Keterkaitan Percerived Organizational Support terhadap Retensi Karyawan


Rhoades & Eisenberger (2002) menegaskan, karyawan dalam sebuah organisasi akan
cenderung untuk membentuk sebuah kepercayaan secara umum terkait sejauh mana
organisasi menghargai kontribusi karyawan dan peduli atas kesejahteraannya, persepsi yang
dimiliki oleh karyawan inilah yang sering juga disebut dengan perceived organizational
support (POS). POS juga dinilai sebagai jaminan bahwa bantuan akan tersedia dari
organisasi pada saat dibutuhkan untuk menjalankan pekerjaan seseorang secara efektif dan
pada saat menghadapi situasi yang sangat menegangkan. Dengan kata lain, perceived
organizational support merupakan tingkat dimana karyawan merasa perusahaan
memperhatikan kesejahteraan mereka dengan baik dan menilai kontribusi yang sudah
mereka lakukan pada perusahaan (Aube, Rosseau, & Morin, 2007).
Penelitian (Suta, 2019) menunjukkan Percerived Organizational Support memiliki
pengaruh positif dan signifikan terhadap retensi karyawan PT. BPR Gianyar Partasedana.
Cahyana (2012) menyatakan bahwa apabila perusahaan ingin mempertahankan dan
meningkatkan retensi karyawan, maka perusahaan harus meningkatkan dukungan organisasi
kepada karyawan agar karyawan merasa diperhatikan. Tingginya tingkat persepsi dukungan
organisasi didalam perusahaan akan mengarah kepada kepuasan kerja, menurunnya tingkat
turn over dan meningkatkan retensi karyawan (Robbins dan Coulter,2014:143).