Indikator-Indikator Work Engagement


Menurut (Cai et al., 2024) ada dua hal yang signifikan dapat mempengaruhi
keterikatan kerja yaitu diklasifikasikan sebagai berikut:
a. Faktor Personal
1) Usia
Usia memiliki hubungan yang positif terhadap kemampuan keterlibatan
kerja dikarenakan usia muda dirasa kurang tertarik pada pekerjaan
sedangkan usia tua cenderung lebih puas terhadap pekerjaan.
2) Pendidikan
Semakin tinggi tingkat pendidikan yang dimiliki maka semakin banyak
waktu yang disediakan untuk bekerja.
3) Jenis Kelamin
Dari sisi biologis, terdapat perbedaan antara jenis kelamin laki-laki dan
perempuan yaitu berbeda dalam penerapan cara mereka melibatkan diri
dalam bagian perusahaan. Laki-laki lebih rasional dan aktif, namun
perempuan cenderung emosional dan pasif.
4) Jabatan
Adanya jabatan yang tinggi yang dimiliki suatu individu pada posisi tertentu
akan lebih besar tanggung jawab yang di naungi sehingga membuat
karyawan yang bekerja menjadi terlibat penuh dalam pekerjaan mereka.
5) Senioritas
Lingkungan menjadi faktor utama dalam menciptakan suasana nyaman atau
tidak nyaman. Perlakukan senioritas dapat membawa dampak negatif jika
penerapannya salah, namun akan menjadi dampak positif jika seorang
senior karyawan mampu menuntun karyawan baru untuk belajar dan
memahami secara optimal.
b. Faktor Situasional
1) Jenis Pekerjaan
Jenis pekerjaan tertentu merupakan keputusan dan keinginan karyawan itu
sendiri terhadap kemampuan dan tugas yang diberikan dapat dikerjakan
dengan baik.
2) Organisasi
Organisasi harus memahami dan menyediakan kebutuhan yang dibutuhkan
karyawan serta peduli terhadap kesejahteraan para karyawannya. Jika ada
dukungan yang baik dan positif, mereka akan loyal terhadap pekerjaannya
dan melibatkan diri sepenuhnya.
3) Gaji
Gaji dan bonus yang diberikan organisasi secara adil dan sesuai dengan
deskripsi pekerjaannya. Karena secara realistis, karyawan memberikan
waktu dan tenaganya untuk bekerja dan mendapatkan gaji untuk mencukupi
kehidupan.
4) Rasa Aman
Rasa aman yang dimaksud adalah pekerjaan yang dijalani karyawan itu
memiliki risiko yang seperti apa dan apakah membahayakan diri. Adanya
perasaan aman di tempat kerja dan merasa aman ketika kerja, dapat
memotivasi karyawan untuk produktif tanpa adanya rasa takut yang
mendalam ketika mengerjakan tugas- tugasnya