitu motif primer yang merupakan motif yang tidak perlajari dan motif sekunder yang timbul karena interaksi dengan orang lain oleh karena itu motif sekunder juga disebut motif sosial, motif primer yang tidak dipelajari inilsh yang timbul secara alamiah dan timbul pada setiap manusia secara biologis sehingga motif ini mendorong seseorang untuk memenuhi kebutuhan biologisnya seperti makan,minum,dan kebutuhan biologis lainnya.
Sedangkan motif sekunder adalah motif yang timbul karena dorongan dari luar akibat interaksi dengan orang lain atau interaksi dengan sosial.Motif dalam teori sekunder ini masih dibedakan lagi menjadi 3motif yaitu (a) Motif berprestasi. Motif berprestasi merupakan dorongan yang ada pada setiap manusia untuk mencapai hasil kegiatannya atau hasil kerjanya secara maksimal, yang berarti motif prestasi adalah dorongan menuju kesuksesan dalam situasi kompetisi yang diukur dengan”keunggulan” dibanding kemampuan orang lain. (b) Motif berafiliasi yaitu manusia adalah makhluk sosial oleh sebab itu manusia menjadi berarti dalam interaksi dengan manusia yang lain(sosial). Dengan demikian secara naluri kebutuhan atau dorongan untuk berafilasi dengan sesame manusia adalah melekat pada setiap orang. Agar kebutuhan berafiliasi dengan orang lain terpenuhi dan supaya lebih disukai oleh orang lain, ia harus menjaga hubungan baik dengan orang lain. Untuk mewujudkan semuanya itu maka setiap perbuatannya atau perilakunya adalah merupakan alat atau media untuk membentuk,memelihara,dan bekerja sama dengan orang lain.
Pencerminan motif berafaliasi di dalam perilaku sehari-hari dalam organisasi kerja, antara lain sebagai berikut:Senang menjalin persahabatan dengan orang lain terutama dengan peer group-nya; Dalam melakukan pekerjaan atau tugas lebih mementingkan team work daripada kerja sendiri; Dalam melakukan tugas maupun pekerjaan merasa lebih efektif jika bekerja sama dengan orang lain daripada sendiri; serta setiap pengambilan keputusan berkaitan dengan tugas lebih cenderung meminta persetujuan atau kesepakatan orang lain atau kawan sekerjanya, dan sebagainya.
(2) Teori Maslow. Maslow, seorang ahli psikologi telah mengembangkan teori motivasi ini sejak tahun 1943. Maslow melanjutkan teori Eltom Mayo(1880-1949), mendasarkan pada kebutuhan manusia yang dibedakan antara kebutuhan biologis dan kebutuhan psikologis, atau disebut kebutuhan materiil(biologis) dan kebutuhan nonmateri(psikologis), maslow mengembangkan teorinya setelah ia mempelajari kebutuhan-kebutuhan manusia itu bertingkat-tingkat atau sesuai dengan “hierarki” dan menyatakan bahwa:Manusia adalah suatu makhluk sosial”berkeinginan” dan keinginan ini menimbulkan kebutuhan yang perlu dipenuhi. Keinginan atau kebutuhsn ini bersifat terus-menerus, dan selalu meningkat; Kebutuhan yang telah terpenuhi(dipuaskan), mempunyai pengaruh untuk menimbulkan keinginan atau kebutuhan lain dan yang lebih meningkat; Kebutuhan manusia tersebut tampaknya berjenjang atau bertingkat-tingkat tingkatan tersebut menunjukkan urutan kebutuhsn yang harus dipenuhi dalam suatu waktu tertentu. Satu modif yang lebih tinggi tidak akan dapat mempengaruhi atau mendorong tindakan seseorang, sebelum kebutuhan dasar terpenuhi. Dengan kata lain, motif-motif yang bersifat psikologis tidak akan mendorong perbuatan seseorang, sebelum kebutuhan dasar(biologis) tersebut terpenuhi serta kebutuhan yang satu dengan yang lain saling kait mengait, tetapi tidak terlalu dominan keterkaitan tersebut. Misalnya, kebutuhan untuk pemenuhan kebutuhan berprestasi tidak hrus dicapai sebelum pemenuhan kebutuhan berafiliasi dengan orang lain, meskipun kebutuhan tersebut selalu berkaitan.
