Abraham Maslow dalam dalam Purwati dan Agustian (2023)
menyatakan bahwa indikator yang dapat mengukur motivasi kerja,
yaitu:
- Kebutuhan fisik (physic needs), yang bisa dimanifestasikan
dalam hal kebutuhan akan makan, minum, pakaian, tempat
tinggal, tidur dan kebutuhan lain yang bersifat fisik, misalnya
kebutuhan bebas akan rasa sakit. Karena ini merupakan
kebutuhan biologis, maka kebutuhan ini akan didahulukan
pemenuhannya oleh manusia untuk merangsang seseorang
berperilaku atau bekerja lebih giat. - Kebutuhan rasa aman (safety needs), contohnya dalam bentuk
kebutuhan akan kebebasan dari segala macam ancaman, baik di
dalam dinas maupun di luar jam dinas, bebas dari segala macam
tuduhan, kebutuhan akan keamanan jiwa maupun harta. - Kebutuhan sosial (social needs), yang termasuk dalam
kebutuhan ini antara lain kebutuhan akan berkelompok (teman),
afiliasi, interaksi, dicintai dan mencintai. - Kebutuhan penghargaan (esteem needs), merupakan kebutuhan
akan pujian, pemberian hadiah, pengakuan atas keberhasilannya
atau prestasi kerjanya (misalnya: dengan sertifikat, tanda
penghargaan, maupun bonus), serta pemberian simbol-simbol
status. - Kebutuhan aktualisasi diri (self actualization), yaitu kebutuhan
untuk memenuhi diri sendiri dengan menggunakan kemampuan,
ketrampilan, dan potensi optimal untuk mencapai prestasi kerja
yang sangat memuaskan
