Manajemen mempunyai informasi yang akurat mengenai nilai suatu perusahaan,
sehingga apabila manajemen menyampaikan informasi ke pasar modal maka pasar
akan merespon informasi tersebut sebagai sinyal terhadap adanya peristiwa
tertentu yang dapat mempengaruhi nilai perusahaan yang tercermin dari
perubahan harga dan volume perdagangan saham. Informasi yang disampaikan
dapat berupa laporan keuangan perusahaan (Brigham.et al,1997:439).
Teori sinyal merupakan dorongan perusahaan untuk memberikan
informasi kepada pihak eksternal. Dorongan ini disebabkan karena terjadi asimetri
informasi antara pihak manajemen dan pihak eksternal. Untuk mengurangi
asimetri hendaknya perusahaan mengungkapkan informasi yang dimiliki oleh
perusahaan, informasi keuangan maupun non keuangan. Jika informasi laba
tersebut relevan bagi para pelaku pasar modal, maka informasi tersebut akan
digunakan untuk menganalisis dan menginterpretasikan nilai saham perusahaan.
Menurut Jogiyanto (2000: 392), informasi yang dipublikasikan sebagai suatu
pengumuman akan memberikan signal bagi investor dalam pengambilan
keputusan investasi. Jika pengumuman tersebut mengandung nilai positif, maka
diharapkan pasar akan bereaksi pada waktu pengumuman tersebut diterima oleh
pasar.
Menurut Sharpe (1997: 211) pengumuman informasi akuntansi
memberikan signal bahwa perusahaan mempunyai prospek yang baik di masa
mendatang (good news) sehingga investor tertarik untuk melakukan perdagangan
saham, dengan demikian pasar akan bereaksi yang tercermin melalui perubahan
dalam volume perdagangan saham.
Teori sinyal (signaling theory) menjadikan suatu perusahaan untuk
memberikan informasi laporan keuangan kepada pihak eksternal yaitu investor
dan kreditor. Kurangnya informasi dari pihak luar mengenai perusahaan
menyebabkan mereka melindungi diri dengan memberikan harga yang rendah
untuk perusahaan. Perusahaan dapat meningkatkan nilai perusahaan dengan
mengurangi asimetri. Salah satu cara mengurangi informasi asimetri adalah
dengan memberikan sinyal pada pihak luar. Salah satunya berupa informasi
keuangan yang dapat dipercaya dan akan mengurangi ketidakpastian mengenai
prospek yang akan datang. Laporan tentang kinerja perusahaan yang baik akan
meningkatkan nilai perusahaan (Kusuma, 2006). Laporan keuangan yang
mencerminkan kinerja baik merupakan signal atau tanda bahwa perusahaan telah
beroperasi dengan baik. Signal baik akan direspon dengan baik pula oleh pihak
luar, karena respon pasar sangat tergantung pada signal yang dikeluarkan oleh
perusahaan. Investor hanya akan menginvestasikan modalnya jika menilai
perusahaan mampu memberikan nilai tambah atas modal yang diinvestasikan
lebih besar (Wolk et al, 2000:81).