Tujuan Iklan (skripsi dan tesis)
Suyanto (2005) mengemukakan tujuan periklanan televisi dapat digolongkan menurut sasarannya adalah sebagai berikut :
- Iklan informatif bertujuan untuk membentuk permintaan pertama. Caranya dengan memberitahukan pasar tentang produk baru, mengusulkan kegunaan baru suatu produk, memberitahukan pasar tentang perubahan harga, menjelaskan cara kerja suatu produk, menjelaskan pelayanan yang tersedia, mengoreksi kesan yang salah, mengurangi kecemasan pembeli, dan membangun citra perusahaan (biasanya dilakukan besar-besaran pada tahap awal peluncuran suatu jenis produk).
- Iklan persuasif bertujuan untuk membentuk permintaan selektif suatu merek tertentu, yang dilakukan pada tahap kompetitif dengan membentuk preferensi merek, mendorong alih merek, mengubah persepsi pembeli tentang atribut produk, membujuk pembeli untuk membeli sekarang, dan membujuk pembeli menerima dan mencoba penggunaan produk.
- Iklan pengingat bertujuan mengingatkan pembeli pada produk yang sudah mapan bahwa produk tersebut mungkin akan dibutuhkan kemudian, mengingatkan pembeli di mana mereka dapat membelinya, membuat pembeli tetap mengingat produk tersebut meskipun sedang tidak musim, dan memertahankan kesadaran puncak.
- Iklan penambah nilai bertujuan untuk menambah nilai merek pada persepsi konsumen dengan melakukan inovasi, perbaikan kualitas, dan penguatan persepsi konsumen. Iklan yang efektif akan menyebabkan merek dipandang lebih elegan, lebih bergaya, dan mungkin super dalam persaingan.
- Iklan bantuan aktivitas lain bertujuan membantu memfasilitasi aktivitas lain perusahaan dalam proses komunikasi pemasaran. Misalnya iklan membantu dalam pelepasan promosi penjualan (kupon), membantu wiraniaga (pengenalan produk), menyempurnakan hasil komunikasi pemasaran yang lain (komunikasi dapat mengidentifikasi paket produk di toko dan mengenal nilai produk lebih mudah setelah melihat iklan).
Bentuk Iklan (skripsi dan tesis)
Iklan merupakan salah satu bentuk khusus komunikasi (Jefkins, 1997: 15). Dengan iklan suatu perusahaan bisa mengkomunikasikan produk mereka pada konsumen. Akan tetapi sering kali konsumen mengartikan pesan secara keliru sehingga iklan tidak mencapai tujuan yang diharapkan. Iklan dipandang sangat efektif sebagai cara dalam strategi pemasaran karena dapat mempengaruhi masyarakat sesuai dengan apa yang dikehendaki. Dengan kata lain iklan dapat mempersuasi masyarakat. Dari proses tersebut iklan dapat mengarahkan dan menimbulkan dampak yang sesuai dengan pesan yang dikomunikasikan
Menurut Durianto dkk (2003), periklanan dipandang sebagai media yang paling lazim digunakan suatu perusahaan (khususnya produk konsumsi) untuk mengarahkan komunikasi yang persuasif pada konsumen. Iklan ditujukan untuk mempengaruhi perasaan, pengetahuan, makna, kepercayaan, sikap, dan citra konsumen yang berkaitan dengan produk atau merek.
Iklan dalam masyarakat hadir setiap hari bahkan setiap saat, iklan yang muncul dalam masyarakat hadir dalam berbagai media iklan yang ada. Media tersebut dapat melalui media cetak (majalah, tabloid, surat kabar), media luar ruang (spanduk, banner, billboard, neon boks), dan media elektonik (radio, televisi, internet, bioskop). Setiap media iklan mempunyai karakteristik yang berbeda serta mempunyai kekurangan dan kelebihan masing-masing.
