Indikator Budaya Organisasi


Robbins (2006, p. 721) menyatakan tujuh karakteristik primer. Setiap
karakteristik tersebut berada pada kontinum dari rendah ke tinggi. maka dengan menilai
organisasi berdasarkan ketujuh karakteristik ini, akan diperoleh gambaran gabungan
atas budaya organisasi itu. Ketujuh karakteristik itu yaitu:

  1. Inovasi dan Pengambilan Resiko
    Sejauh mana karyawan didorong agar inovatif dan mengambil risiko. Sebagai
    contoh, suatu perusahaan mendorong karyawannya untuk melaksanakan ide-ide baik
    yang dimilikinya untuk kemajuan perusahaan dan kegagalan dianggap sebagai
    pengalaman belajar (Robbins, 2006, p. 722).
    Sejauh mana para karyawan diharapkan memperlihatkan presisi (kecermatan),
    analisis, dan perhatian terhadap detail. Sebagai contoh, suatu perusahaan mendorong
    karyawannya agar bekerja sesuai prosedur perusahaan dan bekerja dengan teliti
    (Robbins, 2006, p. 722).
  2. Perhatian terhadap detail
    Sejauh mana para karyawan diharapkan memperlihatkan presisi (kecermatan),
    analisis, dan perhatian terhadap detail. Sebagai contoh, suatu perusahaan mendorong
    karyawannya agar bekerja sesuai prosedur perusahaan dan bekerja dengan teliti
    (Robbins, 2006, p. 722).
  3. Orientasi hasil
    Sejauh mana manajemen memusatkan perhatian pada hasil bukannya pada
    teknik dan proses yang digunakan untuk mencapai hasil itu. Dalam hal ini, perusahaan
    memperhatikan produktivitas yang tinggi dalam aktivitasnya (Robbins, 2006, p. 722).
  4. Orientasi orang
    Sejauh manakeputusanmanajemen memperhitungkan dampak hasil-hasil kerja
    pada orang-orang di dalam organisasi itu. Sebagai contoh, suatu perusahaan bangga
    menjadi tempat yang baik untuk bekerja dengan memperlakukan karyawan dengan baik
    (Robbins, 2006, p. 722).
  5. Orientasi tim
    Sejauh mana kegiatan kerja diorganisasikan berdasar tim, bukannya
    berdasarkan individu. Perusahaan mendesain aktivitas pekerjaan berdasarkan tim kerja
    (Robbins, 2006, p. 722).
  6. Keagresifan
    Sejauh mana orang-orang itu agresif dan kompetitif dan bukannya santai-santai.
    Sebagai contoh, perusahaan bangga menjadi penggerak pasar dan mampu dengan cepat
    tanggap atas kebutuhan perubahan yang diperlukan oleh pelanggannya (Robbins, 2006,
    p. 722).
  7. Kemantapan
    Sejauh mana kegiatan organisasi menekankan dipertahankannya status quo
    bukannya pertumbuhan. Organisasi berusaha untuk mempertahankan status quonya.
    (Robbins, 2006, p. 722).