Pelaksanaan Kinerja

  1. Lingkungan Kinerja
    Menurut Hery (2019:31) mengatakan bahwa di dalam suatu organisasi atau
    perusahaan kinerja dilakukan oleh seluruh sumber daya manusia baik atasan
    maupun bawahan. Banyak sekali faktor yang mempengaruhi sumber daya
    manusia dalam melaksanakan kinerjanya. Setiap karyawan memiliki
    kemampuan yang merujuk kepada pengetahuan, keterampilan, kompetensi,
    motivasi, dan kepuasan kerja, namun karyawan juga memiliki kepribadian,
    sikap, dan perilaku yang dapat mempengatuhi kinerjanya.
    Kinerja karyawan dalam suatu organisasi tidak hanya dipengaruhi oleh
    sumber daya manusia, akan tetapi juga dipengaruhi oleh sumber daya lainnya
    seperti peralatan, teknologi, dana, bahan baku, dan mekanisme kerja yang
    berlangsung dalam suatu organisasi. Linkungan kerja atau situasi kerja yang baik
    akan memberikan kenyamanan sehingga akan mendororng kinerja karyawan,
    dan kondisi hubungan antar manusia di dalam suatu organisasi merupakan faktor
    lingkungan kerja internal organisasi atau perusahaan.
    Lingkungan eksternal organisasi juga dapat mempengaruhi kinerja
    organisasi seperti fluktuasi nilai tukar mata uang rupiah, fluktuasi harga minyak
    di pasar internasional, kenaikan suku bunga pada Bank Central Amerika,
    kenaikan tariff bea masuk dan tingkat upah minimum, dan lain-lain.
  2. Memahami Kinerja
    Kinerja dapat dikatakan sebagai suatu proses maupun hasil pekerjaan. Kinerja
    merupakan suatu proses tentang bagaimana pekerjaan berlangsung untuk
    mencapai hasil kerja. Hasil pekerjaan itu sendiri juga menunjukkan suatu
    kinerja. Berikut beberapa faktor yang perlu diperhatikan agar suatu organisasi
    memiliki kinerja yang baik :
    a. Pernyataan tentang maksud dan nilai-nilai
    Pernyataan tentang maksud (statement of purpose) mengartikan bagaimana
    organisasi diatur untuk melakukan sesuatu sehingga lebih berorientasi pada
    manfaat dari pada sekedar pernyataan tentang misi. Pernyataan tentang
    maksud mengartikan tentang apa yang harus dicapai, sedangkan sistem nilai
    mengartikan tentang perilaku yang diharapkan dalam mencapai maksud
    tersebut. Keduanya mencakup aspek berlansungnya kerja sama, berorientasi
    pada kualitas, memberi perhatian pada pelanggan dan bersifat menghargai
    antar individu.
    b. Manajemen strategis
    Manajemen strategis adalah serangkaian keputusan dan tindakan yang dapat
    berakibat dalam formulasi dan implementasi strategi yang dirancang untuk
    mencapai suatu tujuan organisasi atau perusahaan. Manajemen strategis
    berisi pokok pikiran tentang apa dan bagaimana tujuan yang hendak dicapai
    \organisasi atau perusahaan di masa yang akan datang.
    c. Manajemen sumber daya manusia
    Manajemen sumber daya manusia dilakukan melalui harmonisasi kriteria
    dan persyaratan bagi semua staf, sistem formal dalam mengkomunikasikan
    nilai-nilai kepada seluruh staf, mengembangkan organisasi pembelajaran,
    merancang pekerjaan untuk menggunakan sepenuhnya keterampilan dan
    kemampuan, menggunakan survei sikap secara regular, penilaian formal
    terhadap seluruh staf paling tidak sekali dalam setahun, dan lain-lain.
    d. Pengembangan organisasi
    Pengembangan organisasi berkepentingan terhadap perencanaan dan
    implementasi program yang dirancang untuk memperbaiki efektivitas
    organisasi atau perusahaan.
    e. Konteks organisasi
    Kinerja atau proses pelaksanaan kerja dan hasil kerja organisasi dipengaruhi
    secara langsung oleh rencana dan tindakan manajerial, struktur organisasi
    dan kondisi lingkungan eksternal serta internal.
    f. Desain kerja
    Desain kerja yaitu spesifikasi dari isi, metode, dan hubungan pekerjaan
    dengan maksud untuk memenuhi persyaratan sosial dan pribadi karyawan.
    Desain kerja bagi karyawan diartikan untuk
    1) Merinci konteks pekerjaan, harapan akan peran, dan hubungan dalam
    organisasi
    2) Memenuhi persyaratan organisasi atas produktivitas, efesiensi
    operasional, serta kualitas produk dan jasa
    3) Memusakan kebutuhan masing-masing individu atas kepentingan,
    tantangan, serta penyelesaian dalam suatu pekerjaan.
    g. Fungsionalitas
    Dimana suatu organisasi atau perusahaan berfungsi yaitu merupakan faktor
    kontekstual yang secara langsung mempengaruhi proses desain dan operasi
    manajemen kinerja. Terdapat tiga macam masalah fungsional yang dapat
    mempengaruhi manajemen kinerja, yaitu :
    a) Dalam hal organisasi beroperasi secara global, operasi organisasi dapat
    dilakukan secara terpusat dengan cara mengendalikan hasil yang
    dicapai, termasuk manajemen kinerja
    b) Organisasi dalam suatu negara dapat memindahkan kewenangannya ke
    tingkat unit bisnis atau bagian yang lebih besar atau lebih kecil
    c) Struktur organisasi bersangkutan dengan kinerja
    h. Budaya
    Budaya menjadi perekat yang mempersatukan organisasi dengan
    manajemen kinerja. Filosofi dan desain dipengaruhi oleh budaya organisasi
    yang berlaku. Nilai-nilai, norma, dan gaya manajemen adalah komponen
    dari budaya organisasi.
    i. Kerja sama
    Dalam suatu organisasi berbasis tim, pencapaian kinerja organisasi sangat di
    tentukan oleh kinerja tim yang bersangkutan yag terdiri dari sekelompok
    orang dengan latar belakang budaya dan kompetensi yang sangat bervariasi.
    Keberhasilan tim sangat ditentukan oleh kemampuannya dalam bekerja
    sama