Dari beragam jenis media iklan yang ada, media yang paling sering digunakan oleh perusahaan untuk memperkenalkan produk yaitu media televisi. Iklan melalui media televisi dianggap sangat efektif dalam memperkenalkan suatu produk. Hal ini disebabkan sejak awal tahun 1990-an televisi swasta mulai bermunculan di Indonesia, yang membawa dampak luas bagi kehidupan masyarakat Indonesia.
Dilihat dari banyaknya penduduk Indonesia yang kurang beruntung mengenyam pendidikan, maka kecenderungan mereka memilih media komunikasi adalah melalui mendengar, melihat, dan kata yang berbicara. Oleh karena itu mereka lebih senang menikmati melalui media audio visual. Hal ini juga merupakan bagian dari perubahan budaya, dimana budaya menonton orang Indonesia lebih tinggi daripada budaya membaca (Kasali, 2002).
Menurut Wells, Burnett dan Moriarty (2003) sembilan tipe iklan diantaranya:
- Brand Advertising
Merupakan tipe iklan yang dapat disebut pula sebagai national consumer advertising yang dasarnya tipe ini memfokuskan pada pembangunan brand loyalty serta brand image dari sebuah produk barang atau jasa secara jangka panjang
- Retail advertising
Jika brand advertising lebih berskala nasional maka retail advertising lebih berskala lokal dan memfokuskan pada toko/outlet dimana berbagai macam produk atau jasa dapat dibeli. Pesan-pesan iklan yang disampaikan bersifat lokal, produk-produk lokal, menstimulasi store traffic, membangun store image. Retail advertising menekankan pada harga, ketersediaan produk, lokasi outlet dan jam buka.
- Political advertising
Political advertising digunakan bagi para politisi atau partai politik dalam kampanyenya untuk menggalang suara pemilh. Tipe advertising ini cenderung lebih kepada pembentukan image dari partai politik atau politisi daripada isi kampanyenya sendiri.
- Directory advertising
Merupakan suatu bentuk iklan yang berguna bagi orang untuk mencari tahu tentang bagaimana mencari atau membeli produk atau jasa. Contoh dari advertising ini adalah Yellow Pages
- Direct Response Advertising
Dalam tipe ini pesan yang disampaikan bertujuan kepada penciptaan penjualan secara langsung dan cepat melalui berbagai media seperti surat, telepon yang berbeda tujuannya dengan nasional atau retail advertising.
- Business-to-Business Advertising
Tipe advertising seperti ini ditujukan kepada dealer, retailer, supplier, distributor, wholesaler dan para pembeli dari kalangan industrial lainnya dan tipe advertising ini lebih difokuskan kepada publikasi bisnis atau jurnal professional
- Institusional Advertising
Tipe ini disebut pula dengan corporate advertising yang memfokuskan kepada pembangunan corporate identity.
- Public Service Advertising
Merupakan tipe iklan yang menyampaikan pesan-pesan sosial yang berguna bagi masyarakat banyak seperti kampanye anti narkoba, anti kekerasan dll. Biasanya tipe iklan ini dibuat tanpa dikenakan biaya oleh pembuat iklan atau
agency dan oleh media.
- Interactive Advertising
Merupakan tipe iklan yang mengantarkan kepada konsumen yang mempunyai akses langsung ke komputer dan internet. Pesan yang dikirim dalam bentuk halaman web, iklan banner dan e-mail.
Pengertian Iklan (skripsi dan tesis)
- Menurut Surachman (2008) iklan adalah semua bentuk penyajian nonpersonal, promosi ide-ide, promosi barang atau jasa yang dilakukan oleh pihak lain yang diminta oleh perusahaan dalam membantu mengkomunikasikan produk dan atau jasa untuk mencapai tujuan tertentu dengan menggunakan media tertentu, seperti media elektronik maupun nonelektronik. Iklan untuk berkomunikasi dengan membangun kesadaran, pemahaman dan minat konsumen, serta untuk memotivasi konsumen agar mencoba dan melakukan pembelian ulang. Hal ini lebih tepat dilakukan untuk produk atau jasa yang sederhana sehingga tidak memerlukan penjelasan rumit, segmen yang akan dijangkau luas, pemilihan media menjadi bahan pertimbangan yang penting menyangkut nasional, regional atau lokal.
