Pengaruh Work Engagement terhadap Perceived Organizational Support


Banyak penelitian telah dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja
yang dapat meningkatkan tingkat keterlibatan kerja, yang merupakan konsekuensi
yang sangat penting bagi individu dan organisasi. Salah satu faktor ini adalah
perasaan memiliki pekerjaan yang bermakna (May et al., 2004). Perasaan memiliki
pekerjaan yang bermakna bergantung pada tingkat keselarasan yang tinggi antara
karyawan dan pekerjaan, yang membuat perasaan menjadi penting dan berharga
saat melakukan pekerjaan mereka (Kahn, 1990). Dengan adanya perasaan positif
ini, karyawan yang mendedikasikan dirinya untuk pekerjaan akan merasa lebih
puas ketika didukung oleh organisasi dan ingin memperkuat dedikasinya terhadap
pekerjaan, serta karyawan semakin terlibat dalam pekerjaannnya. Proses penguatan
ini dapat terjadi dalam lingkungan organisasi yang positif bagi karyawan.
Semakin karyawan mengabdikan diri pada pekerjaannya, semakin mereka
akan mencapai tujuan organisasi. Karyawan yang berkomitmen terhadap
pekerjaannya memahami tujuan organisasi dan berupaya keras untuk mencapai
tujuan tersebut. Faktor yang paling penting dalam menjamin komitmen karyawan
adalah memastikan rasa kepercayaan mereka terhadap organisasi (Demirhan &
Karaman, 2015) . Dengan memberikan rasa percaya, tujuan organisasi dan individu
secara bertahap akan terintegrasi, dan dengan demikian, diyakini bahwa dedikasi
terhadap pekerjaan akan menjadi konsep yang meningkatkan produktivitas baik
bagi organisasi maupun individu (Taştan, 2014). Karyawan yang memiliki
keterlibatan tinggi dalam pekerjaannya akan menunjukkan semangat, antusias dan
fokus ketika bekerja, serta mereka merasa bahwa pekerjaan mereka bermakna. Hal
ini membuat karyawan merasa lebih dekat dengan organisasi, mereka akan lebih
sering berinteraksi dengan atasan, rekan kerja, sehingga memperkuat persepsi
karyawan bahwa organisasi peduli terhadap kesejahteraan mereka dan menghargai
pekerjaan karyawan.
Faktor organisasi dalam lingkup dukungan organisasi merupakan unsur-
unsur yang mendukung pengembangan karyawan dan memastikan tercapainya
tujuan organisasi. Telah ditentukan bahwa praktik dukungan organisasi seperti
pemberdayaan karyawan & pelatihan secara tidak langsung meningkatkan
keterlibatan kerja (Spence Laschinger et al., 2009) Dukungan yang diberikan
kepada karyawan oleh atasan mereka seperti kesempatan pengembangan individu,
pemberdayaan karyawan, dan kegiatan kepemimpinan merupakan faktor organisasi
yang memengaruhi terwujudnya keterlibatan kerja. Selain itu, kesempatan
pengembangan yang ditawarkan kepada karyawan dan metode pemberian upah
merupakan faktor organisasi yang efektif dalam keterlibatan kerja.
Karyawan yang percaya bahwa mereka dapat menemukan peluang untuk
meningkatkan karier mereka di dalam organisasi dan berpikir bahwa kesejahteraan
mereka diperhatikan dan pekerjaan mereka dihargai akan membuat karyawan
mejadi lebih nyaman dan berdedikasi terhadap pekerjaan mereka. Berdasarkan
penelitian yang dilakukan pada karyawan PT Perkebunan Nusantara IV, pemberian
tanggung jawab kerja dapat memberikan kontribusi yang penting bagi organisasi
sehingga mendorong karyawan untuk memiliki dedikasi yang tinggi serta
meningkatkan keterlibatan mereka terhadap pekerjaan dan organisasi. Hubungan
antara dukungan organisasi yang dirasakan dan keterlibatan kerja tampak saling
melengkapi dan saling terkait satu sama lain.Pengaruh positif antara work
engagement dan perceived organizational support telah dibuktikan oleh penelitian
sebelumnya oleh (Şanliöz et al., 2023) yang menjelaskan bahwa work engagement
berpengaruh positif terhadap perceived organizational support.