Menurut Proverawati (2010), gejala premenopause adalah
sebagai berikut :
1) Hot flush (perasaan panas dari dada hingga wajah)
Wajah dan leher menjadi berkeringat.Kulit menjadi
kemerahan muncul di dada dan lengan terasa panas dapat terjadi
beberapa bulan atau beberapa tahun sebelum dan sesudah
berhentinya menstruasi. Perasaan panas akibat terjadi peningkatan
aliran darah ke wajah, leher, dada, dan punggung.
2) Night sweat (keringat di malam hari)
Keringat dingin dan gemetar juga dapat terjadi selama 30
detik sampai dengan 5 menit.
3) Dryness vaginal (kekeringan pada vagina)
Area genital yang kering dan biasa sebagai bahan
perubahan kadar estrogen. Kekeringan ini dapat membuat area
genital mudah mengalami infeksi.
4) Penurunan daya ingat dan mudah tersinggung
Produksi endorfin pada masa premenopause mengalami
penurunan/hal ini terjadi karena penurunan kadar endorfin,
dopamin dan serotonin tersebut mengakibatkan gangguan yang
berupa penurunan daya ingat dan suasana hati sering berubah atau
mudah tersinggung.
5) Insomnia ( susah tidur )
Susah tidur disebabkan karena keringat dimalam hari,
wajah merah dan perubahan lainnya. Kesulitan tidur dipengaruhi
dengan rendahnya kadar serotonin pada masa premenopause.
Kadar serotonin dipengaruhi oleh kadar endorfin.
6) Gejala akibat kelainan metabolik
Meliputi kelainan metabolisme lemak di hati. Penurunan
kadar estrogen menyebabkan meningkatnya kadar kolesterol LDL
(low density lipoprotein) dan menurunnya kadar kolestrol HDL
(high density lipoprotein).
7) Depresi (rasa cemas)
Depresi atau stres sering terjadi pada wanita ketika
memasuki masa premenopause. Hal ini terkait dengan penuruan
hormon estrogen sehingga menyebabkan wanita mengalami stres
ataupun depresi.
8) Fatigue (mudah lelah)
Rasa lelah sering kali muncul ketika menjelang masa
premenopause karena sering terjadi perubahan homonal pada
wanita yaitu terutama perubahan hormon estrogen.
9) Penurunan libido
Faktor-faktor yang berkaitan dengan penurunan libido pada
wanita usia pertengahan begitu kompleks, termasuk depresi,
gangguan tidur, dan keringat dimalam hari. Keringat malam hari
dapat menganggu tidur dan kekurangan tidur mengurangi energi
untuk yang lain, termasuk aktifvitas seks. Hal tersebut terjadi
karenaadanya perubahan pada vagina, seperti kekeringan yang
membuat area genital sakit dan selain itu terjadi perubahan
hormonal sehingga dapat menurunkan gairah seks.
10) Dyspareunia (rasa sakit ketika berhubungan seksual)
Hal ini terjadi karena vagina menjadi pendek, menyempit,
hilang elastisitas, epitelnya tipis dan mudah trauma karena kurang
lubrikasi.
11) Ketidakteraturan siklus haid
Gangguan siklus haid seperti polymenorrhoea,
olygomenorrhoea, amenorrhea dan mitaragia, hal ini terjadi
karena kadar estrogen menurun saat premenopause.
12) Gejala kelainan metabolisme mineral
Mudah terjadi fraktur pada tulang, akibat
ketidakseimbangan absorbsi dan reabsorbsi mineral terutama
kalsium. Bila hal ini berlangsung lama dapat menyebabkan
osteoporosis.