Iklan terjadi ketika sebuah iklan ditempatkan sehingga calon pembeli dapat melihat, mendengar atau membaca iklan tersebut (Rossister dan Perry, 2005). iklan merupakan kajian yang menghubungkan keberhasilan suatu pesan iklan yang dihubungkan dengan fekuensi dan intensitas. Frekuensi diartikan seberapa sering pemirsa melihat papran iklan sedangkan intensitas diartikan sebagai sejauh mana pemirsa memahami pesan sebuah iklan. Efek dari iklan ini akan mempengaruhi sikap konsumen terhadap produk yang diiklankan dan pada akhirnya berdampak pada perilaku pembelian konsumen.
Pengukuran Produktivitas Karyawan (skripsi dan tesis)
Pengukuran produktivitas menurut Sinungan (2003), dalam arti perbandingan dapat dibedakan dalam tiga jenis antara lain :
- Perbandingan-perbandingan antara pelaksanaan sekarang dengan pelaksanaan secara historis yang tidak menunjukkan apakah pelaksanaan sekarang ini memuaskan namun hanya mengetengahkan apakah meningkat atau berkurang serta tingkatannya.
- Perbandingan pelaksanaan antara satu unit (perorangan, tugas, seksi,proses) dengan lainnya. Pengukuran ini menunjukkan pencapaian relatif.
- Perbandingan pelaksanaan sekarang dengan targetnya, dan ini merupakan hal yang terbaik sebagai pemusatan sasaran/tujuan
Hanson dalam Swansburg dan Swansburg (2009), menyatakan bahwa produktivitas dapat diukur dengan menghitung jumlah jam kerja perawat atau karyawan pada pasien per hari. Model lain menurut Curtin Swansburg dan Swansburg (1999), bahwa produktivitas dalam keperawatan dihubungkan dengan penerapan ilmu pengetahuan. Produktivitas professional dapat diukur dari kemanjuran (efficacy), efektifitas dan efisiensi dalam menerapkan pengetahuannya. Curtin menunjukkan bahwa proses ini dapat diukur secara obyaktif, sebagai berikut:
- Tujuan pengukuran kemanjuran (efficacy); masa pendidikan formal, penghargaan akademis, keterangan melanjutkan pendidikan ketrampilan serta pengalaman.
- Tujuan pengukuran efektifitas; menunjukkan kemampuan dalam melaksanakan prosedur, ketepatan memprioritaskan kegiatan, penampilan kerja secara profesional dan sesuai dengan standar, memberikan informasi yang jelas dan tepat pada orang lain, serta mampu bekerja sama dengan orang lain.
Tujuan pengukuran efisiensi; sikap yang cepat tanggap, kehadiran, tahan uji, ketelitian, dapat beradaptasi dan secara ekonomis dapat melakukan penghematan
Pengertian Produktivitas Karyawan (skripsi dan tesis)
Secara umum produktivitas diartikan sebagai hubungan antara hasil nyata maupun fisik (barang atau jasa) dengan masukan sebenarnya. Misalnya saja produktivitas adalah ukuran efisiensi produktif diartikan sebagai suatu perbandingan antara hasil keluaran dan masukan atau output input . Masukan sering dibatasi dengan masukan tenaga kerja, sedangkan keluaran diukur dalam kesatuan fisik, bentuk dan nilai. Produktivitas juga diartikan sebagai tingkatan efisiensi dalam memproduksi barang-barang atau jasa. Ukuran produktivitas yang paling terkenal berkaitan dengan tenaga kerja yang dapat dihitung dengan membagi pengeluaran oleh jumlah yang digunakan atau jam-jam kerja orang (Muchdarsyah, 2002)
Ravianto (1985:16), bahwa produktivitas mengandung sebuah pengertian perbandingan antara hasil yang dicapai dengan peran serta tenaga kerja persatuan waktu. Pengertian di atas menunjukkan bahwa ada kaitan antara hasil kerja dengan waktu yang dibutukan untukmenghasilkan produk dari seorang tenaga kerja.Menurut Suprihanto (2007), produktivitas diartikan sebagai kemampuan seperangkat sumber-sumber ekonomi untuk menghasilkan sesuatu atau diartikan juga sebagai perbandingan antara pengorbanan (input) dengan penghasilan (output). Menurut Simanjuntak (2010) Produktivitas mengandung pengertian filosofis, definisi kerja, dan teknis operasional. Secara filosofis, produktivitasmengandung pengertian pandangan hidup dan sikap mental yang selalu berusaha untukmeningkatkan mutu kehidupan. Keadaan hari ini lebih baik dari hari kemarin dan mutukehidupan lebih baik dari hari ini.
