3. Tahap pelaksanaan konstruksi
Pada tahap konstruksi, manajemen berfokus pada pengoordinasian seluruh aktivitas lapangan. Kegiatan pentingnya mencakup mobilisasi, pelaksanaan pekerjaan sesuai metode kerja, pengawasan kemajuan, pemeriksaan kualitas, pengendalian biaya, pemantauan keselamatan kerja, koordinasi rapat proyek, serta pengelolaan perubahan desain atau pekerjaan tambahan.
Manajer konstruksi perlu membandingkan antara rencana dan realisasi secara berkala. Apabila terjadi deviasi, perlu dilakukan tindakan korektif, misalnya penyesuaian urutan kerja, percepatan pekerjaan, penambahan sumber daya, perbaikan metode kerja, atau negosiasi perubahan jadwal. Pengendalian proyek yang efektif membutuhkan data lapangan yang akurat, seperti laporan harian, volume pekerjaan, produktivitas tenaga kerja, pemakaian material, kondisi cuaca, status pengadaan, dan dokumentasi mutu.
