Pengembangan Karir


Pengembangan karir sangat penting dilakukan untuk meningkatkan
kemajuan karir karyawan. Menurut (Setiyani et al., 2026) pengembangan karir
merupakan upaya yang dilakukan karyawan untuk mencapai tujuan karirnya
dengan dukungan dari departemen sumber daya manusia, manajer, maupun pihak
lain yang ada di perusahaan. Sejalan dengan pendapat tersebut, menurut (Sugijono,
2016) pengembangan karir merupakan upaya yang dilakukan untuk meningkatkan
kemampuan karyawan sehingga dapat memperluas wawasan dan memberikan
peluang untuk memperoleh jabatan yang lebih baik serta mendukung
perkembangan karir karyawan di masa depan.
Melalui pemberian kesempatan untuk belajar, pelatihan, serta adanya jalur
karir yang jelas, pengembangan karir bertujuan untuk membantu karyawan
mencapai potensi terbaik yang dimiliki (Wibowo et al., 2024). Semakin besar
dukungan perusahaan terhadap pengembangan karir karyawan, maka semakin
tinggi juga kemampuan perusahaan dalam mempertahankan karyawan agar tetap
bertahan di perusahaan (Jelita & Srimulyani, 2022). Meskipun begitu, menurut
(Sudarijati et al., 2025) pengembangan karir tidak hanya berfokus pada peningkatan
kompetensi karyawan, tetapi juga bertujuan untuk menyesuaikan kemampuan
tersebut dengan tuntutan pekerjaan serta arah dan tujuan perusahaan. Dengan
adanya kesesuaian antara kompetensi karyawan dan kebutuhan organisasi, maka
kinerja karyawan dapat lebih optimal dan mendukung pencapaian tujuan
perusahaan secara optimal.
Sejalan dengan pendapat tersebut, (Putri et al., 2023) juga menjelaskan
bahwa pengembangan karir adalah suatu proses untuk meningkatkan keterampilan,
pengetahuan, serta potensi individu agar dapat mencapai tujuan karir yang
diharapkan dimana proses ini mencakup berbagai upaya kegiatan seperti mengikuti
pelatihan, melanjutkan pendidikan, mencari pengalaman kerja, serta meningkatkan
kesadaran diri untuk memahami kelebihan dan kelemahan yang dimiliki. Definisi
ini juga diperkuat oleh Long et al. (2014) dalam (Jena & Nayak, 2023), yang
menyatakan bahwa pengembangan karir bukan hanya tentang kenaikan jabatan,
tetapi tentang pengembangan potensi individu secara maksimal dan kontribusi
terhadap tujuan organisasi.
Menurut (Jena & Nayak, 2023), pengembangan karir terdiri dari dua
dimensi utama, yaitu formal support dan informal support. Menurut Butts & Casper
(2013) dalam (French & Shockley, 2020) dukungan formal atau formal support
merupakan kebijakan perusahaan yang diberikan untuk membantu karyawan dalam
bentuk waktu, layanan, maupun bantuan keuangan. Selain itu dukungan informal
atau informal support adalah bantuan yang diperoleh karyawan melalui hubungan
sosial dengan orang-orang di lingkungan kerja (French & Shockley, 2020).
Dalam meningkatkan pengembangan karir karyawan, terdapat beberapa
faktor yang dapat memengaruhinya. Menurut (Lalawi et al., 2020) salah satu faktor
yang memengaruhi pengembangan karir adalah pengaruh atasan, karena atasan
memiliki peran penting dalam memberikan arahan, kesempatan, dan penilaian
terhadap perkembangan karir karyawan. Menurut (Hartono et al., 2025),
pengembangan karir memberikan pengaruh positif terhadap retensi karyawan
karena dapat meningkatkan kemampuan kerja, motivasi kerja, serta memberikan
kejelasan mengenai jenjang karir, sehingga memperkuat keterikatan karyawan dan
mendorong mereka untuk tetap bertahan dalam perusahaan.