Indikator Lingkungan Kerja (skripsi dan tesis)
Perancangan lingkungan kerja yang kondusif merupakan suatu hal yang sangat penting untuk dilakukan perusahaan. Menurut Darji Darmodiharjo yang ditulis oleh Anogara (2005), lingkungan kerja yang kondusif harus memenuhi syarat 5k, yaitu :
- Keamanan
- Kebersihan
- Ketertiban
- Keindahan
- Kekeluargaan
Sementara itu Anogara (2005) menyatakan bahwa syarat – syarat lingkungan kerja yang kondusif secara lebih terinci dijelaskan sebagai berikut:
- Lingkungan Kerja yang Menyangkut Segi fisik
- Keadaan bangunan, gedung atau tempat kerja yang menarik dan menjamin keselamatan kerja para pegawai. Termasuk didalamnya ruang kerja yang nyaman, dan mampu memberikan ruang gerak yang cukup bagi para karyawan, serta mengatur ventilasi yang baik sehingga karyawan bebas bekerja.
- Tersedianya beberapa fasilitas, seperti: peralatan kerja yang cukup memadai, tersedianya tempat – tempat rekreasi, tempat istirahat, tempat ibadah, dan sebagainya.
- Letak gedung dan tempat kerja yang strategis sehingga mudah dijangkau dari segala penjuru dengan kendaraan umum.
- Lingkungan Kerja yang Menyangkut Segi psikis
- Adanya perasaan aman dari para karyawan dalam menjalankan tugasnya, yang meliputi : rasa aman dari bahaya yang mungkin timbul pada saat menjalankan tugas, merasa aman dari pihak yang sewenang – wenang, serta rasa aman dari segala macam bentuk tuduhan sebagai akibat dari slaing curiga mencurigai diantara para karyawan.
- Adanya loyalitas yang bersifat dua dimensi, yaitu loyalitas yang bersifat vertical ( antara bawahan dengan pimpinan ) dan loyalitas yang bersifat horizontal ( antara pimpinan dengan pimpinan yang setingkat, antara karyawan dan karyawan yang setingkat )
- Adanya perasaan puas dikalangan para karyawan. Perasaan puas tersebut akan terwujud apabila karyawan merasa kebutuhannya telah terpenuhi.
Jenis Lingkungan Kerja (skripsi dan tesis)
Ketidaknyamanan saat bekerja merupakan kondisi yang sangat tidak baik bagi tenaga kerja dalam beraktivitas, karena pekerja akan melakukan aktivitasnya yang kurang optimal dan akan menyebabkan lingkungan kerja yang tidak bersemangat dan membosankan, sebaliknya apabila kenyamanan kerja tercipta saat pekerja melakukan aktivitasnya maka pekerja akan melakukan aktivitasnya dengan optimal, dikarenakan kondisi lingkungan pekerjaan yang sangat baik dan mendukung serta akan memberikan kepuasan kerja tersendiri bagi pegawai. Sedarmayanti (2001:21) menyatakan bahwa secara garis besar, jenis lingkungan kerja terbagi menjadi 2 yakni lingkungan kerja fisik dan lingkungan kerja non fisik.
- Lingkungan kerja Fisik
Lingkungan kerja fisik adalah semua keadaan berbentuk fisik yang terdapat di sekitar tempat kerja yang dapat mempengaruhi karyawan baik secara langsung maupun scara tidak langsung. Lingkungan kerja fisik dapat dibagi dalam dua kategori, yakni :
- Lingkungan yang langsung berhubungan dengan karyawan (Seperti: pusat kerja, kursi, meja dan sebagainya).
- Lingkungan perantara atau lingkungan umum dapat juga disebut lingkungan kerja yang mempengaruhi kondisi manusia, misalnya :temperatur, kelembaban, sirkulasi udara, pencahayaan, kebisingan, getaran mekanis, bau tidak sedap, warna, dan lain-lain.
