Tahap-Tahap Audit Operasional


Dalam melakukan audit operasional, seorang auditor memerlukan suatu
kerangka kerja sebagai panduan kerjanya. Tanpa kerangka yang baik auditor akan
menghadapi banyak kesulitan dalam menjalankan tugasnya. Kesuksesan auditor
operasional sangat tergantung pada ketepatan pengambilan langkah pemeriksaan.
Oleh karena itu, auditor merencanakan tahap-tahap pemeriksaan secara sistematis
untuk mengkoordinasikan pelaksanaan pemeriksaan agar tujuan audit dapat
tercapai.
Menurut Herbert (1979) dalam Agoes (2014:175-176) terdapat beberapa
tahap dalam audit operasional, diantaranya:

  1. Survei Pendahuluan (Premiliminary Survey)
    Tujuan dilakukannya survei pendahuluan adalah untuk mendapatkan
    informasi umum dan latar belakang dalam waktu yang relatif singkat mengenai
    aspek dari organisasi, kegiatan, program atau sistem yang dipertimbangkan untuk
    diperiksa, agar dapat diperoleh pengetahuan atau gambaran yang memadai
    mengenai objek pemeriksaan.
  2. Review dan Pengujian Pengendalian Manajemen (Review and Testing of
    Management Control System)
    Pada tahap ini auditor melakukan review dan Testing terhadap sistem
    pengendalian manajemen, dengan tujuan untuk mendapatkan bukti-bukti mengenai
    ketiga elemen dan tentative audit objective dengan melakukan pengetesan terhadap
    transaksi perusahaan yang berkaitan dengan sistem pengendalian manajemen, serta
    untuk memastikan bahwa bukti yang diperoleh dari perusahaan adalah kompeten
    jika audit diperluas ke dalam detail examination.
  3. Pengujian Terinci (Detailed Examination)
    Tahap ini auditor harus mengumpulkan bukti-bukti yang cukup kompeten,
    material, dan relevan untuk mendukung tujuan audit yang telah ditentukan
    sebelumnya. Dilakukan dengan cara mengembangkan temuan untuk mencari
    keterkaitan antara satu temuan dengan temuan lainnya dalam menguji
    permasalahan yang terkait dengan tujuan audit.
  4. Pengembangan Laporan (Report Development)
    Pada tahap ini temuan audit harus dilengkapi dengan kesimpulan dan saran
    dan harus di review oleh manajer audit sebelum didiskusikan dengan pihak yang di
    audit. Tujuannya adalah untuk mengkomunikasikan hasil audit termasuk
    rekomendasi kepada pihak yang berkepentingan. Laporan disajikan secara
    komprehensif. Rekomendasi harus disajikan dalam bahasa yang operasional agar
    mudah dimengerti serta menarik untuk ditindaklanjuti.