Karakteristik Etos Kerja


Priansa (2016) menyebutkan bahwa etos kerja memiliki sejumlah
karakteristik yang menjadi identitas dari makna etos kerja itu sendiri. Tiga
karakteristik utama dari etos kerja adalah:
a. Keahlian Interpersonal
Keahlian interpersonal adalah aspek yang berkaitan dengan kemampuan
pegawai untuk menjalin hubungan kerja dengan orang lain atau pegawai
berhubungan dengan pegawai lain yang ada di dalam maupun di luar
organisasi. keahlian interpersonal meliputi kebiasaan, sikap, cara, penampilan
dan perilaku yang digunakan pegawai pada saat berada di sekitar orang lain
serta mempengaruhi bagaiman individu berinteraksi dengan orang lain.
Terdapat tujuh belas sifat yang dapat menggambarkan keahlian interpersonal
pegawai, yaitu; sopan, bersahabat, gembira, perhatian, menyenangkan,
kerjasama, menolong, disenangi, tekun, loyal, rapi, sabar, apresiatif, kerja
keras, rendah hati, emosi yang stabil, dan keras dalam kemauan.
b. Inisiatif
Inisiatif merupakan karakteristik yang dapat memfasilitasi pegawai agar
terdorong untuk lebih meningkatkan kinerjanya dan tidak langsung merasa
puas dengan kinerja yang biasa. Terdapat enam belas sifat yang dapat
menggambarkan inisiatif yang berkenaan dengan pegawai, yaitu; cerdik,
produktif, banyak ide, berinisiatif, ambisius, efisien, efektif, antusias, dedikasi,
daya tahan kerja, akurat, teliti, mandiri, mampu beradaptasi, gigih, dan teratur.
c. Dapat Diandalkan
Dapat diandalkan adalah aspek yang berhubungan dengan adanya harapan
terhadap kinerja pegawai dan merupakan suatu perjanjian implisit pegawai
untuk melakukan beberapa fungsi pekerjaan. Pegawai diharapkan dapat
memuaskan harapan minimum organisasi, tanpa perlu terlalu berlebihan
sehingga melakukan pekerjaan yang bukan tugasnya. Terdapat tujuh sifat yang
dapat menggambarkan seorang pegawai yang dapat diandalkan yaitu;
mengikuti petunjuk, mematuhi peraturan, dapat diandalkan, dapat dipercaya,
berhati-hati, jujur, dan tepat waktu.