Untuk dapat memperkecil pengaruh lingkungan fisik terhadap karyawan, maka langkah pertama adalah harus mempelajari manusia, baik mengenai fisik dan tingkah lakunya maupun mengenai fisiknya, kemudian digunakan sebagai dasar memikirkan lingkungan fisik yang sesuai
- Lingkungan Kerja Non Fisik
Lingkungan kerja non fisik adalah semua keadaan yang terjadi yang berkaitan dengan hubungan kerja, baik hubungan dengan atasan maupun hubungan sesama rekan kerja, ataupun hubungan dengan bawahan.
Pengertian Lingkungan Kerja (skripsi dan tesis)
Menurut A.S. Munandar (2004), lingkungan kerja merupakan lingkungan kerja fisik dan sosial yang meliputi : kondisi fisik, Ruang,tempat, peralatan kerja, jenis pekerjaan, atasan, rekan kerja, bawahan, orang diluar perusahaan, budaya perusahaan, kebijakan dan peraturan – peraturan perusahaan. Menurut Agus Tulus ( 2002), lingkungan kerja adalah segala sesuatu yang ada disekitar karyawan yang dapat berpengaruh dalam melaksanakan tugas – tugas yang telah di bebankan oleh perusahan. Sedangkan menurut Sedarmayati (2001) lingkungan kerja adalah keseluruhan alat perkakas dan bahan yang dihadapi, lingkungan sekitarnya di mana seseorang bekerja, metode kerjanya, serta pengaturan kerjanya baik sebagai perseorangan maupun sebagai kelompok.
Pengukuran Komunikasi Diagonal (skripsi dan tesis)
Menurut Wirsanto (2003), fungsi komunikasi diagonal digunakan oleh dua pihak yang mempunyai level berbeda tetapi tidak mempunyai wewenang langsung kepada pihak lain. Jenis ini mempunyai keuntungan yaitu :
- Penyebaran informasi bisa lebih cepat ketimbang bentuk komunikasi tradisional/konservatif
- Memungkinkan individu dari berbagai bagian atau departemen ikut membantu menyelesaikan masalah dalam organisasi.
Tapi jenis saluran ini mempunyai kelemahan yaitu dapat mengganggu jalur komunikasi yang rutin dan telah berjalan normal dalam suatu organisasi. Di samping itu komunikasi diagonal dalam organisasi yang berskala besar sulit dikendalikan secara efektif.
Pengukuran ini akan menggunakan pernyataan Handayaningrat (2001) mengenai usaha-usaha pelaksanaan komunikasi diagonal agar bermanfaat dalam penyelenggaraannya dalam organisasi harus memperhatikan prinsip-prinsip sebagai:
- Prinsip Kejelasan.
Adalah dalam arti kejelasan komunikasi dilihat dari sub indikator berikut:
- Penyampaian dalam bahasa yang jelas
- Menerima informasi dengan tepat dan cepat
- Prinsip Integral.
Adalah usaha – usaha yang di lakukan oleh pimpinan untuk membantu kepada individu-individu untuk memahami dan mengerti apa yang mereka terima, dengan cara:
- Memelihara kerja sama yang baik
- Perhatian khusus komunikasi pimpinan dalam pengambilan kebijaksanaan
- Prinsip penggunaan strategi komunikasi informal.
Adalah pemanfaatan informasi dalam usaha melengkapi komunikasi organisasi yang dilihat dari sub indikator:
- Melakukan pendekatan informal
- Melengkapi saluran-saluran komunikasi
- Adalah sebagai usaha yang dilakukan dalam upaya pelaksanaan komunikasi yang baik dapat dilihat dari sub indikator:
- Pemahaman pedoman atau petunjuk
Pendidikan atau pelatihan dibidang komunikasi
Pengukuran Komunikasi Vertikal (skripsi dan tesis)
Adapun dimensi yang digunakan untuk menilai komunikasi menurut Siagian (2003) yaitu komunikasi vertikal merupakan wahana bagi manajemen untuk menyampaikan berbagai hal kepada bawahannya seperti perintah, instruksi, kebijakan baru, pengarahan, pedoman kerja, nasihat, dan teguran maupun keinginan para anggota organisasi untuk menyampaikan berbagai hal kepada atasannya dan komunikasi horizontal merupakan komunikasi yang berlangsung antara orang–orang yang berada pada tingkat yang sama dalam organisasi, akan tetapi melaksanakan kegiatan yang berbeda
Secara spesifik maka diuraikan bahwa komunikasi vertical dapat dibedakan menjadi dua yaitu (1) dari atasan ke bawahan dan (2) bawahan ke atasan. Hal ini diuraikan sebagai berikut:
- Komunikasi ke bawah, yaitu aliran informasi dari jabatan berotoritas lebih tinggi kepada mereka yang berotoritas lebih rendah.
