Biaya Modal


Biaya modal menunjukkan besarnya kompensasi atau pengembalian yang dituntut investor
maupun kreditor atas modal yang diinvestasikan maupun dipinjamkan pada perusahaan.
Besarnya kompensasi tergantung pada tingkat resiko perusahaan yang bersangkutan. Semakin
tinggi tingkat resiko, semakin tinggi pula tingkat pengembalian yang dituntut investor dan
kreditor (Riyanto, 1995).
Modal berasal dari dua sumber dana yaitu hutang dan ekuitas. Kompensasi yang
diterima pemilik modal dalam bentuk deviden dan capital gain. Besarnya tingkat biaya modal
ditentukan berdasarkan rata-rata tertimbang dari tingkat suku bunga setelah pajak dan tingkat
biaya modal atas ekuitas, sesuai dengan proporsi hutang dan ekuitas pada struktur modal
perusahaan (Utama, 1997).
Biaya modal menurut Keown, dkk. (1995) merupakan tingkat pengembalian atas
seluruh investasi perusahaan, yang meliputi seluruh tingkat pengembalian yang dipersyaratkan
oleh semua para pemilik dana investasi. Dalam konteks ini biaya modal merupakan biaya modal
rata-rata tertimbang (weighted average cost of capital), yang melibatkan semua komponen
sumber pembelanjaan.