Jenis-Jenis Audit Operasional


Menurut Arens dkk (2014:825), ada tiga kategori utama audit operasional
yaitu:

  1. Audit Fungsional, merupakan suatu aktivitas dalam bisnis yang berkaitan
    dengan tingkat efektivitas dan efisinesi dari satu fungsi atau lebih dalam suatu
    perusahaan.
  2. Audit Organisasi, merupakan menunjukkan seberapa efektif dan efisien suatu
    fungsi di dalam lingkup organisasi.
  3. Penugasan Khusus yang Timbul atas Permintaan Manajemen, hal ini
    mencakup pemeriksaan penyebab ketidakefektifan sistem IT, penyelidikan
    potensi kecurangan di suatu divisi, dan memberikan saran untuk mengurangi
    biaya produksi.
    Menurut pendapat Tunggal (2008,hal 28) jenis-jenis audit operasional
    terdiri dari:
    a. Functional Audit (Audit Fungsional), merupakan suatu audit fungsional yang
    berhubungan satu atau lebih fungsi dalam suatu organisasi. Mungkin
    berhubungan dengan fungsi upah di suatu divisi. Keunggulan audit fungsional
    adalah memungkinkan adanya spesialisasi oleh auditor, sehingga auditor dapat
    focus menganalisis bidang tersebut dengan efisien.
    b. Organizational Audit (Audit Organisasi), merupakan audit operasional yang
    mencakup seluruh unit organisasi seperti cabang atau anak perusahaan.
    Tekanan dalam audit organisasi adalah seberapa efisien dan efektif fungsifungsi yang saling berinteraksi. Perencanaan organisasi dan metode koordinasi
    aktivitas menjadi aspek penting dalam audit ini.
    c. Special Assignment (Penugasan Khusus), penugasan khusus audit operasional
    muncul berdasarkan permintaan manajemen, seperti mengidentifikasi
    penyebab terjadinya kecurangan dalam suatu divisi dan memberikan
    rekomendasi atau saran untuk mengurangi biaya produksi suatu produk.