Motivasi adalah proses yang menjelaskan intensitas, arah, dan ketekunan
seorang individu untuk mencapai tujuannya. Motivasi merupakan “dorongan atau
kehendak yang menyebabkan seseorang berbuat sesuatu” (Nawawi, 2006:327).
Dengan pemberian motivasi dimaksudkan pemberian daya perangsang kepada
karyawan yang bersangkutan agar karyawan tersebut bekerja dengan segala
upayanya.
Menurut Malthis ( 2006; 114 ), motivasi adalah keinginan dalam diri
seseorang yang menyebabkan orang tersebut bertindak. Biasanya orang bertindak
karena suatu alasan untuk mencapai tujuan. Memahami motivasi sangatlah
penting karena kinerja, reaksi terhadap kompensasi dan persoalan sumber daya
manusia yang lain dipengaruhi dan mempengaruhi motivasi.
Kebutuhan seseorang merupakan dasar untuk model motivasi. Kebutuhan
adalah kekurangan yang dirasakan oleh seseorang pada saat tertentu yang
menimbulkan tegangan yang menyebabkan timbulnya keinginan. Karyawan akan
berusaha untuk menutupi kekurangannya dengan melakukan suatu aktivitas yang
lebih baik dalam melaksanakan pekerjaannya. Dengan melakukan aktivitas yang
lebih banyak dan lebih baik karyawan akan memperoleh hasil yang lebih baik
pula sehingga keinginannya dapat terpenuhi. Keinginan yang timbul dalam diri
karyawan dapat berasal dari dalam dirinya sendiri maupun berasal dari luar
dirinya, baik yang berasal dari lingkungan kerjanya maupun dari luar lingkungan
kerjanya. Motivasi bukanlah merupakan sesuatu yang berdiri sendiri, melainkan
ada beberapa faktor yang mempengaruhinya.
- Faktor Kompensasi Menurut Handoko ( 2001: 155 ), kompensasi adalah segala
sesuatu yang diterima para karyawan sebagai balas jasa bekerja. Apabila
kompensasi diberikan secara benar, para karyawan akan lebih terpuaskan dan
termotivasi untuk mencapai sasaran – sasaran organisasi. Kompensasi penting
bagi karyawan, karena kompensasi mencerminkan nilai karya karyawan itu
sendiri, keluarga, dan masyarakat. Dalam hal pemberian gaji beberapa faktor
yang harus diperhatikan, diantaranya: - Arti gaji bagi karyawan Bagi seorang karyawan gaji mempunyai arti yang
mendalam, yakni sesuatu yang dapat mempengaruhi tingkat kehidupan
karyawan yang bersangkutan bersama keluarganya. - Dasar pemberian gaji Ada beberapa dasar dalam pemberian gaji. Satu
diantaranya adalah “ hasil kerja “ yakni gaji diberikan berdasarkan jumlah
atau nilai barang yang dijual atau yang dihasilkan. - Faktor Komunikasi Menurut Arep dalam manajemen personalia ( 2003: 81 ),
komunikasi yang lancar adalah komunikasi terbuka dimana informasi mengalir
secara bebas dari atas ke bawah atau sebaliknya, Dalam suatu organisasi
komunikasi perlu dijalin secara baik antara atasan dengan bawahan atau
sesama bawahan, karena dengan komunikasi yang lancar maka arus
komunikasi akan berjalan lancar pula serta tidak terjadi adanya mis komunikasi
yang akan mengakibatkan kesimpang siuran dalam melaksanakan pekerjaan
dalam organisasi. Dengan komunikasi yang lancar kebijakan organisasi akan
dapat lebih mudah dimengerti. - Faktor Kepemimpinan Menurut Arep dalam manajemen personalia ( 2003: 93
), kepemimpinan adalah kemampuan seseorang untuk memguasai atau
mempengaruhi orang lain atau masyarakat yang berbeda – beda menuju
pencapaian tertentu. Dalam mencapai tujuan yakni untuk dapat menguasai atau
mempengaruhi serta memotivasi orang lain, maka dalam penerapan
manajemen sumber daya manusia digunakan beberapa gaya kepemimpinan,
diantaranya: - Democratic Leadership, adalah suatu gaya kepemimpinan yang
menitikberatkan kepada “ kemampuan untuk menciptakan MORAL “ dan “
kemampuan untuk menciptakan KEPERCAYAAN “. - Dictatorial atau autocratic Leadership, yakni suatu gaya Leadership yang
menitikberatkankepada “ kesanggupan untuk MEMAKSAKAN “
keinginannya yang mampu mengumpulkan pengikut – pengikutnya untuk
kepentingan pribadinya dan / atau golongannya dengan kesediaan untuk
menerima segala resiko apapun. - Paternalistik Leadership, yakni bentuk antara gaya pertama ( democratic )
dan kedua ( dictatorial ) diatas. - Free Rain Leadership, yakni salah satu gaya kepemimpinan yang 100%
menyerahkan sepenuhnya seluruh kebijaksanaan pengoperasiaan
manajemen sumber daya manusia kepada bawahannya dengan hanya
berpegang kepada ketentuan – ketentuan pokok yang ditetapkan oleh atasan
mereka. - Faktor pelatihan Pelatihan merupakan suatu sarana untuk meningkatkan
kemampuan karyawan dalam suatu organisasi. Untuk lebih meningkatkan
kualitas sumber daya manusia setiap organisasi perlu melaksanakan
pendidikan dan pelatihan bagi karyawannya, baik yang diselenggarakan di
dalam maupun di luar organisasi. Menurut Arep ( 2003: 108 ), pelatihan
merupakan salah satu usaha untuk mengembangkan sumber daya manusia,
terutama dalam hal pengetahuan, kemampuan, keahlian, dan sikap. Manfaat
pelatihan bagi karyawan adalah
