Menurut Koopmans et al. (2011) pengukuran variabel kinerja
karyawan adalah sebagai berikut:
- Kinerja Tugas (task performance)
Hal ini berkaitan dengan kemampuan seorang individu untuk
melakukan pekerjaan utama atau inti tugas-tugas substantif atau teknis
yang yang telah diberikan kepadanya. Dalam hal ini meliputi
perencanaan tugas, penerapan skala prioritas, menyelesaikan tugas
dengan tepat dan cepat, serta hasil yang berkualitas. - Kinerja kontekstual (contextual performance)
Mengarah pada perilaku karyawan yang dapat dilihat dari tujuan
yang hendak dicapai serta mendukung iklim bekerja dalam lingkungan
organisasi, seperti memiliki inisiatif dalam bekerja, berkomitmen dan
bertanggungjawab terhadap pekerjaan, berpartisi secara aktif, mampu
berkomunikasi dengan baik, berusaha untuk menambah keterampilan,
dan mampu menemukan solusi yang baik. - Perilaku kerja yang tidak produktif (counterproductive work behavior)
Perilaku ini mengarah pada hal-hal yang bersifat negatif serta
bertolak belakang atau kontraproduktif terhadap iklim pekerjaan.
Perilaku ini cenderung bertentangan dengan budaya kerja seperti
mengeluhkan masalah pekerjaan ataupun membesar-besarkan masalah
sehingga dapat menghambat produktivitas
