Jahangir dkk (2004) menyebutkan beberapa faktor yang
mempengaruhi OCB yaitu:
a. Kepuasan kerja dan komitmen organisasional (Job Satisfaction
and Organizational Commitment)
Kepuasan kerja memiliki hubungan positif dengankinerja dan Organizational
Citizenship Behavior (OCB).Individu dengan kepuasan kerja yang tinggi
memiliki kemungkinan untuk berperilaku Organizational
CitizenshipBehavior (OCB). Komitmen organisasional juga memiliki
hubungan positif dengan Organizational Citizenship Behavior(OCB).
Karyawan yang berkomitmen terhadap organisasi akan memberikan
kontribusi terbaik bagi organisasi dan berperilaku Organizational Citizenship
Behavior (OCB).
b. Persepsi peran (Role Perception)
Persepsi peran meliputi konflik peran dan ambiguitas peran, keduanya
ditemukan secara signifikan berhubungan negatif dengan Organizational
Citizenship Behavior (OCB). Disisi lain, kejelasan peran (role clarity) dan
fasilitasi peran(role facilitation) berhubungan posistif. Tetapi karena peranan
biguitas dan konflik peran memengaruhi kepuasan kerja dankepuasan kerja
mempengaruhi Organizational CitizenshipBehavior (OCB), maka terdapat
kemungkinan bahwa setidaknya sebagian hubungan antara konflik,
ambiguitas, dan OCB dimediasi oleh kepuasan kerja.
c. Perilaku Pemimpin (Leader Behavior)
Kepemimpinan memiliki pengaruh kuat pada karyawan untuk berperilaku
Organizational Citizenship Behavior (OCB) , namun tidak dikaitkan dengan
gaya kepemimpinan tertentu,tetapi lebih kepada hubungan karyawan dengan
pemimpinnya. Selain itu, penghargaan untuk kinerja yang baik, serta persepsi
karyawan tentang keadilan juga mempengaruhi OrganizationalCitizenship
Behavior (OCB).
d. Persepsi keadilan (Fairness Perception)
Mengacu pada perasaan karyawan pada keputusan organisasi, apakah mereka
dilibatkan dalam ide dan aspirasi. Dan apakah mereka merasa cukup dihargai
dan diberikan tanggung jawab. Persepsi keadilan berpengaruh positif dengan
Organizational Citizenship Behavior (OCB)
e. Disposisi individu (Individual Disposition)
Kepribadian individu meliputi efektifitas positif, efektivitas negatif,
kesadaran dan keramahan telah ditemukan mempengaruhi seseorang untuk
berperilaku OrganizationalCitizenship Behavior (OCB). Kepribadian dapat
menjadi ukuran penting dalam mengendalikan pengaruh terhadap perilaku.
f. Teori motivasi (Motivational Theories)
Meskipun motivasi bekerja sebagai anteseden untuk perilaku Organizational
Citizenship Behavior (OCB), namun para peneliti memperingatkan bahwa
sumber motivasi individu bisa berdampak pada tingkatan Organizational
CitizenshipBehavior (OCB). Sebagai pengembangan individu dalam
organisasi, teori motivasi cenderung kurang berlaku sebagai anteseden.
g. Usia karyawan (Employee Age)
Pekerja dengan usia muda dan usia tua memandang pekerjaan dengan cara
yang berbeda secara fundamental. Pekerja dengan usia muda
mengoordinasikan kebutuhan mereka dengan kebutuhan organisasi secara
fleksibel, sebaliknya pekerja usia tua lebih kaku dalam menyesuaikan
kebutuhan mereka dengan organisasi. Perbedaan ini dapat menyebabkan
motif penting yang berbeda dalam berperilaku Organizational Citizenship
Behavior(OCB)
