Teori Sinyal (Signallyng Theory)


Teory sinyal (Signallyng Theory) menurut T. C. Melewar, (2008 : 100)
menyatakan teori sinyal menunjukan bahwa perusahaan akan memberikan
sinyal melalu tindakan dan komunikasi. Dalam teori ini, manajemen
diasumsikan akan tetap melaporkan kondisi perusahaan secara jujur ketika
perusahaan sedang tidak dalam kondisi yang baik, karena manajemen
perusahaan selalu berusaha menjaga kredibilitas perusahaan dipasar. Oleh
karena itu, teori ini dapat memprediksi bahwa perusahaan akan melaporkan
informasi mengenai kondisi perusahaan secara lebih terbuka dan wajar,
termasuk informasi mengenai laba perusahaan.
Menurut Rahmawati, (2012:147-148), “Signalling Theory membahas
bagaimana seharusnya sinyal-sinyal keberhasilan atau kegagalan manajemen
disaimpaikan kepada pemilik.” Laporan keuangan yang disampaikan
perusahaan akan membantu para pengguna laporan dalam pengambilan
keputusan yang menyangkut prospek perusahaan kedepannya. Dengan
demikian, sinyal yang diberikan oleh perusahaan melalui laporan keuangan
harus sesuai dengan kondisi perusahaan agar tidak terjadi kesalahan dalam
pengambilan keputusan yang kemudian dapat berakibat fatal bagi suatu
perusahaan.
Menurut Brigham & Houston, (2019)teori sinyal menyatakan bahwa
perusahaan yang berkualitas baik dengan sengaja akan memberikan sinyal pada
pasar, dengan demikian pasar diharap dapat membedakan perusahaan yang
berkualitas baik atau buruk. Teori sinyal dapat disimpulkan suatu sinyal dalam
bentuk laporan keuangan dimana didalamnya menunjukan hasil atas kinerja
perusahaan yang telah terealisasi, diantaranya berupa keuntungan yang
diperoleh, posisi akun-akun nominal perusahaan, bisa juga dalam bentuk
promosi yang menjelaskan bahwa perusahaan ini lebih baik. Kondisi laba
meningkat akan memberikan sinyal baik daripada dengan kondisi laba
menurun. Diharapkan manajer selaku pihak yang memiliki informasi lebih atas
kondisi keuangan perusahaan dapat menyajikan laporan keuangan dengan
kualitas yang baik guna menarik para pengguna laporan keuangan.