Dimensi Workplace Well-Being


Menurut Page (2005), workplace well-being memiliki 13 domain yang
terbagi atas dimensi intrinsik dan ekstrinsik. Di bawah ini akan dibahas
mengenai masing-masing dimensi workplace well-being berdasarkan definisi
yang diungkapkan oleh Page (2005), sebagai berikut :
A. Dimensi Intrinsik
Dimensi intrinsik terdiri dari domain-domain yang mengacu pada
perasaan karyawan terkait dengan tugas yang dimiliki dalam ranah kerja
mereka. Dimensi ini terdiri dari 5 domain, yaitu :

  1. Tanggung Jawab dalam Pekerjaan (Amount of Responsibility at Work)
    Page (2005) mendefinisikan tanggung jawab dalam pekerjaan adalah
    perasaan individu terhadap tanggung jawab dan kepercayaan yang
    diberikan organisasi untuk melakukan pekerjaan dengan baik.
  2. Makna Kerja (Meaningfulness of Work)
    Page (2005) mendefinisikan makna kerja adalah perasaan individu
    mengenai makna dan tujuan dari pekerjaannya, baik secara personal
    maupun dalam tingkatan yang lebih tinggi.
  3. Kemandirian dalam Bekerja (Independence at Work)
    Page (2005) mendefinisikan kemandirian dalam bekerja adalah
    perasaan bahwa individu dipercaya untuk melakukan pekerjaannya
    secara mandiri tanpa perlu diberikan pengarahan dari manajemen.
  4. Penggunaan Kemampuan dan Pengetahuan dalam Bekerja (Use of
    Abilities and Knowledge at Work)
    Page (2005) mendefinisikan penggunaan kemampuan dan
    pengetahuan dalam bekerja adalah perasaan bahwa pekerjaan yang
    diberikan memungkinkan individu untuk menggunakan pengetahuan,
    keahlian dan kemampuan yang dimiliki.
  5. Perasaan Berprestasi dalam Bekerja (Sense of Achievement from
    Work)
    Page (2005) mendefinisikan perasaan berprestasi dalam bekerja
    adalah perasaan individu bahwa pekerjaannya memberikan perasaan
    berprestasi karena berhasil mencapai tujuan yang berhubungan
    dengan pekerjaan.
    B. Dimensi Ekstrinsik
    Dimensi ekstrinsik terdiri dari domain-domain yang mengacu kepada
    hal-hal di lingkungan kerja yang dapat mempengaruhi karyawan dalam
    bekerja. Dimensi ini terdiri dari 8 domain, yaitu :
  6. Penggunaan waktu sebaik-baiknya (Convenience of Work Hours)
    Page (2005) menjelaskan penggunaan waktu yang sebaik-baiknya
    adalah perasaan individu mengenai waktu sebagai hal penting karena
    memungkinkan individu untuk mendapatkan keseimbangan antara
    pekerjaan dan kehidupan pribadi (work-life balance)
    16
  7. Kondisi kerja (Work Condition)
    Page (2005) menjelaskan kondisi kerja adalah kepuasan individu
    terhadap lingkungan kerja, seperti ruang kerja dan budaya organisasi.
  8. Surpervisi (Supervisor)
    Page (2005) menjelaskan domain ini sebagai perasaan individu bahwa
    atasan memberikan perlakuan baik, seperti memberikan dukungan,
    memberikan bantuan ketika dibutuhkan, memberikan umpan balik dan
    penghargaan atas apa yang dilakukan.
  9. Peluang promosi (Promotional Opportunities)
    Page (2005) menjelaskan domain ini sebagai perasaan individu bahwa
    lingkungan kerja memberikan ruang untuk mengembangkan profesi
    dan karir mereka
  10. Pengakuan terhadap kinerja yang baik (Recognition for Good Work)
    Page (2005) menjelaskan domain ini sebagai perasaan individu bahwa
    lingkungan kerja memberikan perlakuan yang berbeda bagi pekerja
    dengan kinerja yang baik dan yang tidak baik.
  11. Penghargaan sebagai individu di tempat kerja (Valued as a Person at
    Work)
    Page (2005) menjelaskan domain ini sebagai perasaaan individu
    bahwa atasan dan rekan kerja menghargai dan menerima dirinya
    sebaga individu yang baik.
  12. Upah (Pay)
    Page (2005) menjelaskan domain ini sebagai kepuasan individu
    terhadap upah dan penghargaan berupa uang yang didapatkan dari
    lingkungan kerja.
  13. Keamanan kerja (Job Security)
    Page (2005) menjelaskan domain ini sebagai kepuasan kerja individu
    terhadap rasa aman dalam posisi mereka.