Teori keagenan menyatakan bahwa antara principal dan agen ada
konflik menarik karena keduanya ingin meningkatkan utilitas masing-masing
(Jensen & Mekling, 1976). Manajer yang memegang informasi lebih banyak
mengenai perusahaan yang tidak semuanya diungkapkan secara suka rela
kepada investor. Perusahaan dalam melakukan investasi jangka panjang
memiliki peluang untuk konflik yang menarik antara principal dan agen.
Principal menginginkan investasi yang dilakukan oleh manajemen untuk
memberikan pengembalian yang tinggi. Sedangkan agen dalam mengelola
perusahaan juga ingin terlihat baik untuk mendapatkan bonus tinggi.
Pada konflik ini bisa saja manajer yang memiliki wewenang tersendiri
dan merupakan agen akan melaporkan laba yang tidak sesuai dengan faktanya
demi kepentingan pribadi untuk memperoleh keuntungan sehingga ini akan
menimbulkan terjadinya manajemen laba (Jensen & Mekling, 1976). Jika
manajemen laba terjadi, hal ini dapat mempengaruhi tinggi rendahnya kualitas
laba di suatu perusahaan, dikarenakan dalam teori keagenan kualitas laba
dijadikan sebagai salah satu alat ukur yang digunakan dalam menilai kualitas
informasi laporan keuangan suatu perusahaan. Information asymmetry
merupakan suatu kondisi di mana agent memiliki lebih banyak informasi
mengenai prospek perusahaan yang tidak dimiliki oleh principal.
Teori principal dengan agen berfokus lebih luas dain lebih implikatif
teoritif, sedangkan positif hanya berfokus hubungan pemilik dengan eksekutif.
(Demsky dan Feltham, 1978) menggambarkan dalam dua kasus. Kasus
pertama, informasi yang lengkap sehingga principal tahu yang dikerjakan oleh
agen, principal membeli perilaku agen, sehingga kontrak berdasar perilaku
menjadi lebih efisien, sedangkan kontrak berdasar keluaran tidak memerlukan
transfer risiko pada agen walau agen lebih menolak risiko ketimbang principal.
Kasus kedua, ketika principal sama sekali tidak tahu apa yang dilakukan oleh
agen, karena agen lebih mementingkan diri sendiri dan egois, masalah agensi
akan muncul karena principal dan agen memiliki tujuan yang berbeda dan
principal tidak dapat bertindak jika agen bertindak tak layak.
