Kebijakan dividen


Menurut Sondakh, (2019) dalam Riyanti dan Munawaroh, (2021).
Kebijakan Dividen dapat dikatakan bahwa kebijakan dividen adalah
keputusan apakah laba yang diperoleh perusahaan pada akhir tahun akan
dibagikan kepada pemegang saham dalam bentuk dividen atau ditahan guna
menambah modal untuk pembiayaan investasi dimasa mendatang. Nilai
perusahaan merupakan persepsi investor terhadap perusahaan, hal
tersebut dapat dilihat dengan bagaimana perusahaan mampu membayar
dividen kepada pemegang saham, besarnya dividen yang dihasilkan akan
berpengaruh kepada harga saham, apabila dividen yang dibayarkan tinggi
maka harga saham cenderung tinggi sehingga nilai perusahaan juga tinggi.
Sebaliknya apabila dividen yang dibayarkan kecil maka harga saham suatu
perusahaan akan cenderung rendah sehingga nilai perusahaan pun akan
ikut rendah.
Menurut Sopi Sopiati dan Windi Novianti (2019) menyatakan bahwa
setiap perubahan dalam kebijakan pembayaran dividen akan memiliki dua
dampak yang berlawanan. Apabila dividen akan dibayarkan semua
kepentingan cadangan akan terabaikan. Sebaliknya bila laba akan ditahan
semua, maka kepentingan pemegang saham akan uang kas juga terabaikan.
Untuk menjaga kedua kepentingan, manajer keuangan harus menempuh
kebijakan dividen yang optimal. dalam kebijakan dividen ini terdapat dua
keputusan yang bisa diambil,yaitu apakah laba yang diperoleh perusahaan
pada akhir tahun akan dibagi kepada pemegang saham dalam bentuk
dividen atau akan ditahan untuk menambah modal guna pembiayaan
investasi di masa yang akan datang.
Menurut Nurvianda et al, (2018) Kebijakan Dividen adalah
kebijakan yang dikaitkan dengan penentuan apakah laba yang diperoleh
perusahaan akan dibagikan kepada pemegang saham sebagai dividen atau
akan ditahan dalam bentuk laba ditahan. Kebijakan dividen dapat diukur
dengan menggunakan Dividend Payout Ratio (DPR) untuk membandingkan
antara dividen yang harus dibayarkan dengan laba bersih yang didapatkan.
Menurut Utami et al, (2018). Kebijakan dividen adalah keputusan
apakah laba yang diperoleh perusahaan akan dibagikan kepada pemegang
saham sebagai dividen atau akan ditahan untuk menambah modal investasi
di masa yang akan datang Jika yang diputuskan yaitu membagikan dividen
maka dapat mengurangi laba ditahan sehingga dapat mengurangi dana
internal, namun apabila tidak membagikan dividen maka perusahaan dapat
meningkatkan dana internal serta meningkatkan kemampuan perusahaan
dalam hal investasi. Penentuan besarnya Dividend Payout Ratio akan
menentukan besar kecilnya laba yang ditahan perusahaan. Setiap
penambahan laba yang ditahan akan menambahkan modal yang dimiliki
perusahaan. Keputusan mengenai jumlah laba yang ditahan dan dividen
yang akan dibagikan akan diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang
Saham (RUPS). Terdapat beberapa teori mengenai kebijakan dividen.
Berikut adalah teori mengenai kebijakan dividen dalam Brigham dan
Houston (2013) yaitu:
1) Dividend irrelevance theory adalah suatu teori yang menyatakan
bahwa kebijakan dividen tidak mempunyai pengaruh baik terhadap
nilai perusahaan maupun biaya modalnya. Teori ini menyatakan
bahwa nilai suatu perusahaan tidak ditentukan oleh besar kecilnya
Dividend Payout Ratio (DPR) tetapi ditentukan oleh laba bersih
sebelum pajak (EBIT) dan risiko bisnis.
2) Bird-in-the-hand theory, menyatakan bahwa biaya modal sendiri
akan naik, jika Dividend Payout Ratio (DPR) rendah. Hal ini
dikarenakan investor lebih suka menerima dividen daripada capital
gains.
3) Tax preference theory adalah suatu teori yang menyatakan bahwa
adanya pajak terhadap keuntungan dividen dan capital gains maka
para investor lebih menyukai capital gains karena dapat menunda
pembayaran pajak.
4) Information content of dividend theory, teori ini menjelaskan bahwa
investor akan melihat kenaikan dividen sebagai sinyal positif atas
prospek perusahaan di masa depan. Pembayaran dividen dapat
mengurangi ketidakpastian dan mengurangi konflik keagenan antara
manajer dan pemegang saham.
Menurut Dzakira, (2020) Kebijakan dividen dapat diukur dengan
menggunakan Dividend Payout Ratio (DPR) untuk membandingkan
antara dividen yang harus dibayarkan dengan laba bersih yang didapatkan.
Pengukuran yang digunakan untuk mengukur kebijakan dividen dalam
penelitian ini mengacu pada penelitian.