Aspek-Aspek Kepuasan Kerja


Bagia (2015: 126-131) menjelaskan tentang aspek-aspek kepuasan
kerja antara lain:
a. Gaji (Pay)
Bentuk kompensasi secara finansial yang didapat pegawai dengan waktu
yang sudah ditentukan sebagai imbalan atas kontibusi nya dalam
pencapaian pekerjaan yang harus ditentukan secara adil dan layak oleh
organisasi. Pembagian gaji yang adil dan layak bagi pegawai atas kinerja
nya akan meningkatkan kepuasan kerja nya.
b. Pekerjaan Itu Sendiri (Work It Self)
Sikap pegawai dalam menghadapi pekerjaannya yang sesuai dengan
standar pekerjaan, ragam keterampilan pekerjaan, identitas tugas,
signifikasi pekerjaan, dan umpan balik yang diberikan kepada pegawai
terhadap tugas yang telah dilakukan.
c. Promosi (Promotion)
Kesempatan yang didapat oleh pegawai dengan keahliannya untuk
semakin maju dalam jenjang karir dalam mendapatkan penempatan posisi
jabatan yang lebih tinggi agar mendapatkan status, otoritas, dan imbalan
yang lebih besar dari posisi jabatan sebelumnya.
d. Rekan Sekerja (Coworkers)
Rekan sekerja dapat bekerja sama dengan baik dalam pekerjaan dalam
bertukar pikiran dan dapat bersama-sama memecahkan masalah yang
dihadapi. Kerja sama yang dilakukan dengan rekan sekerja akan
menimbulkan sumber kepuasan kerja bagi pegawai dalam bekerja.
e. Kondisi Kerja (Working Conditions)
Kondi kerja mecakup beberapa hal diantaranya yaitu kondisi fisik kerja,
aspek psikologis dan peraturan dalam tempat pekerjaan. Kondisi fisik
kerja meliputi penerangan, temperature suhu, warna kantor, dan tingkat
kebisingan suara. Kondisi psikologis meliputi perasaan bosan dalam
bekerja. Kondisi peraturan yang sudah ditentukan seperti jam kerja dan
waktu istirahat.
Luthans (dalam Fattah 2017: 66 ) menyatakan lima aspek kepuasan
kerja antara lain :
a. Pekerjaan Itu Sendiri (The Work Itself)
Sebagai pekerjaan yang dianggap menarik, pekerjaan yang dapat memberi
kesempatan pegawai untuk belajar, dan kesempatan bagi pegawai untuk
melaksanakan tanggung jawab pekerjaannya.
b. Gaji (Pay)
Merupakan jumlah kompensasi yang pantas dan layak didapat oleh
pegawai.
c. Kesempatan Promosi (Promotions)
Adanya kesempatan untuk maju atau mendapatkan promosi jabatan
didalam organisasinya.
d. Pengawasan (Supervision)
Kemampuan atasan dalam memberikan sebuah dukungan perilaku
maupun secara teknis bagi pegawainya dalam melakukan pekerjaan.
e. Rekan Kerja (Work Group)
Situasi rekan sekerja yang mampu memberikan dukungan positif secara
teknis maupun secara moral dan sosial.
Darodjat (2015: 319-320) di dalam buku nya menyatakan kepuasan
kerja memiliki tiga aspek yaitu :
a. Kepuasan kerja diukur dengan respon tanggapan emosional pegawai
dengan situasi kerja, oleh karena itu tidak dapat terlihat dan hanya dapat
disimpulkan
b. Kepuasan kerja berkaitan dengan sesuatu yang pegawai dapatkan dengan
harapan untuk mendapatkannya. Jika terdapat perbedaan aktual dengan
harapan minimum maka pegawai akan menampilkan sikap yang positif
dan jika ada perbedaan yang sangat luas maka pegawai akan
menunjukkan sikap negative terhadap pekerjaannya
c. Kepuasan kerja dengan dimensi pekerjaan. Dinyatakan dalam hal isi
pekerjaan, remunerasi, sikap rekan kerja, dan peluang pertumbuhan
pekerjaan yang menyediakan promosi, kepemimpinan yang
berpengalaman dalam pengawasan
Job Diagnostic Survey (dalam Wexley dan Yuki, 2005: 147-148)
memberikan aspek-aspek yang digunakan untuk mengukur kepuasan kerja
yaitu :
a. Ragam Ketrampilan (Skill Variety)
Tingkat pekerjaan menuntut jenis aktivitas dalam penyelesaian
pekerjaannya yang mencakup ketrampilan dan bakat pegawai
b. Identitas Pekerjaan (Task Identity)
Pekerjaan menuntut kelengkapan satu kesatuan dan setiap pekerjaan dapat
diidentifikasi dengan memulai pekerjaan dari awal hingga berakhir
dengan hasil nyata
c. Kepentingan Pekerjaan (Task Significance)
Suatu pekerjaan memiliki dampak yang penting bagi kehidupan individu
dengan lingkungan organisasi maupun luar lingkungan organisasi.
d. Otonomi (Autonomy)
Pekerjaan memberikan kebebasan, kemandirian, serta keleluasaan
substansi bagi pegawai dalam mengatur jadwal pekerjaan dan
menyelesaikan sesuai dengan prosedur
e. Umpan Balik Pekerjaan Itu Sendiri (Feedback From The Job Itself)
Tingkat dimana penyelesaian akitvitas kerja yang dituntut memberikan
konsekuensi bagi para pegawai untuk mendapatkan informasi langsung
dengan jelas perihal efektivitas pelaksanaan pekerjaannya.