Onong Uchyana Effendi (2000) dalam (Yusuf, 2021 hal :11) Komunikasi
menurut berasal dari bahasa Inggris “communication” dan bahasa latin
“communication” yang berarti sama, sama disini adalah sama makna. Artinya, tujuan
dari komunikasi adalah untuk membuat persamaan antara sender atau pengirim pesan
dan reicever atau penerima pesan yang keberhasilannya ditandai oleh adanya
persamaan persepsiterhadap makna atau membangun makna (construc meaning) secara
bersama pula. Komunikasi interpersonal merupakan komunikasi yang paling banyak
dilakukan oleh manusia sebagai makhluk sosial. Melalui komunikasi interpersonal
dapat mengetahui bagaimana menjadi penyampai pesan yangefektif, menjadi penerima
atau pendengar yang efektif. Menurut Joseph Devito, komunikasi interpersonal adalah
proses pengiriman dan penerima pesan-pesan antara kelompok kecil orang-orang
dengan beberapa efek dan beberapa umpan balik seketika (the process of sending and
receiving messages between two persons, or among a small group of person with some
effect and some immediate feedback).
Pada dasarnya, Komunikasi digunakan untuk menciptakan atau meningkatkan
aktivitas hubungan antara manusia atau kelompok. Jenis komunikasi yang digunakan
terdiri dari dua jenis yaitu:
- Komunikasi Verbal (dengan kata-kata)
Menurut rakhmat, bahasa mempunyai makna secara fungsional dan formal.
Secara fungsional diartikan sebagai alat yang dimiliki bersama untuk semua
kalimat yang terbayangkan, yang dapat dibuat menurut peraturan dan tata
bahasa; - Komunikasi Nonverbal (bahasa tubuh)
Komunikasi nonverbal adalah komunikasi yang digunakan untuk melukiskan
semua peristiwa komunikasi diluar dengan kata-kata terucap dan tertulis.
Komunikasi interpersonal adalah interaksi tatap muka antardua atau beberapa
orang dimana pengirim dapat menyampaikan pesan secara langsung dan penerima
dapat menanggapi secara langsun pula. Komunikasi interpersonal adalah suatu action
oriented yaitu suatu tindakan yang berorientasi pada tujuan tertentu. Tujuan komunikasi
interpersonal antara lain: - Mengungkapkan perhatian kepada orang lain;
- Menemukan diri sendiri;
- Menemukan dunia luar;
- Membangun dan memelihara hubungan yang harmonis;
- Mempengaruhi sikap dan tingkah laku;
- Menghilangkan kerugian akibat salah emosi;
- Memberikan bantuan atau konseling;
- Mencari kesenangan atau menghabiskan waktu.
Salah satu ciri yang menandai telah terjadinya proses komunikasi interpersonal
adalah adanya interaksi. Interaksi adalah suatu tindakan yang berbalas dengan kata lain
adalah suatu hubungan yang saling mempengaruhi. Dalam hal ini telah terjadi
interaksi antara komunikator (pengirim) dan komunikan (penerima) informasi,
sedangkan objek yang ditransakan berupa pesan atau informasi.
Pada komunikasi interpersonal ada beberapa asas yang dapat dijadikan sebagai
bahan pertimbangan yaitu, sebagai berikut: - Komunikasi berlangsung antara pikiran seseorang dengan pikiran orang lain.
Dalam hal memformulasikan maupun menerima pesan sangat dipengaruhi oleh
jalannya pikiran orang bersangkutan. Agar komunikasi dapat berjalan efektif,
maka harus memiliki pengalaman bersama dalam memahami pesan; - Orang yang bisa mengerti suatu hal dengan menghubungkan pada sesuatu hal
lain yang telah dimengerti. Artinya ketika memahami suatu informasi seseorang
akan menghubungkannya dengan pengalaman dan pengetahuan yang sudah
dimengerti; - Berkomunikasi tentunya mempunyai tujuan. Komunikasi interpersonal
bukanlah yang pasif melainkan berorientasi pada tujuan tertentu; - Setelah melakukan komunikasi mempunyai suatu kewajiban untuk meyakinkan
dirinya bahwa ia memahami makna pesan yang akan disampaikannya; - Orang yang tidak memahami makna informasi yang diterima, memiliki
kewajiban untuk menerima penjelasan agar tidak terjadi bias komunikasi. Untuk
menghindari ketidak pahaman diperlukan klarifikasi untuk memahami arti
pesan.