Menurut Katz dan Kahn dalam buku yang berjudul “Komunikasi Bisnis” (Purwanto, 2006). Ada lima jenis informasi yang biasadikomunikasikan dari atasan kepada bawahan yaitu:
- Informasi mengenai bagaimana melakukan pekerjaan
- Informasi mengenai dasar pemikiran untuk melakukan pekerjaan
- Informasi mengenai kebijakan dan praktik-praktik organisasi
- Informasi mengenai kinerja pegawai
- Informasi untuk mengembangkan rasa memiliki tugas (sense of mission)
- Komunikasi ke atas, yaitu aliran informasi dari tingkat lebih rendah(bawahan) ke tingkat yang lebih tinggi (penyelia). Suatu permohonan atau komentar yang diarahkan kepada individu yang otoritasnya lebihbesar, lebih tinggi, atau lebih luas merupakan esensi komunikasi ke atas. Kebanyakan analisis dan penelitian dalam komunikasi ke ata menyatakan bahwa penyelia dan manajer harus menerima informasi dari bawahan mereka yang :
- Memberitahukan apa yang dilakukan bawahan mengenai pekerjaan mereka, prestasi, kemajuan, dan rencana-rencana untuk waktu mendatang.
- Menjelaskan persoalan-persoalan kerja yang belum dipecahkan bawahan yang mungkin memerlukan beberapa macam bantuan.
- Memberikan saran atau gagasan untuk perbaikan dalam unit-unit mereka atau dalam organisasi sebagai suatu keseluruhan.
- Mengungkapkan bagaimana pikiran dan perasaan bawahan tentang pekerjaan mereka, rekan kerja mereka, dan organisasi (Pace & Faules, 2001: 190)
Pengertian Komunikasi Vertikal (skripsi dan tesis)
Menurut Ardana (2008) dan Handoko (2003) aspek komunikasi vertikal yang perlu diperhatikan dalam penilaian yaitu sikap konsisten dari atasan dan terjalinnya komunikasi yang baik antara atasan dan bawahan. Sedangkan aspek komunikasi horizontal yang perlu diperhatikan dalam penilaiaanya yaitu mendiskusikan masalah dengan rekan sekerja dan bertegur sapa dengan rekan sekerja. Kurang efektifnya komunikasi ini akan berdampak bagi kelangsungan hidup perusahaan, karena pelaksanaan komunikasi ini tidak terlepas dari apa yang selama ini dirasakan oleh karyawan yang pada akhirnya berpengaruh pada semangat kerja karyawan
Pace & Faules (2001) mengemukakan definisi komunikasi vertikal sebagai berikut: Komunikasi vertical merupakan informasi yang berpidah secara formal dari atasan kepada bawahan dan dari bawahan kepada atasan. Jefkins (2009) memberikan definisi mengenai komunikasi vertikal sebagai berikut: Komunikasi vertical merupakan komunikasi dari pihak manajemen/pimpinan kepada pegawai, juga komunikasi dari pihak pegawai kepada pihak manajemen.. Definisi selanjutnya diungkapkan DeVito (2007), sebagai berikut : Komunikasi Vertikal merupakan pesan yang dikirim secara timbal balik, dari hierarki lebih tinggi kepada hierarki lebih rendah-dari hierarki lebih rendah kepada hierarki lebih tinggi dalam suatu organisasi.
