Faktor-faktor yang dapat meningkatkan lingkungan kerja meliputi aspek fisik,
hubungan kerja, dan aspek non-fisik. Faktor fisik meliputi ruang kerja,
pencahayaan, suhu dan kebisingan. Faktor sosial atau hubungan kerja seperti
komunikasi, kerjasama dan keadilan. Sedangkan faktor non-fisik seperti budaya
organisasi, disiplin kerja dan motivasi kerja.
Menurut (Mangi et al., 2012), lingkungan kerja yang baik, misalnya,
lingkungan yang menarik dan bersih mendorong karyawan individu untuk
menyelesaikan pekerjaan mereka secara efektif dan memiliki dampak positif pada
retensi dan komitmen karyawan. Pelatihan dan pengembangan yang tepat dan
lingkungan kerja yang diberikan oleh suatu organisasi secara teoritis harus mampu
meningkatkan retensi karyawan, karena individu dan organisasi memasuki
hubungan pertukaran di mana penyediaan manfaat bersama menciptakan kewajiban
untuk membalas (Raihan, 2012). Lingkungan kerja yang kondusif akan membawa
dampak baik bagi kelangsungan karyawan bekerja, sebaliknya, lingkungan kerja
yang kurang kondusif akan membawa dampak negatif bagi kelangsungan karyawan
bekerja. Suatu kondisi lingkungan kerja dikatakan baik apabila karyawan dapat
melaksanakan kegiatan secara optimal, sehat, aman, dan nyaman. Oleh karena itu
penentuan dan penciptaan lingkungan kerja yang baik akan sangat menentukan
keberhasilan pencapaian tujuan organisasi. Sebaliknya apabila lingkungan kerja
yang tidak baik akan dapat menurunkan motivasi serta semangat kerja dan akhirnya
dapat menurunkan kinerja karyawan. Lingkungan kerja sangatlah perlu untuk
diperhatikan karena merupakan salah satu faktor yang penting dalam menentukan
retensi karyawan. Hal ini dikarenakan ketika mereka merasa tidak nyaman dalam
bekerja, dapat menyebabkan kinerja karyawan menjadi rendah
