Menurut Anthony dan Vijay (2005) efektivitas adalah segala sesuatu yang
berhubungan dengan penentu apakah tujuan organisasi yang telah ditetapkan telah
tercapai. Efektivitas pada dasarnya berhubungan dengan pencapaian tujuan atau
target kebijakan. Efektivitas merupakan hubungan antara keluaran dengan tujuan
atau sasaran yang harus dicapai.
Contoh yang dapat dijadikan sebagai contoh dari nilai efektivitas dari
kinerja perguruan tinggi yaitu seperti hasil kegiatan operasional dan laporan
realisasi anggaran. Efektivitas juga menunjukkan kesuksesan atau keberhasilan
perguruan tinggi tersebut. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa efektivitas
adalah suatu ukuran yang menyatakan seberapa jauh target (kuantitas, kualitas,
waktu) yang telah dicapai oleh manajemen atau organisasi, yang mana target
tersebut sudah ditentukan terlebih dahulu.
Menurut Anthony dan Vijay (2005) efektivitas dapat diukur dengan
menggunakan beberapa pendekatan diantaranya sebagai berikut:
a. Pendekatan kuantitatif akuntansi
Digunakan untuk mendapatkan objektivitas dan independensi yang tinggi
dari perguruan tinggi. Pengukuran pendekatan ini melalui penggunaan
informasi akuntansi dan keuangan yang ada kelemahannya sehingga
dibutuhkan pendekatan lain yaitu kuantitatif manajemen.
b. Pendekatan kuantitatif manajemen
Pendekatan ini menggunakan variabel kuantitatif yang bersifar non
financial dan diluar sistem akuntansi. Pendekatan ini membantu
perumusan masalah yang dihadapi sebagai alat analisa dalam pemecahan
permasalahan serta memperjelas kesimpulan yang akan diambil analisis
kuantitatif akuntansi.
c. Digunakan sebagagi pelengkap hasil kedua pendekataan diatas, hasil
analisa kualitatif digunakan untuk memperjelas kesimpulan yang akan
diambil dari pendekatan diatas. Sedangkan untuk mengukur efektivitas
pemeriksa internal dapat menggunakan teknik seperti memeriksa,
membandingkan, memeriksa dokumen dasar, menganalisa, mengecek,
menginspeksi, menghitung, menelusuri dan memverifikasi.
