Menurut Alqarni (2023) menjelaskan bahwa job performance
kemampuan individu dalam menyelesaikan tugas sesuai standar, tujuan, dan
ekspektasi organisasi. Job performance tidak hanya mencerminkan hasil akhir,
tetapi juga perilaku kerja yang muncul selama proses pelaksanaan tugas.
Job performance dipahami sebagai hasil interaksi antara faktor individu
dan faktor situasional yang secara simultan membentuk perilaku kerja seseorang.
Penelitian tersebut mengidentifikasi berbagai pendekatan teoritis dalam
menjelaskan kinerja, termasuk ability motivation opportunity model, teori perilaku
kerja, serta teori kepribadian, yang masing-masing memberikan perspekstif
mengenai determinan kinerja individu (Saidin et al., 2024).
