Azas-Azas Tata Ruang Kerja


Richard Muther (dalam Gie, 2000) merumuskan 6 asas pokok tata
ruang kerja yang baik. Beberapa asas tersebut yaitu:
1) Asas mengenai jarak terpendek. Dalam asas ini suatu tataruang yang
baik ialah tataruang yang memungkinkan proses penyelenggaraan
suatu pekerjaan dapat ditempuh dengan jarak sependek mungkin.
2) Asas mengenai rangkaian kerja. Dalam asas ini tataruang yang baik
ialah menempatkan para pegawai dan alat-alat kantor menurut
rangkaian yang sejalan dengan urut-urutan penyelesaian pekerjaan
yang bersangkutan. Asas ini merupakan kelengkapan daripada asas
jarak terpendek. Jarak terpendek tercapai kalau para pekerja atau alat- alat ditaruh berderet-deret menurut urutan proses penyelesaian
pekerjaan tersebut. Menurut asas ini suatu pekerjaan harus senantiasa
bergerak maju dari permulaan dikerjakan sampai selesai, tidak ada
gerak mundur atau menyilang. Hal ini tidak berarti bahwa jalan yang
ditempuh harus selalu berbentuk garis lurus. Yang terpenting ialah
proses itu selalu mengarah maju ke muka menuju ke penyelesaian.
3) Asas mengenai penggunaan segenap ruang. Suatu tata ruang yang baik
ialah yang mempergunakan sepenuhnya semua ruang yang ada. Ruang
itu tidak hanya yang berupa luas lantai saja (ruang datar), melainkan
juga ruang yang vertikal ke atas maupun ke bawah sehingga
kemungkinan kecil untuk ruang yang tidak terpakai.
4) Asas mengenai perubahan susunan tempat kerja. Suatu tata ruang yang
baik ialah yang dapat diubah atau disusun kembali dengan tidak
terlampau sukar atau tidak memakan biaya yang besa