Pola Manajemen Laba


Menurut Sulistyanto (2018:155) upaya untuk memilih dan menerapkan
metode akuntansi yang sesuai dengan kepentingan manajer secara konseptual bisa
dilakukan melalui beberapa pola sebagai berikut:

  1. Penaikkan Laba (Income Increasing)
    Pola ini yaitu upaya perusahaan mengatur laba periode berjalan menjadi lebih
    tinggi daripada laba sesungguhnya. Upaya yang dilakukan dengan mengatur
    pendapatan periode berjalan menjadi lebih tinggi dari pendapatan sesungguhnya,
    atau juga dengan menurunkan biaya sehingga menjadi lebih rendah daripada
    biaya sesungguhnya. Konsekuensi dari pola ini yaitu laba akan menjadi terlalu
    tinggi pada periode berikutnya sehingga menjadikan laba menjadi tidak stabil.
  2. Penurunan Laba (Income Decreasing)
    Pola ini yaitu upaya perusahaan mengatur laba periode berjalan menjadi lebih
    rendah daripada laba sesungguhnya. Upaya yang dilakukan dengan mengatur
    pendapatan periode berjalan menjadi lebih rendah dari pendapatan
    sesungguhnya, atau juga dengan menaikkan biaya sehingga menjadi lebih tinggi
    daripada biaya sesungguhnya. Konsekuensi dari pola ini yaitu laba akan menjadi
    terlalu merosot turun pada periode berikutnya sehingga menjadikan laba menjadi
    tidak stabil
  3. Perataan Laba (Income Smoothing)
    Pola ini yaitu upaya perusahaan mengatur laba periode berjalan agar relatif sama
    selama beberapa periode. Upaya yang dilakukan dengan mengatur pendapatan
    dan biaya periode berjalan menjadi lebih tinggi atau lebih rendah dari
    pendapatan atau biaya sesungguhnya. Biasanya pola ini paling banyak
    digunakan oleh manajer karena merupakan cara manajemen laba yang dianggap
    paling aman.