Strategi Promosi


Strategi adalah bagian yang penting dalam sebuah perusahaan untuk
mencapai tujuan yang efektif. Suatu perusahaan harus mampu mengatasi
masalah atau hambatan yang timbul dari dalam maupun luar perusahaan. Menurut
A. Halim (2015) Strategi adalah suatu cara dimana sebuah lembaga dan
organisasi mencapai suatu tujuannya sesuai dengan peluang serta ancaman pada
lingkungan eksternal yang akan dihadapi serta kemampuan dan sumber daya
(Soekarman dan Veronica 2021). Adapun manfaat strategi yaitu, sebagai sarana
untuk mengkomunikasikan tujuan organisasi dan menentukan jalan mana yang
harus ditempuh untuk mencapai tujuan. Dalam penjelasan diatas dapat dikatakan
suatu perusahaan atau organisasi dalam membuat strategi pasti memiliki manfaat
yang berdampak signifikan untuk mencapai tujuan yang ditetapkan seperti,
bagaimana organisasi tersebut berjalan, perusahaan agar tetap bertahan,
menganalisis dan mengatasi permasalahan, serta tetap unggul dari para
kompetitor. Karena untuk meningkatkan keuntungan perusahaan bukan hanya
menerapkan strategi dengan cepat tetapi strategi tersebut harus dipikirkan dan
direncanakan dengan matang (Zidhan Nurul dkk. 2024).
Menurut Mintzberg (Mundir Abdillah 2017), konsep strategi itu sekurang-
kurangnya mencakup lima arti yang saling terkait, dimana strategi adalah suatu:
a. Perencanaan untuk semakin memperjelas arah yang ditempuh organisasi
secara rasional dalam mewujudkan tujuan-tujuan jangka panjang.
b. Acuan yang berkenaan dengan penilaian konsisten ataupun inkonsistensi
perilaku serta tindakan yang dilakukan oleh organisasi.
c. Sudut yang diposisikan oleh organisasi saat memunculkan aktivitasnya.
d. Suatu perspektif yang menyangkut visi yang teritegritasi antar organisasi
dengan lingkungannya yang menjadi btas bagi aktivitasnya.
e. Rincian langkah taktis organisasi yang berisi informasi untuk mengelabui para
pesaing.
Dalam rangka mewujudkan sasaran, tujuan dan misi organisasi maka suatu
organisasi menggunakan bentuk atau tipe strategi tertentu. Menurut Koten dalam
(Salusu, 2008) tipe-tipe strategi meliputi:
a. Corporate Strategy (strategi organisasi)
Strategi ini berkaitan dengan perumusan misi, tujuan, nilai- nilai, dan inisiatif-
inisiatif strategis yang baru.
b. Program Strategy (strategi program)
Strategi ini lebih memberi perhatian pada implikasi-implikasi strategis dari
suatu program tertentu.
c. Resource Support Strategy (strategi pendukung sumber daya)
Strategi ini memusatkan perhatian pada memaksimalkan pemanfaatan
sumber-sumber daya esensial yang tersedia guna meningkatkan kualitas
kinerja organisasi.
d. Institutional Strategy (strategi kelembagaan)
Fokus dari strategi institusional ialah mengembangkan kemampuan
organisasi untuk melaksanakan inisiatif-inisiatif strategi
Seluruh partisipan dalam analisis dan pemilihan strategi harus memiliki
informasi audit eksternal dan internal di hadapan mereka. Informan ini, ditambah
dengan pernyataan misi instansi, akan membantu para partisipan mengkristalisasi
di dalam benak mereka sendiri berbagai strategi yang mereka yakini paling
bermanfaat bagi instansi. Kreativitas seharusnya didorong dalan proses pemikiran
ini. Strategi-strategi alternatif yang diajukan oleh partisipan harus dipertimbangkan
dan didiskusikan dalam satu atau serangkaian rapat. Berbagai strategi tersebut
dapat disusun dalam bentuk tertulis. Ketika semua strategi yang masuk akal yang
diindentifikasikan oleh partisipan telah disampaikan dan dimengerti, strategi –
strategi tersebut hendaknya diperingkat berdasarkan daya tarik masing- masing
partisipan, proses ini akan menghasilkan sebuah daftar prioritas strategi terbaik
yang mencerminkan pemikiran seluruh anggota kelompok (David, 2010: 323).
Strategi promosi adalah rencana untuk penggunaan yang optimal dari
elemen-elemen promosi: periklanan, hubungan masyarakat, penjualan pribadi,
dan promosi penjualan (Hedynata dan Radianto 2016). Strategi promosi bertujuan
dalam peningkatan volume penjualan. Kesesuaian minat konsumen dengan
konten promosi yang dijalankan akan menimbulkan permintaan terhadap suatu
produk. Peningkatan permintaan inilah yang akan mendorong proses produksi
yang diakibatkan adanya kenaikan penjualan (Khairani dan Pratiwi 2018)