Retensi Karyawan


Menurut Kamus Bisnis dalam Undari (2013:23), retensi karyawan (employee
retention) adalah praktek dan kebijakan yang dirancang untuk menciptakan
lingkungan kerja yang membuat karyawan ingin tetap bersama organisasi sehingga
mengurangi perputaran karyawan. Retensi karyawan menurut Mathis dan Jackson
(2006:126) dalam Nurhidayati (2016), merupakan kemampuan yang dimiliki
perusahaan untuk mempertahankan karyawan potensial yang dimiliki perusahaan
untuk tetap loyal terhadap perusahaan. Tujuannya adalah untuk mempertahankan
karyawan yang dianggap berkualitas dari perusahaan atas kehendak dari karyawan
itu sendiri.
Retensi karyawan diartikan sebagai upaya perusahaan dalam mempertahankan
karyawan yang berkualitas dan berpotensi bagi kemajuan perusahaan agar
memberikan loyalitasnya kepada perusahaan (Sumarni, 2011) dalam (Rahmawati,
2019). Sehingga karyawan merasakan suatu keadaan untuk tetap tinggal dan terus
berkontribusi bagi perusahaan tempatnya bekerja.
Retensi adalah elemen penting dari pendekatan organisasi untuk manajemen
bakat yang lebih umum, didefinisikan sebagai “pelaksanaan strategi terintergrasi
atau system yang dirancang untuk meningkatkan produktivitas kerja dengan
mengembangkan proses-proses untuk menarik, mengembangkan, mempertahankan,
dan memanfaatkan orang-orang dengan keterampilan dan bakat
12
yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan bisnis saat ini dan masa depan”. Upaya untuk
mempertahankan karyawan telah menjadi persoalan utama dalam banyak organisasi. Oleh
karena itu sangatlah penting organisasi mengakui bahwa retensi karyawan merupakan
perhatian SDM yang berkelanjutan dan tanggung jawab signifikan bagi semua supervisor
dan manajer (Solekhah, 2018).
Menurut Hasibuan (2000) dalam Adab (2015) pemeliharaan karyawan harus mendapat
perhatian yang sungguh-sungguh. Jika pemeliharaan karyawan kurang diperhatikan,
semangat kerja, sikap, dan loyalitas karyawan akan menurun. Pemeliharaan adalah usaha
mempertahankan dan atau meningkatkan kondisi fsik, mental dan sikap karyawan, agar
mereka tetap loyal dan bekerja produktif untuk menunjang tercapainya tujuan perusahaan.
Dari beberapa pengertian diatas penulis menyimpulkan bahwa retensi karyawan yaitu
sejauh mana perusahaan bisa mempertahankan karyawan yang mempunyai loyalitas yang
tinggi untuk tetap berada dalam perusahaan untuk berkembang menumbuhkan tujuan-tujuan
di dalam organisasi secara bersama-sama.