Menurutut Robbins (2014:230), menyatakan bahwa untuk
mengindikasikan faktor-faktor penting kepuasan kerja yaitu:
1) Pekerjaan yang menantang
Karyawan cenderung menyukai pekerjaan-pekerjaan yang memberi
mereka kesempatan untuk menggunakan ketrampilan dan kemampuan
mereka dan menawarkan tugas, kebebasan dan umpan balik mengenai
betapa baik mereka mengerjakan. Karakteristik ini membuat kerja secara
mental menantang. Pekerjaan yang terlalu kurang menantang
menciptakan kebosanan, tetapi terlalu banyak menantang menciptakan
frustasi dan perasaan gagal. Pada kondisi tantangan yang sedang,
kebanyakan karyawan akan mengalami kesenangan dan kepuasaan.
2) Ganjaran yang pantas
Para karyawan menginginkan sistem upah dan kebijakan promosi
yang mereka presepsikan sebagai adil, tidak kembar arti, dan segaris
dengan pengharapan mereka. Bila upah dilihat sebagai adil yang
didasarkan pada tuntunan pekerjaan, tingkat ketrampilan individu, dan
standart pengupahan komunitas, kemungkinan besar akan dihasilkan
kepuasan. Tentu saja, tidak semua orang mengejar uang.Banyak orang
bersedia menerima baik uang yang lebih kecil untuk bekerja dalam lokasi
yang lebih diinginkan atau dalam pekerjaan yang kurang menuntut atau
mempunyai keleluasaan yang lebih besar dalam kerja yang mereka
lakukan dan jam-jam kerja. Tetap kunci yang tuntunan pekerjaan, tingkat
ketrampilan individu, standart pengupahan komunitas, kemungkinan
besar akan dihasilkan kepuasaan. Tetap kunci yang menakutkan upah
dengan kepuasaan bukanlah jumlah mutlak yang dibayarkan; yang lebih
penting adalah presepsi keadilan. Serupa pula karyawan berusaha
mendapatkan kebijakan dan praktik promosi yang lebih banyak dan status
sosial yang ditingkatkan. Oleh karena itu individu-individu yang
mempresepsikan bahwa keputusan promosi dibuat dalam cara yang adil
kemungkinan besar akan mengalami kepuasan dari pekerjaan mereka.
3) Kondisi kerja yang mendukung
Karyawan peduli akan lingkungan kerja baik untuk kenyamanan
pribadi maupun untuk memudahkan mengerjakan tugas. Studi-studi
memperagakan bahwa karyawan lebih menyukai keadaan sekitar fisik
yang tidak berbahaya atau merepotkan. Temperature (suhu), cahaya,
kebisingan, dan faktor lingkungan lain seharusnya tidak ekstrem (terlalu
banyak atau sedikit).
4) Rekan kerja yang mendukung
Orang-orang mendapatkan lebih dari pada sekedar uang atau prestasi
yang berwujud dari dalam kerja. Bagi kebanyakan karyawan, kerja juga
mengisi kebutuhan akan interkasi sosial. Oleh karena itu tidaklah
mengejutkan bila mempunyai rekan sekerja yang ramah dan mendukung
menghantar ke kepuasan kerja yang meningkat. Perilaku atasan seseorang
juga merupakan determinan utama dari kepuasan. Umunya studi
mendapatkan bahwa kepuasaan karyawan ditingkatkan. Bila penyedia
langsung bersifat ramah dan dapat memahami, menawarkan pujian untuk
kinerja yang baik, mendengarkan pendapat karyawan, dan menunjukkan
suatu minat pribadi pada mereka.
5) Kesesuaian kepribadian dengan pekerjaan
Pada umumnya, orang yang tipe kepribadiannya sama dan sesuai
dengan pekerjaan yang mereka pilih, seharusnya mempunyai kemampuan
yang tepat untuk memenuhi tuntunan pekerjaan mereka. Dengan
demikian, akan lebih besar kemungkinan untuk berhasil pada pekerjaan
tersebut.
