Indikator Kepemimpinan Transformasional


Menurut Fuad Abdillah (2020) yaitu merumuskan empat indikator yang
dimiliki oleh seorang pemimpin sehingga memiliki kualitas transformasional antara
lain :

  1. Idealis
    Perilaku seorang pemimpin yang menghasilkan rasa hormat (respect) dan
    rasa percaya (trust) dari orang-orang yang dipimpinnya.
  2. Inspirasi
    Kemampuan pemimpin yang tercermin dalam perilaku yang senantiasa
    menyediakan tantangan dan makna atas pekerjaan yang telah dilakukan oleh
    orang-orang yang dipimpinnya. Hal ini tentu akan menimbulkan rasa
    semangat yang dibangkitkan melalui antusiasme dan optimisme.
  3. Stimulasi Intelektual
    Pemimpin yang selalu menggali ide-ide baru dan solusi kreatif dari orang-
    orang yang dipimpinnya.
  4. Individual
    Pemimpin yang siap sedia sebagai telinga yang mendengarkan keluh kesah
    dan memberikan perhatian khusus untuk kebutuhan orang-orang yang
    dipimpinnya.
    Selain indikator diatas, ada beberapa indicator menurut McShane dan Von
    Glinow, (2010) dalam Wibowo (2017) yaitu :
    1) Develop a strategic vision
    Membangun visi strategis. Pemimpin transformasional
    menimbulkan visi masa depan perusahaan yang mengikat pekerja untuk
    mencapai sasaran yang mungkin tidak mereka pikir.
    2) Communicate the vision
    Mengomunikasikan visi. Apabila visi adalah substansi
    Kepemimpinan Transformasional, mengkomunikasikan visi adalah
    merupakan proses. Kualitas kepemimpinan yang paling penting adalah
    tentang bagaimana pemimpin dapat membangun dan berbagi visi mereka
    untuk organisasi.
    3) Model the vision
    Permodelan visi. Pemimpin transformasional tidak hanya berbicara
    tentang visi, tetapi mereka menjadikannya. Mereka Pengaruh
    Kepemimpinan Transformasional.
    4) Build commitment to the vision,
    Membangun komitmen pada visi. Menstransformasi visi ke dalam
    realitas memerlukan komitmen pekerja. Pemimpin transformasional
    membangun komitmen ini dengan beberapa cara, kata-kata, simbol, dan
    ceritera membangun antuanisme yang memberi energi orang untuk
    menerima visi sebagai miliknya