Menurut Indrasari (2017:55), Penilaian kinerja merupakan
proses yang dilakukan oleh suatu organisasi untuk mengevaluasi
kinerja para pegawai. Tujuan umum dari penilaian kinerja adalah
memberikan umpan balik kepada karyawan dengan tujuan
meningkatkan kinerjanya dan produktivitas organisasi secara
menyeluruh. Penilaian kinerja juga berkaitan dengan kebijakan
terhadap karyawan, seperti keputusan mengenai promosi, kenaikan
gaji, serta peluang pendidikan dan pelatihan.
Dalam melakukan penilaian kinerja ada beberapa kategori
menurut Mathis dan Jackson dalam Indrasari (2017:56), antara lain:
1) Informasi yang didasarkan pada atribut-atribut seperti
kepribadian yang menyenangkan, inisiatif atau kreativitas, dan
mungkin memiliki dampak yang terbatas pada pekerjaan
tertentu.
2) Informasi yang didasarkan pada tingkah laku berfokus pada
perilaku spesifik yang berkontribusi pada kesuksesan pekerjaan.
Identifikasi informan perilaku lebih challenging dan memiliki
keuntungan dalam memberikan gambaran yang jelas tentang
perilaku yang diinginkan oleh manajemen.
3) Informasi yang didasarkan pada hasil pekerjaan melibatkan
evaluasi terhadap apa yang telah dilakukan atau dicapai oleh
karyawan. Pendekatan ini efektif untuk pekerjaan-pekerjaan di
mana pengukurannya mudah dan akurat. Namun, pendekatan ini
cenderung menekankan pada apa yang diukur, sehingga aspekaspek lain yang penting namun tidak diukur mungkin diabaikan
oleh karyawan. Sebagai contoh, seorang salesperson mobil yang
hanya dibayar berdasarkan penjualan mungkin kurang berminat
untuk melakukan tugas administrasi atau pekerjaan lain yang
tidak terkait langsung dengan penjualan mobil. Selain itu,
masalah etika atau legal dapat muncul ketika hanya hasil yang
ditekankan tanpa memperhatikan bagaimana hasil tersebut
dicapai.
