Konsep perilaku


Perilaku adalah respon individu terhadap suatu stimulus atau suatu
tindakan yang dapat diamati dan mempunyai frekuensi spesifik, durasi dan
tujuan baik disadari maupun tidak. Perilaku merupakan kumpulan berbagai
faktor yang saling berinteraksi. Oleh sebab itu, perilaku manusia itu
mempunyai bentangan yang sangat luas, mencakup berjalan, berbicara,
bereaksi, dan sebagainya. Bahkan kegiatan internal seperti berpikir, persepsi,
dan emosi juga merupakan perilaku manusia. Untuk kepentingan kerangka
analisis dapat dikatakan bahwa perilaku adalah apa yang dikerjakan oleh
organisme tersebut, baik diamati secara langsung ataupun tidak langsung
(Wawan, 2011)
Skiner seorang ahli perilaku mengemukakan bahwa perilaku merupakan
hasil hubungan antara perangsang (stimulus) dan tanggapan (respon), ia
membedakan adanya dua respon yakni :
a. Respondent Respon atau Reflexive Respon
Adalah respon yang ditimbulkan oleh rangsangan-rangsangan tertentu.
Perangsangan-perangsangan ini disebut eliciting stimuli karena
menimbukan respon-respon yang relatif tetap, misalnya makanan lezat
menimbulkan keluarnya air liur, cahaya yang kuat akan menimbulkan
mata tertutup, dan sebagainya. Pada umumnya, perangsangan-
perangsangan yang demikian itu mendahului respon yang ditimbulkan.
Responden respons (respondent behaviour) ini mencakup juga emosi
respon. Emotional respon ini ditimbulkan karena hal yang kurang
mengenakkan organisme yang bersangkutan, misalnya menangis karena
sedih atau sakit, muka merah. Sebalinya, hal-hal yang mengenakkan pun
dapat menibulkan perilaku emosional misalnya tertawa, berjingkat-
jingkat karena senang, dan sebagainya.
b. Operant Respon atau Instrumental Respon
Adalah respon yang timbul dan berkembangnya diikuti oleh perangsang
tertentu. Perangsang semacam ini disebut reinforcing stimuly atau
reinforcer karena perangsangan-perangsangan tersebut memperkuat
respon yang telah dilakukan oleh organisme (Wawan, 2011)