Menurut Ken Blanchard (2018) menjelaskan tentang karakteristik yang
penting dari Servant Leadership yaitu:
- Listening (Mendengarkan). Dalam kepemimpinan yang melayani maka
seorang pemimpin harus mempunyai kemampuan komunikasi untuk
mangambil suatu keputusan, sehingga pemimpin mudah mengidentifikasi
pengambilan keputusannya melalui pendengaran dari bawahannya. - Empathy (Empati). Seorang pemimpin yang melayani berusaha untuk
memahami dan berempati dengan orang lain, sehingga seorang pekerja
dapat diperlakukan tidak hanya sebagai pekerja biasa melainkan juga
sebagai seseorang yang membutuhkan rasa hormat dan penghargaan. - Healing (Penyembuhan). Sebuah kekuatan besar dari seorang
kepemimpinan yang melayani adalah memiliki kemampuan untuk
menyembuhkan orang lain dan dirinya sendiri. Seorang pemimpin yang
melayani mencoba untuk membantu bawahannya dalam memecahkan
masalah dan konflik yang sedang terjadi, karena pemimpin ingin
mengembangkan kemampuan masing-masing individu. Hal tersebut
mengarah kepada pembentukan budaya bisnis perusahaan. - Persuasion (Persuasi). Seorang pemimpin yang melayani tidak akan
mengambil keuntungan dari kekuatan statusnya dengan memaksakan
bawahannya untuk patuh, tetapi mencoba lebih untuk meyakinkan
bawahannya dalam melakukan sesuatu hal. Dapat di lihat salah satu hal
kepemimpinan yang paling membedakan antara model Servant Leadership
dengan otoriter tradisional. - Conceptualization (Konseptualisasi). Seorang kepemimpinan yang
melayani harus mempunyai pemikiran yang jauh melebihi realitas sehari-
hari. Berarti pemimpin tersebut mempunyai kemampuan melihat untuk
melampaui batas dalam mengkonsepkan bisnis operasinya dan fokus
terhadap tujuan waktu jangka panjang perusahaan
