Indikator Komitmen Organisasi


Menurut Meyer dan Allen (1991) dalam (Haunahu & Wenno, 2020)
merumuskan tiga indikator komitmen organisasi yaitu :
1) Komitmen afektif (affective commitment)
Komitmen yang berasal dari kelekatan emosional karyawan terhadap
organisasi. Dengan demikian karyawan yang memiliki komitmen afektif
yang kuat mengidentifikasikan diri dengan terlibat kedalam dan
menikmati keanggotaannya dalam organisasi. Individu dengan afektif
komitmen yang tinggi juga memiliki kedekatan emosional yang erat
terhadap organisasi, hal ini berarti bahwa individu tersebut akan memiliki
keinginan dan motivasi untuk berkontribusi terhadap organisasi
dibanding individu yang memiliki afektif komitmen yang rendah.
2) Komitmen kontinuans (continuance commitment)
Individu dengan komitmen kontinuans yang tinggi akan bertahan dalam
organisasi, bukan karena alasan emosional, tetapi karena adanya
kesadaran dalam individu tersebut akan kerugian besar yang dialami jika
meninggalkan organisasi.
3) Komitmen normatif (normative commitment)
Komitmen normatif ini datang dari nilai-nilai karyawan organisasi
dengan bekerja sebaik mungkin, individu tetap bertahan dalam organisasi
karena merasa wajib untuk loyal terhadap organisasi tersebut.komitmen
normatif ini melihat seberapa besar rasa tanggung jawab karyawan
terhadap perusahaan. Individu dengan komitmen normatif yang tinggi
kakan tetap bertahan dalam organisasi karena merasa adanya suatu
kewajibab atau tugas.