Keputusan Investasi


Menurut Kamarudin (2020:3), Investasi adalah menempatkan uang atau dana
dengan harapan untuk memperoleh tambahan atau keuntungan tertentu atas uang atau
dana tersebut.
Menurut I Made (2020:1), Investasi pada hakikatnya merupakan penempatan
sejumlah dana pada saat ini dengan harapan untuk memperoleh keuntungan dimasa
mendatang.

  1. Bentuk Investasi
    Secara garis besar, ada dua jenis asset yang dapat digunakan sebagai sarana
    investasi, yaitu sebagai berikut:
    a. Real asset, yakni investasi yang dilakukan dalam asset-asset yang berwujud nyata,
    seperti emas, real estate, dan karya seni.
    b. Financial asset, yakni investasi yang dilakukan pada sektor-sektor financial, seperti
    deposito, saham, obligasi, dan reksadana.
  2. Proses Keputusan Investasi
    Proses keputusan investasi merupakan keputusan yang berkesinambungan (on going
    process) sampai tercapai keputusan investasi yang terbaik. Tahapan-tahapan dalam suatu
    proses keputusan investasi antara lain mencakup hal-hal sebagai berikut.
    a. Penentuan Tujuan Investasi
    Dalam penentuan tujuan berinvestasi ada beberapa hal harus diperhatikan. Yaitu
    jangka waktu investasi (pendek/panjang) dan beberapa target return yang ingin
    dicapai.
    b. Penentuan Kebijakan Investasi
    Investor harus mengerti karakter risiko (risk profil) masing-masing, yakni apakah
    seorang investor cenderung mau mengambil resiko atau justru menghindari risiko,
    berapa banyak dana yang akan diinvestasikan, fleksibilitas investor dalam waktu
    untuk memantau investasi, dan pengetahuan investor atas pasar modal.
    c. Pemilihan Strategi Portofolio dan Asset
    Setelah mengetahui hal-hal pada point 1 dan 2 di atas, maka kita dapat membentuk
    suatu portofolio yang diharapkan efisien dan optimal.
    d. Pengukuan dan Evaluasi Kinerja Portofolio
    Tahapan ini dimaksudkan untuk mengukur kinerja potofolio yang telah dibentuk,
    yakni apakah sudah sesuai dengan tujuan atau justru belum.
  3. Tujuan Investasi
    Menurut Kamarudin (2020:3), ada beberapa alasan mengapa seseorang melakukan
    investasi, antara lain adalah:
    a. Untuk mendapatkan kehidupan yang lebih layak di masa yang akan datang.
    Seseorang yang bijaksana akan berpikir bagaimana cara meningkatkan taraf
    hidupnya dari waktu ke waktu atau setidak tidaknya bagaimana berusaha untuk
    mempertahankan tingkat pendapatnya yang ada sekarang agar tidak berkurang di
    masa yang akan datang.
    b. Mengurangi tekanan inflasi. Dengan melakukan investasi dalam memilih
    perusahaan atau objek lain, seseorang dapat menghindarkan diri dari kekayaan atau
    harta miliknya tidak merosot nilainya karena digerogoti oleh inflasi.
    c. Dorongan untuk menghemat pajak. Beberapa negara di dunia banyak melakukan
    kebijakan yang sifatnya mendorong tumbuhnya investasi di masyarakat melalui
    fasilitas perpajakan yang diberikan kepada masyarakat yang melakukan investasi
    pada bidang-bidang usaha tertentu