Dimensi Kualitas Pelayanan (SERVQUAL)


Dalam menghadapi persaingan antar rumah makan (khususnya
rumah makan yang menyajikan menu ayam geprek sebagai menu
khasnya) yang semakin ketat, maka setiap rumah makan yang
menyajikan menu ayam geprek sebagai menu utamanya bersaing
untuk dapat memikat konsumennya agar tetap loyal dalam
memanfaatkan pelayanan yang telah diberikan.Salah satu yang
menjadi sebuah aspek penting yang perlu mendapat perhatian penting
adalah kualitas pelayanan yang diberikan Mister Geprek Bandar
Lampung.Kualitas pelayanan yang baik adalah berpusat pada upaya
pemenuhan kebutuhan dan keinginan serta ketepatan pada saat
penyampaiannya untuk dapat mengimbangi harapan
pelanggan.Kualitas harus dimulai dari kebutuhan pelanggan dan
berpikir pada persepsi pelanggan, hal ini berarti pada citra kualitas
yang baik bukanlah berdasarkan sudut pandang atau persepsi
pelanggan.
Dimensi pengukuran kepuasan menurut Parasuraman dan
Zeithaml (Tjiptono, 2014), dalam melayani konsumen adalah:

  1. Berwujud (Tangible), yaitu kemampuan suatu perusahaan dalam
    menunjukkan eksistensinya kepada pihak eksternal. Penampilan
    dan kemampuan sarana dan prasarana fisik perusahaan yang dapat
    diandalkan keadaan lingkungan sekitarnya merupakan bukti nyata
    dari pelayanan yang diberikan oleh pemberi jasa. Hal ini meliputi
    fasilitas fisik (contoh: gedung, gudang, dan lain-lain),
    perlengkapan dan peralatan yang digunakan (teknologi), serta
    penampilan pegawainya. Dimensi ini juga bisa menjadi fokus dari
    strategi posisi, karena tangible khususnya lingkungan fisik,
    11
    merupakan salah satu aspek organisasi yang dengan mudah
    terlihat oleh konsumen.
  2. Keandalan (reliability), yaitu kemampuan perusahaan untuk
    memberikan pelayanan sesuai dengan yang dijanjikan secara
    akurat dan terpercaya. Kinerja harus sesuai dengan harapan
    pelanggan yang berarti ketepatan waktu, pelayanan yang sama
    untuk semua pelanggan tanpa kesalahan, sikap yang simpatik, dan
    dengan akurasi yang tinggi. Pemberi pelayanan harus melayani
    pelanggan dengan ramah, tidak membeda-bedakan pelanggan
    yang satu dengan yang lain.
  3. Ketanggapan (responsiveness), yaitu suatu kebijakan untuk
    membantu dan memberikan pelayanan yang cepat (responsif) dan
    tepat kepada pelanggan, dengan penyampaikan informasi yang
    jelas. Memberikan konsumen menunggu persepsi yang negatif
    dalam kualitas pelayanan.
  4. Jaminan dan kepastian (assurance), yaitu pengetahuan,
    kesopansantunan, dan kemampuan para pegawai perusahaan
    untuk menumbuhkan rasa percaya para pelanggan kepada
    perusahaan. Hal ini meliputi beberapa komponen antara lain
    komunikasi (communication), kredibilitas (credibility), keamanan
    (security), kompetensi (competence), dan sopan santun (courtesy).
  5. Empati (empathy), yaitu memberikan perhatian yang tulus dan
    bersifat individual atau pribadi yang diberikan kepada para
    pelanggan dengan berupaya memahami keinginan konsumen.
    Dimana suatu perusahaan diharapkan memiliki pengertian dan
    pengetahuan tentang pelanggan, memahami kebutuhan pelanggan
    secara spesifik, serta memiliki waktu pengoperasian yang nyaman
    bagi pelanggan. Dimensi empati adalah dimensi yang
    memberikan pelayanan yang bersifat “surprise”. Sesuatu yang
    tidak di harapkan oleh konsumen, ternyata diberikan oleh
    penyedia jasa