Indikator yang mempengaruhi fleksibilitas kerja


Sesuai dengan Carlson et al. dalam Nurafifah & Pasaribu (2023) beberapa
indikator yang digunakan dalam mengukur fleksibilitas kerja, antara lain:
a. Time flexibility, pegawai diperkenankan untuk modifikasi jam kerja.
Kemampuan untuk memodifikasi jam kerja memberikan kesempatan bagi
karyawan untuk menyelaraskan waktu kerja dengan keperluan pribadi dan
komitmen lain.
b. Timing flexibility, fleksibilitas karyawan dalam menyesuaikan jadwal kerja
mereka. Pilihan dalam menentukan jadwal kerja memberikan karyawan
kebebasan untuk bekerja pada waktu yang paling produktif bagi mereka.
Fleksibilitas ini dapat mengurangi stres dan meningkatkan keseimbangan
mengenai pekerjaan dan urusan pribadi, yang berkontribusi pada kepuasan
kerja.
c. Place flexibility, fleksibilitas karyawan dalam menentukan lokasi kerjanya.
Kemampuan untuk memilih tempat kerja, seperti Work From Home (WFH).
Dapat meningkatkan kenyamanan serta produktivitas karyawan. Fleksibel
tempat kerja ini dapat mengurangi tekanan perjalanan dan meningkatkan
kualitas hidup, sehingga berimplikasi positif pada kepuasan kerja.