Menurut peneliti jenis lingkungan kerja dapat mencakup lingkungan fisik
seperti kantor, budaya perusahaan, dinamika tim, serta kebijakan norma-norma
atau peraturan yang ada di tempat kerja. Setiap lingkungan atau tempat kerja
memiliki dampak sendiri pada pengalaman bekerja dan work life balance.
Sedangkan lingkungan non-fisik melibatkan aspek-aspek seperti budaya
Perusahaan, dan norma-norma, nilai-nilai, komunikasi, serta cara intraksi di antara
anggota tim dan dalam organisasi keseluruhan . Lingkungan kerja non-fisik sangat
memenuhi kesejahteraan dan produktivitas.
Menurut Marwansyah (2019: 11)” Lingkungan kerja dapat dikelompokan
menjadi dua yakni lingkungan internal dan lingkungan eksternal”. Lingkungan
internal merupakan faktor atau kondisi yang berada di dalam organisasi yang
mempengaruhi organisasi tersebut. Sedangkan lingkungan eksternal merupakan
kekuatan diluar organisasi, yang berperan dalam mendorong keberhasilan suatu
organisasi dalam upaya mencapai tujuannya.
Menurut Sedarmayanti dalam Budiasa (2021:40) menyatakan lingkungan
kerja terbagi menjadi dua, sebagai berikut:
- Lingkungan Kerja Fisik
Lingkungan kerja fisik adalah semua keadaan berbentuk fisik yang
terdapat disekitar tempat kerja yang dapat mempengaruhi pegawai baik
secara langsung maupun tidak langsung. Lingkungan kerja fisik dapat
dibagi menjadi dua kategori.
a. Lingkungan kerja langsung berhubungan dengan pegawai seperti pusat
kerja, kursi, meja, dan sebagainya.
b. Lingkungan perantara atau lingkungan umum dapat juga disebut
lingkungan kerja yang mempengaruhi kondisi pegawai misalnya
temperatur, kelembaban, sirkulasi udara, pencahayaan, kebisingan,
getaran mekanik, bau tidak sedap, warna dan lain-lain - Lingkungan Kerja Non Fisik
Semua keadaan berkaitan dengan hubungan kerja, baik hubungan
dengan atasan, maupun hubungan dengan sesama rekan kerja ataupun
hubungan dengan bawahan. Perusahaan hendaknya dapat mewujudkan
suatu kondisi yang mendukung kerja sama antar karyawan, atasan dan
bawahan. Kondisi lingkungan kerja non fisik sebagai berikut.
a. Faktor lingkungan sosial Lingkungan sosial sangat berpengaruh
terhadap kinerja karyawan salah satunya latar belakang keluarga, yaitu
antara status keluarga, jumlah keluarga, tingkat kesejahteraan dan lain-
lain.
b. Faktor status sosial Semakin tinggi jabatan seorang pekerja dalam
organisasi maka semakin tinggi kewenangan dan keleluasaan dalam
mengambil keputusan.
c. Faktor hubungan kerja dalam perusahaan Hubungan kerja dalam
perusahaan adalah hubungan kerja antara karyawan dengan karyawan
dan antara karyawan dengan atasan.
d. Faktor sistem informasi Hubungan kerja akan dapat berjalan dengan
baik apabila ada komunikasi yang baik diantara anggota dalam
perusahaan. Dengan komunikasi yang baik di lingkungan organisasi
maka anggota organisasi akan berinteraksi, saling memahami, saling
mengerti satu sama lain menghilangkan perselisihan salah paham