Ruslan (2002) mengemukakan definisi komunikasi vertikal sebagai berikut: Komunikasi Vertikal yakni arus komunikasi dua arah timbal balik dari pimpinan kepada pegawai dan sebaliknya dari pegawai kepada pimpinan dalam melaksanakan fungsi-fungsi manajemen yang memegang peranan cukup vital dalam organisasi. Seperti yang dikemukakan oleh Muhammad berikut ini dalam buku “Komunikasi Organisasi” tentang definisi komunikasi Vertikal, yaitu : Komunikasi vertikal yaitu pesan yang mengalir dari atasan kepada bawahan dan dari bawahan kepada atasan dalam jaringan formal sebuah organisas (2001)
Jenis-Jenis Komunikasi Horisontal (skripsi dan tesis)
Media komunikasi yang banyak digunakan dalam komunikasi horisontal adalah pertemuan tatap-muka langsung, pembicaraan lewat telepon, memo tertulis, perintah kerja dalam bentuk surat tugas, dan formulir permohonan ( requisition form). Komunikasi ini dapat berbetntuk lisan dan tertulis, verbal atau non-verbal, pola formal maupun informal, dan bersifat satu arah maupun dua arah (Masmuh, 2010).
Sedangkan menurut Purwanto (2006). horizontal communication yaitu tindak komunikasi yang berlangsung di antara para karyawan atau bagian yang memiliki kedudukan yang setara. Fungsi arus komunikasi horizontal ini adalah:
- Memperbaiki koordinasi tugas
- Upaya pemecahan masalah
- Saling berbagi informasi
- Upaya pemecahan konflik
- Membina hubungan melalui kegiatan bersama.
Tujuan komunikasi horisontal dibedakan menjadi enam, yaitu untuk mengkoordinasikan penugasan kerja, berbagi informasi mengenai rencana dan kegiatan, untuk memecahkan masalah, untuk memperoleh pemahaman bersama, untuk mendamaikan, berunding, dan menengahi perbedaan, serta untuk menumbuhkan dukungan antar persona (Pace, 2006).
Pengertian Komunikasi Horisontal (skripsi dan tesis)
Menurut Jefkins (2009)Komunikasi horizontal adalah komunikasi secara mendatar, misalnya komunikasi antara karyawan dengan karyawan dan komunikasi ini sering kali berlangsung tidak formal. Kegunaan komunikasi horizontal lebih kepada pendekatan yang sifatnya personal selevel, sehingga dalam menyelesaikan pekerjaan menjadi lebih mudah. Dalam komunikasi horizontal, pihak-pihak yang terlibat memiliki kesamaan tingkatan sehingga jarang terlihat sikap canggung di antara satu sama lain. Begitu juga pada tataran struktural organisasi. Komunikasi horizontal yang efektif mengakibatkan pelaksanaan tugas terselesaikan dengan baik, sebaliknya jika terjadi komunikasi yang tidak efektif di antara sesama pegawai, maka sudah pasti pekerjaan akan terbengkalai yang pada akhirnya menyebabkan kinerja sesama pegawai tidak optimal yang pada akhirnya mengakibatkan kinerja organisasi tidak optimum.
Sedangkan menurut Ruslan (2002) Komunikasi horizontal adalah komunikasi secara mendatar, antara anggota staf dengan anggota staf, karyawan dengan sesama karyawan dan sebagainya. Tujuan komunikasi horizontal yaitu untuk melakukan koordinasi. Manfaat lainya adalah memungkinkan karyawan untuk menjalin komunikasi dengan rekan-rekannya. Hubungan ini merupakan bagian penting dari kepuasan karyawan. Berbeda dengan komunikasi vertical yang sifatnya lebih formal, komunikasi horizontal sering kali berlangsung tidak formal.
Menurut Pace (2006) komunikasi horizontal merupakan rangkaian Informasi disampaikan ke seluruh organisasi formal oleh suatu proses dalamproses ini orang yang mengawali pesan akan menyampaikan pesan kepadaorang kedua dan kemudian menjadi pesan bagi orang ketiga. Dalam penyebaran informasi ini, terdapat tiga orang yang terlibat, yaitu orang yang mengawali pesan, orang yang menyampaikan pesan, dan orang yang mengakhiri pesan.
