Faktor – faktor yang mempengaruhi perkembangan


Secara umum menurut pendapat dari Soetjiningsih (2017) terdapat dua
faktor utama yang berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak yaitu:
1) Faktor Genetik
Faktor genetik merupakan modal dasar dalam mencapai hasil akhir proses
tumbuh kembang anak. Melalui instruksi genetik yang terkandung di
dalam sel telur yang telah dibuahi, dapat ditentukan kualitas dan kuantitas
pertumbuhan. Potensi genetik yang bermutu hendaknya dapat berinteraksi
dengan lingkungan secara positif sehingga diperoleh hasil akhir yang
optimal. Gangguan pertumbuhan di negara maju lebih sering diakibatkan
oleh faktor genetik ini. Sedangkan di negara yang sedang berkembang,
gangguan pertumbuhan selain diakibatkan oleh faktor genetik, juga faktor
lingkungan yang kurang memadai untuk tumbuh kembang anak yang
optimal, bahkan kedua faktor ini dapat menyebabkan kematian anak-anak
sebelum mencapai usia balita. Disamping itu, banyak penyakit keturunan
yang disebabkan oleh kelainan kromosom, seperti sindrom Down, sindrom
Turner,dll.
2) Faktor Lingkungan
Lingkungan merupakan faktor yang sangat menentukan tercapai atau
tidaknya potensi bawaan. Lingkungan yang cukup baik akan
memungkinkan tercapainya potensi bawaan, sedangkan yang kurang baik
akan menghambatnya. Lingkungan ini merupakan lingkungan “bio-psiko-
sosial” yang mempengaruhi individu setiap hari, mulai dari konsepsi
sampai akhir hayatnya.Faktor lingkungan ini secara garis besar dibagi
menjadi :
a) Faktor lingkungan yang mempengaruhi anak pada waktu masih di
dalam kandungan (faktor pranatal).
b) Faktor lingkungan yang mempengaruhi tumbuh kembang anak setelah
lahir (faktor postnatal).
3) Faktor Psikososial
a) Stimulasi
Stimulasi merupakan hal yang penting dalam tumbuh kembang anak.
Anak yang mendapatkan stimulasi terarah dan teratur akan lebih cepat
berkembang dibandingkan dengan anak yang kurang atau tidak
mendapat stimulasi
b) Motivasi belajar
Motivasi belajar dapat ditimbulkan sejak dini, dengan memberikan
lingkungan yang kondusif untuk belajar, misalnya adanya sekolah yang
tidak terlalu jauh, buku-buku, suasana yang tenang, serta sarana
lainnya.
c) Ganjaran atau hukuman yang wajar
Kalau anak berbuat benar, maka wajib kita memberi ganjaran, misalnya
pujian, ciuman, belaian, tepuk tangan, dan sebagainya. Ganjaran
tersebut akan menimbulkan motivasi yang kuat bagi anak untuk
mengulangi tingkah lakunya. Sedangkan menghukum dengan cara-cara
yang wajar kalau anak berbuat salah, masih dibenarkan. Hukuman yang
diberikan disertai pengertian dan maksud dari hukuman tersebut.
Sehingga anak tahu mana yang baik dan yang tidak baik, akibatnya
akan menimbulkan rasa percaya diri pada anak yang penting untuk
perkembangan kepribadian anak kelak kemudian hari.
d) Kelompok sebaya
Untuk proses sosialisasi dengan lingkungan anak memerlukan teman
sebaya. Tetapi perhatian dari orang tua dibutuhkan untuk memantau
dengan siapa anak tersebut bergaul.
e) Stress
Stress pada anak juga berpengaruh terhadap tumbuh kembangnya,
misalnya anak akan menarik diri, rendah diri, terlambat bicara, nafsu
makan menurun, dan sebagainya.
f) Sekolah
Sekolah juga memiliki andil peran dalam tumbuh kembang anak.
Banyak berbagai faktor yang dapat mempengaruhi nya salah satu
contohnya yaitu lingkungan anak. Lingkungan sekolah yang kondusif
akan membuat anak nyaman dalam pembelajaran sehingga dapat
menunjang dalam proses tumbuh kembang anak.
g) Cinta dan kasih sayang
Salah satu hak anak adalah hak untuk dicintai dan dilindungi. Anak
memerlukan kasih sayang dan perlakuan yang adil dari orang tuannya.
Jika anak kurang atau bahkan berlebih dalam mendapatkan kasih
sayang dari orang tua dapat mematikan perkembangan kepribadian
anak.
h) Kualitas interaksi anak orang tua
Interaksi timbul balik antara anak dan orang tua, akan menimbulkan
keakraban dalam keluarga. Anak akan terbuka kepada orang tuanya,
sehingga komunikasi bisa dua arah dan segala pemasalahan dapat
dipecahkan bersama karena adanya keterdekatan dan kepercayaan
anatara orang tua dan anak. Interaksi tidak ditentukan oleh seberapa
lama kita bersama anak. Tertapi lebih ditentukan oleh kualitas dari
interaksi tersebut yaitu pemahaman tentang kebutuhan masing-masing
dan upaya optimal untuk memenuhi kebutuhan tersebut yang dilandasi
oleh rasa saling menyayangi.
i) Faktor Keluarga dan Adat Istiadat
Faktor yang mempengaruhi dari keluarga dan adat istiadat antara lain yaitu
pekerjaan atau pendapatan keluarga, pendidikan ayah atau ibu, jumlah
saudara, jenis kelamin dalam keluarga, stabilitas rumah tangga,
kepribadian ayah atau ibu, norma-norma, agama, urbanisasi, kehidupan
dalam masyarakat