Servant Leadership adalah gaya kepemimpinan yang berorientasi pada
orang lain yang diwujudkan melalui prioritas pemimpin terhadap kebutuhan dan
minat pengikut serta reorientasi kepedulian terhadap diri sendiri menjadi
kepedulian terhadap orang lain baik di dalam organisasi maupun di komunitas yang
lebih besar (Eva, 2019) dalam (Aboramadan et al., 2021).
Servant Leadership menggambarkan gaya kepemimpinan dimana para
pemimpin fokus pada pertumbuhan dan perkembangan pribadi para pengikut,
dengan memperlakukan mereka secara etis (Greenleaf, 1970 dalam (Canavesi &
Minelli, 2022).
Greenleaf, (1977) dalam (Elshaer & Saad, 2022) menjelaskan bahwa
Servant Leadership adalah pemimpin yang melayani berfokus pada menjawab dan
memenuhi hal-hal penting, minat, dan tujuan para pengikutnya daripada melayani
diri sendiri. Mereka biasanya memiliki serangkaian karakteristik yang kondusif
untuk pendekatan semacam itu (misalnya, altruisme, kecerdasan emosional,
berpikiran tinggi, perilaku prososial, dan penilaian diri inti. (Liden et al, 2008)
dalam (Canavesi & Minelli, 2022) menjelaskan bahwa servant leadership adalah
pemimpin yang memiliki perilaku etis, membantu pengikutnya untuk tumbuh dan
berhasil, memberdayakan, penyembuhan emosional, keterampilan konseptual, dan
menciptakan nilai bagi masyarakat.
30
Servant leadership diukur menggunakan Servant Leadership
Questionnaires (SLQ) (Liden (2008) dalam (Canavesi & Minelli, 2022). SLQ
memiliki 7 indikator meliputi:
Penelitian ini indikator yang digunakan adalah merujuk pada kuesioner.
- Penyembuhan emosional, merupakan keterlibatan pemimpin dalam
kesejahteraan dan masalah pribadi pengikutnya. - Menciptakan nilai bagi komunitas, yaitu kepedulian pemimpin terhadap
komunitas di sekitar organisasi. - Keterampilan konseptual, menggambarkan kemampuan pemimpin
dalam menangani masalah pekerjaan dan memahami tujuan organisasi. - Memberdayakan, merefleksikan sejauh mana pemimpin mendelegasikan
kepada pengikutnya untuk memberikan otonomi dan tanggung jawab
kepada mereka. - Membantu bawahan tumbuh dan berhasil, terkait dengan pengembangan
potensi penuh pengikut oleh pemimpin untuk membantu pengikut
tumbuh menjadi apa yang mampu dilakukan. - Mengutamakan bawahan, melibatkan motivasi pemimpin untuk
melayani dan memprioritaskan kebutuhan dan kesejahteraan pengikut. - Berperilaku etis, mencakup perilaku pemimpin yang memiliki integritas,
kejujuran, dan dapat dipercaya.
