Populasi adalah suatu keseluruhan pengamatan atau objek yang menjadi perhatian kita. Sedangkan sampel adalah bagian dari populasi yang menjadi perhatian kita. Populasi menggambarkan sesuatu yang sifatnya ideal atau teoritis, sedangkan sampel menggambarkan sesuatu yang sifatnya nyata atau empiris. Populasi dan sampel masing-masing mempunyai karakteristik atau ciri yang dapat diukur. Teknik sampling adalah teknik pengambilan sampel. Teknik sampling pada dasarnya dikelompokkan menjadi dua yaitu probability sampling dan nonprobability sampling (Prasetyo dkk, 2005): a. Probability Sampling (Pemilihan secara acak) Probability Sampling adalah metode sampling yang setiap anggota populasinya memiliki peluang spesifik dan bukan nol untuk terpilih sebagai sampel. Peluang tersebut dapat sama dan dapat pula tidak sama besarnya dengan anggota populasi lainnya. Jenis-jenis probability sampling yaitu, (Prasetyo dkk, 2005): 1. Sampling acak sederhana Metode pangambilan sampel acak sederhana adalah metode yang digunakan untuk memilih sampel dari populasi sehingga setiap anggota populasi mempunyai peluang yang sama besar untuk diambil sebagai sampel. Ini berarti bahwa semua anggota populasi menjadi anggota dari kerangka sampel. 2. Sampling acak sistematis Metode pengambilan acak sistematis adalah metode untuk mengambil sampel secara sistematis dengan interval atau jarak tertentu dari suatu kerangka sampel yang telah diurutkan. Dengan demikian tersedianya suatu populasi sasaran yang tersusun merupakan prasyarat penting bagidimungkinkannya pelaksanaan pengambilan sampel dengan metode acak sistematis. 3. Sampling acak stratifikasi Metode pengambilan acak stratifikasi adalah metode pengambilan sampel dengan cara membagi populasi kedalam kelompok-kelompok yang homogenyang disebut strata, kemudian sampel diambil secara acak dari tiap strata tersebut. 4. Sampling klaster atau cluster sampling Metode pengambilan sampel klaster adalah metode yang digunakan untuk memilih sampel yang berupa kelompok dari beberapa kelompok yaitu setiap kelompok terdiri atas beberapa unit yang lebih kecil atau element. Jumlah elemen dari masing-masing kelompok bisa sama maupun berbeda. b. Nonprobability Sampling (pemilihan tidak acak). Nonprobability Sampling setiap unsur dalam populasi tidak memiliki kesempatan atau peluang yang sama untuk dipilih sebagai sampel dalam penarikan sampel probabilita, kesempatan yang mempunyai peranan besar sedangkan dalam penarikan sampel Nonprobability sampling, kesempatan yang mempunyai peranan besar, sedangkan dalam penarikan sampel Nonprobability sampling yang berperan adalah kemampuan atau pengetahuan peneliti terhadap populasi penelitiannya.
Jenis teknik sampling dari Nonprobability sampling dalam, (Prasetyo dkk, 2005) yaitu: 1. Accidental sampling atau kebetulan Pada pengambilan sampel dengan cara Accidental sampling, sampel diambil dari ketersediaan elemen dan kemudahan untuk mendapatkannya, sampel dipilih karena sampel ada pada tempat dan waktu yang tepat. 2. Judgment sampling Sampel diambil berdasarkan kriteria-kriteria berupa suatu pertimbangan tertentu yang telah dirumuskan terlebih dahulu oleh peneliti. 3. Quota sampling Quota sampling adalah purposive sampling yang mengambil persentase yang mengambil persentase sampelnya sesuai dengan persentase jumlah dipopulasinya. Quota sampling sampelnya harus mempunyai karakteristik yang dimiliki oleh populasinya. 4. Snowball sampling Cara mengambil sampel dengan cara ini adalah mengumpulkan sampel dari responden yang berasal dari referensi suatu jaringan. 5. Sampel jenuh Sampel jenuh adalah teknik pengumpulan sampel apabila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Hal ini sering dilakukan apabila jumlah populasi relatif kecil.
