Praktik rekrutmen-seleksi didefinisikan sebagai proses untuk
mengidentifikasi, menarik, dan memilih kandidat yang memenuhi kriteria person-
organization fit (KristofâBrown et al., 2023). Rekrutmen dan seleksi yang efektif
memastikan bahwa karyawan yang direkrut sesuai dengan kompetensi yang
dibutuhkan perusahaan dan sesuai dengan kemampuan yang dapat diberikan oleh
calon karyawan yang nantinya hal ini akan meningkatkan retensi jangka panjang.
Penelitian oleh Awolusi & Jayakody, (2022) menekankan bahwa kebijakan
perekrutan yang tepat secara signifikan mempengaruhi retensi karyawan.
Perekrutan dan seleksi adalah proses penting dalam manajemen sumber
daya manusia yang bertujuan untuk menarik dan memilih kandidat yang paling
sesuai untuk posisi tertentu. Proses ini tidak hanya mempengaruhi kualitas
karyawan yang direkrut tetapi juga berpengaruh pada persepsi karyawan terhadap
organisasi. Karyawan yang merasa bahwa mereka dipilih dengan baik cenderung
memiliki tingkat retensi yang lebih tinggi. Dalam konteks sektor F&B, di mana
turnover karyawan sering kali tinggi, penting untuk memahami bagaimana praktik
perekrutan dan seleksi dapat mempengaruhi retensi.
